Beranda Matic Upgrade Kaki-Kaki Vario 160: Seberapa Lebar Ban yang Muat Tanpa Gesrot?

Upgrade Kaki-Kaki Vario 160: Seberapa Lebar Ban yang Muat Tanpa Gesrot?

92
0
Ukuran Ban Maksimal Vario 160

Siapa sih yang nggak gatel pengen bikin tampilan Honda Vario 160 jadi makin padat? Secara visual, bodi motor ini memang mengalami evolusi yang cukup drastis dibanding pendahulunya. Desainnya yang serba membesar alias “gambot” di bagian fairing depan kadang bikin bagian kaki-kaki bawaan pabrik terlihat agak “kebanting”. Ruang spakbor yang lega seolah minta ban yang lebih besar. Alhasil, hasrat buat ganti ban ke ukuran yang lebih lebar alias upsize pasti langsung muncul di benak kalian begitu motor mendarat di garasi.

Fenomena ini wajar banget terjadi di kalangan anak motor Indonesia. Kita selalu punya prinsip “makin lebar makin sangar”. Tapi ingat Bro, upgrade ukuran ban punya aturannya sendiri. Kita nggak bisa asal templok ban moge ke velg standar trus berharap motor jadi enak. Kalau nekat tanpa hitungan, bukannya makin ganteng, kalian malah bakal ngerasa tarikan motor jadi berat, boros bensin, atau malah membahayakan keselamatan karena ban mentok sana-sini. Nah, di sini Admin bakal bedah tuntas batas aman upgrade ban Vario 160, lengkap dengan analisis teknis performa mesinnya biar kalian nggak salah langkah.

Analisis Performa: Kuat Nggak Mesin Vario 160 Ngangkat Ban Lebar?

mesin honda vario 160

Sebelum kita ngomongin ukuran karet bundar, kita wajib bedah dulu “jantung” dari motor ini. Apakah tenaganya mumpuni buat memutar roda yang lebih berat? Jangan sampai gaya doang oke, tapi pas tanjakan malah ngeden. Honda membekali Vario 160 dengan mesin eSP+ 4 katup yang sebenarnya punya output tenaga cukup impresif di kelasnya.

Merujuk pada data spesifikasi resmi dari laman Astra Honda Motor, mesin 156,9 cc ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 11,3 kW atau setara dengan 15,4 PS pada putaran 8.500 RPM. Sementara itu, jambakan torsinya ada di angka 13,8 Nm pada 7.000 RPM. Angka ini jelas upgrade signifikan dibanding Vario 150 lawas. Artinya apa? Secara teknis, mesin Vario 160 PANTAS dan MAMPU mengakomodasi kenaikan ukuran ban satu hingga dua tingkat di atas standar tanpa mengorbankan performa tarikan awal secara drastis.

Namun, kalian juga perlu ingat bobot motornya. Vario 160 punya berat kosong sekitar 115 kg (tipe CBS) dan 117 kg (tipe ABS). Kalau kalian menambah beban ban yang terlalu oversize, Power to Weight Ratio (PWR) motor pasti bakal turun. Ujung-ujungnya, konsumsi BBM bakal lebih boros dari biasanya. Buat yang pengen tau detail performa aslinya sebelum modifikasi, kalian bisa baca ulasan di artikel review Vario 160 ini.

Batas Aman Upgrade Ban Vario 160 Velg Standar

batas aman upgrade ukuran ban vario 160 pake velg standar

Sekarang masuk ke menu utama. Pabrikan menyematkan velg ring 14 pada Vario 160 dengan lebar tapak yang sebenarnya cukup mumpuni untuk harian, yaitu lebar 2,5 inci di depan dan 3,5 inci di belakang. Ban standarnya berukuran 100/80-14 (Depan) dan 120/70-14 (Belakang).

Kalau kalian mau tetap mempertahankan velg standar (OEM) dan cuma mau ganti ban (tanpa ganti velg lebar), rumus paling aman dan nyaman adalah step up satu tingkat. Berdasarkan riset bengkel dan testimoni komunitas, Admin merekomendasikan tabel batas aman berikut ini:

Posisi BanUkuran StandarUpgrade Aman (Recommended)Batas Maksimal (Mentok)
Depan100/80-14110/80-14120/70-14 (Rawan Mentok)
Belakang120/70-14130/70-14140/70-14 (Efek Donat)

Admin sangat menyarankan opsi “Upgrade Aman”. Kenapa? Karena di ukuran 110/80 (depan) dan 130/70 (belakang), profil ban masih terlihat kotak dan proporsional dengan lebar velg. Handling motor justru makin stabil, terutama saat kalian menikung atau mengerem mendadak.

Sedangkan kalau kalian maksa pasang ukuran 140/70 di belakang dengan velg standar lebar 3,5 inci, fenomena “donat” bakal terjadi. Lebar velg yang sempit akan menarik bibir ban secara paksa ke dalam. Akibatnya, tapak ban yang menempel ke aspal malah jadi sempit (hanya bagian tengahnya saja). Pengendara bakal merasa ngeri-ngeri sedap saat merebahkan motor karena bagian pinggir ban melengkung terlalu ekstrem.

Risiko Ban Terlalu Lebar: Speedometer Ngaco & Bensin Boros

speedometer honda vario 160

Bro, modifikasi itu seni, tapi jangan lupakan fungsi. Ada beberapa risiko teknis kalau kalian maksa pasang ban oversize berlebihan tanpa perhitungan matang. Masalah pertama adalah akurasi data berkendara. Speedometer Vario 160 membaca kecepatan dari putaran roda. Mengubah profil ban, terutama ketinggian dindingnya (aspek rasio), akan mengubah diameter total roda.

Jika diameter roda berubah drastis, pembacaan speedometer bakal ngaco. Kalian mungkin merasa lari pelan, padahal aslinya kencang, atau sebaliknya. Kalau kalian masih bingung cara membaca kode ukuran ban (misal arti angka “80” atau “70” di tengah), kalian wajib banget pelajari dasarnya di artikel cara baca kode ban biar nggak salah hitung keliling roda.

Risiko kedua menyangkut beban mesin yang berujung pada konsumsi BBM. Seperti pembahasan Admin di bagian performa tadi, ban lebar = bobot rotasi lebih berat + gesekan ke aspal lebih besar (rolling resistance). Kondisi ini memaksa mesin bekerja lebih keras tiap kali kalian buka gas. Jangan kaget kalau nanti motor kalian jadi lebih sering mampir ke SPBU. Fenomena ini masuk dalam salah satu penyebab bensin boros yang sering luput dari perhatian bikers.

Sekilas Info: Komparasi dengan Kaki-Kaki Aerox 155

kaki-kaki vario 160 vs aerox 155

Ngomongin ban gambot matic 150cc, rasanya nggak afdol kalau kita nggak nyenggol rival abadi Vario, yaitu Yamaha Aerox 155. Banyak pengguna Vario iri melihat kaki-kaki Aerox yang dari lahir sudah super lebar. Tapi pengguna Aerox pun punya batasnya sendiri, lho.

Yamaha membekali Aerox 155 dengan velg belakang super lebar. Sesuai data teknis dari Yamaha Motor Indonesia, ban belakang standar Aerox sudah berukuran 140/70-14. Batas aman upgrade ban belakang Aerox ada di ukuran 150/70-14. Kalau kalian maksa naik ke ukuran 160 di Aerox standar, ban biasanya bakal gesrot alias bergesekan dengan per shockbreaker belakang. Jadi, Vario mentok di 130-140, Aerox mentok di 150-160. Masing-masing punya porsinya.

Buat kalian yang lagi galau milih antara dua matic bongsor ini buat bahan modifikasi, coba deh intip analisis lengkapnya di artikel duel Vario 160 vs Aerox.

Tips Memilih Ban Harian: Soft Compound atau Medium?

tipis memilim compound ban

Ukuran sudah ketemu, sekarang kita pilih jenis karetnya. Di pasaran, ban soft compound dengan harga terjangkau sedang jadi tren. Merk-merk lokal seperti Corsa, FDR, hingga Maxxis mendominasi pasar ini. Pertanyaannya, cocok nggak buat harian?

Ban soft compound punya kelebihan grip alias daya cengkeram yang lengket banget ke aspal, bikin pede pas nikung. Tapi, usianya pendek. Buat pemakaian harian komuter dengan jarak tempuh jauh, ban jenis ini mungkin cuma bertahan 6-8 bulan. Kalau kalian tipe biker ekonomis yang pengen ban awet setahun lebih, mending pilih medium compound. Tapi kalau kalian tipe “Cornering Enthusiast”, soft compound adalah investasi keselamatan yang worth it.

Satu lagi, jangan lupa soal tekanan angin. Mentang-mentang ban lebar, bukan berarti kalian wajib mengeraskan tekanan angin sampai batu. Tekanan angin yang salah bisa bikin ban habis tidak rata. Untuk matic ring 14 pemakaian harian, jaga tekanan di kisaran 29-30 PSI (Depan) dan 33-34 PSI (Belakang). Lebih detail soal jenis-jenis kompon bisa kalian baca di ulasan jenis kompon ban.

Pertimbangkan dan Bijaklah Sebelum Membeli Bro

honda new vario 160

Upgrade ukuran ban di Honda Vario 160 memang cara paling instan dan ampuh buat mendongkrak penampilan jadi lebih maskulin. Tapi ingat, modifikasi yang baik adalah modifikasi yang terukur. Naik satu step (110 depan, 130 belakang) adalah sweet spot atau titik tengah terbaik antara estetika, performa, dan kenyamanan. Jangan korbankan keselamatan cuma demi gaya “donat” yang sebenarnya malah mengurangi traksi.

Dengan tenaga 15,4 PS, Vario 160 kalian masih sanggup kok diajak lari pakai ban ukuran 130. Asal jangan lupa, kalian juga perlu memperhatikan sektor CVT (misal ganti roller sedikit lebih ringan) kalau kalian merasa tarikan awal jadi agak berat setelah ganti ban. Gimana Brads? Tim ban standar atau tim ban gambot nih? Coba kasih pendapat kalian di kolom komentar ya, kita diskusi santai!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini