Beranda Teknologi Roda 2 Apa Sbebnarnya Pengertian Bore x Stroke? Pahami Karakter Mesin Motor Kamu, Bro!

Apa Sbebnarnya Pengertian Bore x Stroke? Pahami Karakter Mesin Motor Kamu, Bro!

1676
0
bore x stroke (diameter x langkah) piston overbore overstroke near square

Hai bikers, tahukah kalian bahwa ukuran bore x stroke (diameter x langkah) piston atau seher pada mesin motor berhubungan erat dengan performanya? Seringkali kita merasakan karakter motor yang berbeda-beda saat mengendarainya sehari-hari. Ada yang tarikannya enteng, tapi ada juga yang baru terasa nendang saat kecepatan tinggi.

Apakah motor kalian serasa ngejambak waktu kalian gas di stopan saat lampu hijau menyala? Atau mungkin malah terasa berat dan loyo pada tarikan awalnya, tapi malah ngacir kalau mesin sudah “panas” di RPM tinggi? Karakter unik ini sebenarnya bisa kita jelaskan secara teknis, Bro.

Istilah awamnya sih begitu, tapi maksud teknis dari performa tersebut sangat erat kaitannya dengan torsi dan power yang mesin motor kalian hasilkan. Apakah motor itu kuat di torsi (enteng diputaran bawah), atau justru loyo diputaran bawah tapi tenaganya baru keluar diputaran atas? Perbandingan ukuran diameter x langkah piston (bore x stroke) sangat menentukan karakter atau “DNA” dari mesin motor kalian saat ini.

Perlu Sobat pahami dulu bahwa piston atau seher ini berbentuk silinder atau membulat yang mengisi blok silinder mesin dan bergerak naik turun secara berulang-ulang. Piston adalah bagian dari mesin yang punya peran sangat vital karena tugas utamanya mengatur volume atau isi dari silinder mesin. Di sinilah mesin mengolah input berupa BBM dan campuran udara menjadi energi gerak.

Secara garis besar, fungsi kerja piston adalah menghisap udara dan BBM ke dalam silinder, lalu mengkompresinya hingga padat. Setelah padat, percikan api busi akan meledakkan campuran tersebut sehingga menghasilkan energi mekanis yang besar. Terakhir, piston akan mendorong sisa gas pembakaran keluar menuju knalpot agar siklus bisa berulang kembali.

Apakah Yang Dimaksud Bore x Stroke Pada Piston?

diameter x langkah piston

Jika bore adalah ukuran diameter dari piston, maka stroke adalah seberapa panjang langkah dari pergerakan pistonnya. Seher atau piston ini nyambung ke kruk as (crankshaft) lewat perantara stang seher atau connecting rod (conrod) untuk bergerak turun naik. Jadi, istilah bore x stroke menggambarkan perbandingan antara lebarnya diameter piston dengan panjang jarak lintasan turun naiknya di dalam blok silinder.

Perbandingan bore x stroke ini tidaklah sama pada setiap motor karena pabrikan merancangnya sesuai tujuan penggunaan. Ada yang diameter pistonnya lebih lebar dari panjang langkahnya (Overbore) untuk mengejar top speed. Ada juga yang jarak panjang langkahnya melebihi diameter pistonnya (Overstroke) demi mengejar irit BBM. Selain itu, ada yang ukuran keduanya sama atau beda tipis dengan selisih di bawah 1 mm (Near Square).

Perbedaan perbandingan dari keduanya ini akan sangat mempengaruhi bentuk fisik dari blok silinder mesinnya. Ada yang bentuknya kecil tapi cenderung memanjang ke atas jika stroke-nya lebih panjang. Sebaliknya, ada yang terlihat besar dan lebar tapi pendek jika bore-nya yang lebih dominan. Meskipun berada di kelas cc yang sama, bentuk mesin bisa berbeda drastis karena faktor ini.

Besarnya kubikasi mesin atau cc dari motor kalian sebenarnya merupakan hasil perhitungan volume silinder dari data bore x stroke ini. Rumus baku untuk menghitung cc motor adalah cc = 0,785 x (D x D) x L. Dimana D adalah diameter piston (bore) dan L adalah langkahnya (stroke). Rumus ini wajib kalian ingat kalau mau modifikasi mesin, Bro.

Contohnya mari kita hitung pada Yamaha MT15 yang memiliki spesifikasi diameter x langkah = 58,0 mm x 58,7 mm. Maka besar cc atau kubikasi mesin MT15 adalah 0,785 x (58 x 58) x 58,7 = 155,011 cc. Perhitungan ini berlaku untuk satu silinder ya, jadi jika motornya 2 silinder tinggal kalikan 2, dan jika 4 silinder kalikan 4.

Karakter Mesin Overbore Serta Apa Saja Kekurangan dan Kelebihannya

mesin overbore pada satria

Overbore adalah kondisi dimana ukuran bore-nya terlalu “over” atau lebih besar, melebihi panjang langkah turun naiknya piston. Mesin ini punya karakter “over power” dimana tenaga (power) meledak di putaran atas atau dari RPM menengah ke puncak. Jadi jangan kaget kalau motor jenis ini terasa baru bangun tidur saat kalian geber di RPM tinggi, Bro.

Namun, kekurangan mesin overbore ini biasanya ada di putaran bawahnya atau torsinya yang terasa lemot saat *start* awal. Untuk memahaminya, bayangkan kalian memutar kunci baut pakai kunci pas. Semakin panjang gagang kunci pasnya, maka semakin kecil usaha kalian membuka baut yang terkunci, dan itulah analogi torsi pada stroke panjang.

Sebaliknya, jika kunci pasnya pendek (stroke pendek), maka kalian akan lebih susah membuka baut di awal. Tapi beda ceritanya dengan power, jika baut yang terkunci sudah mulai terbuka dan berputar, maka kalian akan lebih mudah memutarnya dengan cepat pakai kunci pas pendek. Karena jarak putarnya lebih ringkas, baut jadi lebih cepat terbukanya, dan itulah analogi tenaga putaran atas.

Kelebihan Mesin Overbore

Motor yang memiliki orientasi performa tinggi, umumnya jenis sportbike, sangat cocok pakai mesin overbore ini. Jenis mesin ini adalah pilihan yang paling masuk akal untuk ajang kompetitif atau balapan sirkuit. Meskipun torsi awalnya kalah dari overstroke, di lintasan balap hal ini bukan masalah besar.

Kalian pasti paham, pada ajang balapan ketika akan memulai “start”, pembalap cukup menggantung gas hingga meraung ke RPM tinggi. Dengan trik gantung gas ini, kalian bisa mengakali kelemahan torsi bawah dan motor tetap bisa melesat cepat. Adapun kelebihan utama dari mesin overbore ini antara lain:

1. Memiliki tenaga besar yang melimpah diputaran atas

Diameter seher atau piston yang lebih besar memungkinkan insinyur memasang klep (katup/valve) yang ukurannya lebih lebar juga. Klep ini berfungsi sebagai pintu gerbang masuknya BBM dan campuran udara ke ruang bakar. Logikanya, mesin butuh asupan bahan bakar yang melimpah dan cepat untuk menghasilkan tenaga (power) yang besar.

2. Putaran mesin (RPM) yang sangat tinggi

Jarak langkah piston yang pendek menyebabkan putaran mesin lebih cepat untuk menyelesaikan satu siklus kembali ke titik awal. Dengan jumlah energi yang sama, mesin overbore bisa berputar lebih sering dibanding overstroke. Coba buktikan dengan membandingkan putaran roda ring 13 vs ring 17, yang kecil pasti lebih cepat kembali ke posisi awal karena lintasannya lebih singkat.

3. Getaran mesin terasa halus

Gerak turun naiknya piston yang berulang-ulang pastinya menimbulkan gesekan dengan dinding silinder mesin. Pada mesin overbore, jarak lintasan piston ini sangat pendek sehingga gesekan atau friksi yang terjadi lebih minim. Hasilnya, mesin akan terasa lebih halus dan minim getaran saat kalian pacu pada kecepatan tinggi.

Kekurangan Mesin Overbore

Karakternya yang baru keluar tenaganya di putaran atas membuat mesin ini punya konsekuensi tersendiri. Kemampuan mesinnya berputar di RPM tinggi otomatis menuntut suplai BBM yang lebih deras untuk mengimbanginya. Sehingga, orang sering menganggap mesin overbore kurang cocok buat harian yang macet.

1. Konsumsi BBM terbilang boros

Mulai dari usaha meraih torsi puncak di RPM tinggi hingga penggunaan klep lebar, semuanya berkontribusi pada konsumsi bahan bakar. Intinya, kinerja mesin overbore yang agresif butuh “minum” yang banyak. Jadi jangan heran kalau motor jenis ini lebih sering mampir ke SPBU dibanding motor harian biasa.

2. Permasalahan “stop and go”

Tidak seperti mesin overstroke yang responsif, overbore akan mengalami sedikit masalah di kemacetan kota yang padat. Motor ini baru bisa mengimbangi atau menyalip jika RPM mesinnya sudah teriak tinggi. Tapi masa iya di lampu merah kalian harus gantung gas terus biar mesin meraung? Pengendara lain malah bakal ngeliatin sinis, Bro.

3. Permasalahan Di Tanjakan

Tanjakan adalah musuh alami bagi mesin yang torsi bawahnya kurang nendang. Permasalahan overbore ada di torsi putaran bawah, sedangkan tanjakan itu urusannya torsi murni, bukan power top speed. Maka pastinya motor ini akan sedikit kesulitan dan kalian harus pintar-pintar main gigi rendah untuk menaklukan tanjakan curam.

Karakter Mesin Overstroke Serta Apa Saja Kekurangan dan Kelebihannya

mesin overstroke di yamaha mxking

Overstroke berarti perbandingan ukuran panjang langkahnya melebihi diameter dari pistonnya (Langkah > Diameter). Pabrikan menciptakan jenis konfigurasi silinder ini untuk mengejar efisiensi bahan bakar yang maksimal. Langkah piston yang panjang menghasilkan daya ungkit (torsi) yang lebih besar dari setiap ledakan pembakaran, persis seperti prinsip kunci pas gagang panjang tadi.

Kelebihan Mesin Overstroke

Tentunya overstroke ini menjadi pilihan yang tepat jika Sobat mencari motor untuk harian yang sering “stop and go” atau menaklukan tanjakan. Kondisi jalan seperti itu membutuhkan torsi instan yang bisa motor capai di RPM rendah dengan cepat. Karakter responsif seperti inilah yang menjadi keunggulan utama mesin overstroke.

Selain itu, apakah kalian mencari motor yang irit BBM untuk menghemat pengeluaran? Karena torsi maksimal sudah didapat di putaran rendah, kalian tidak perlu memelintir gas dalam-dalam atau memaksa mesin berteriak. Secara otomatis, konsumsi BBM jadi jauh lebih hemat karena mesin bekerja dengan santai dan efisien.

1. Torsi puncak bisa diraih pada RPM lebih rendah

Jangan heran jika melihat motor overstroke jagoan selap-selip di jalanan padat perkotaan. Begitu lampu hijau menyala, motornya langsung ngacir duluan walau kalian cuma membetot gas sedikit. Beda banget sama overbore yang butuh raungan mesin “singa kesepian” baru mau lari, overstroke cuma butuh “bisikan” gas sudah jalan.

2. Enteng menaklukan tanjakan dan mengangkut beban

Torsi adalah kemampuan otot mesin untuk menggerakkan beban dari posisi diam atau menanjak. Karena kelebihan mesin overstroke ada di torsi putaran bawah, motor jenis ini sangat cocok untuk daerah pegunungan. Bahkan motor trail (terabas) pun mengandalkan karakter ini agar kuat nanjak di medan ekstrem tanpa harus ngebut.

3. Konsumsi BBM yang irit

Kalian tidak perlu bukaan gas yang besar untuk mulai melaju dari posisi diam sehingga efisiensi BBM terjaga. Karena tidak butuh RPM tinggi untuk jalan, suplai bensin pun tidak perlu sederas mesin balap. Ujung-ujungnya dompet kalian jadi lebih aman karena motor jadi jarang mampir pom bensin.

Kekurangan Mesin Overstroke

Mesin ini memang juara untuk harian, tapi bagi sebagian speed freak atau kalian yang berjiwa muda meledak-ledak, mesin ini bisa terasa membosankan. Motor overstroke memang enak buat santai, tapi begitu kalian ajak ngebut di jalan sepi, sensasinya kurang greget. Getarannya pun kadang terasa kuat kalau kalian paksa teriak di RPM tinggi.

1. Susah diajak lari, loyo tenaga atasnya

Karakter mesin ini memang “nafasnya pendek” dan kurang bertenaga di putaran atas. Kalau kalian betot gas dalam-dalam berharap makin kencang, yang ada mesin cuma meraung tapi lari motor segitu-gitu aja. Tenaganya terasa ngempos (flat) di kecepatan tinggi, jadi jangan harap bisa balapan top speed lawan motor sport fairing.

2. Putaran RPM rendah dan selalu kena limit

Panjang langkah piston yang jauh membuat mesin ini punya batasan fisik yang ketat. Putaran mesin tidak boleh terlalu tinggi karena kecepatan piston (piston speed) bisa melampaui batas aman material. Makanya pabrikan biasanya membatasi limiter RPM lebih rendah dibanding mesin overbore biar mesin enggak jebol.

3. Mesin terasa kasar dan bising

Hal ini berkaitan langsung dengan gesekan piston yang menempuh perjalanan jauh di dinding silinder. Karena traveling naik-turunnya sangat panjang, gesekan yang terjadi lebih intens dan menghasilkan panas serta suara. Semakin tinggi RPM-nya, mesin akan terasa makin kasar dan getarannya merambat sampai ke stang.

Bore X Stroke Yang Seimbang Dari Karakter Mesin Near Square

mesin nearsquare di honda socic 150r

Mesin square atau near square berarti ukuran diameter piston dan langkahnya seimbang atau hampir sama persis. Jikapun ada perbedaan, biasanya selisihnya sangat tipis, kurang dari 0,99 mm. Contohnya dimensi 57,3 mm x 57,8 mm yang sering kita temui di motor-motor modern yang mengejar keseimbangan.

Admin bisa bilang mesin ini mencari jalan tengah: baik di putaran bawah, cukup di menengah, dan tidak jelek di putaran atas. Kelebihan utamanya adalah fleksibilitas yang bisa kalian andalkan di segala medan tanpa kelemahan yang terlalu mencolok. Buat macet-macetan oke, buat touring jarak jauh juga ayo, konsumsi BBM pun masih masuk akal.

Namun, karena sifatnya yang “serba bisa”, mesin ini tidak punya spesialisasi khusus yang menonjol. Untuk tarikan awal mungkin masih kalah responsif dibanding overstroke murni. Begitu juga saat adu top speed di sirkuit, tenaganya mungkin masih di bawah mesin overbore sejati.

Tabel Perbandingan Karakter Mesin

tabel perbandingan dan perbedaan overbore vs overstroke

Biar Bro sekalian lebih gampang membandingkan ketiga karakter mesin di atas, Admin sudah buatkan rangkuman singkatnya di tabel ini:

FaktorOverbore (Bore > Stroke)Overstroke (Stroke > Bore)Near Square (Seimbang)
Karakter UtamaNafas Panjang (Top Speed)Torsi Badak (Akselerasi)Seimbang (All Round)
Performa TerbaikRPM TinggiRPM Rendah – MenengahRPM Menengah
Konsumsi BBMCenderung BorosPaling IritSedang / Wajar
Medan CocokSirkuit / Jalan SepiKota Macet / TanjakanTouring / Harian

Bore X Stroke Bukan Satu-satunya Yang Mempengaruhi Karakter Motor

memahami bore x stroke overstrokes overbore dan nearsquare

Terakhir, ada satu hal penting yang sebaiknya Sobat pahami. Ukuran diameter x langkah atau bore x stroke hanyalah salah satu faktor dasar, bukan penentu segalanya. Bahkan sesama mesin overstroke pun bisa punya rasa berbeda tergantung seberapa panjang langkah pistonnya.

Performa motor adalah hasil racikan kompleks dari banyak faktor. Mulai dari jenis kepala silindernya apakah SOHC atau DOHC, hingga setingan rasio kompresi mesin dan jenis bahan bakar yang kalian pakai. Pabrikan motor jaman sekarang makin pintar mengombinasikan faktor-faktor ini.

Terkadang pabrikan mengombinasikan mesin DOHC yang identik dengan kecepatan dengan konfigurasi Near Square, seperti pada Honda CBR150R untuk mengejar efisiensi. Atau sebaliknya, pabrikan mengawinkan mesin SOHC harian dengan Overbore di Vario 160. Jadi, dengan memahami konsep dasar ini, kalian bisa lebih objektif menilai karakter motor, bukan cuma katanya-katanya doang, Bro!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini