Beranda Matic Lampu ABS Nmax Nyala Terus? Jangan Ganti Modul, Ini Trik Servis Hemat!

Lampu ABS Nmax Nyala Terus? Jangan Ganti Modul, Ini Trik Servis Hemat!

69
0
Service Modul ABS Nmax Error

Pernah gak sih, lagi asik-asik riding santai sore hari menikmati angin sepoi-sepoi, tiba-tiba panel instrumen motor Yamaha Nmax kesayangan kamu ngasih sinyal “horor”? Lampu indikator ABS yang tadinya anteng, mendadak menyala terus tanpa kedip. Belum lagi drama speedometer yang angkanya anteng di 0 km/jam padahal motor lagi lari kencang di jalan raya.

Kalau kamu langsung panik dan bawa ke bengkel resmi, siap-siap saja jantung mau copot saat dengar vonisnya. Hampir pasti, mekanik bakal menyarankan ganti modul ABS satu set (Hydraulic Unit Assy). Harganya saat ini bisa tembus Rp 5 jutaan, bahkan lebih mahal dari motor bekas tahun tua! Waduh, bisa bikin dompet auto-keringat dingin tuh, Bro.

Tapi tenang dulu, jangan buru-buru jual motor atau gesek kartu kredit. Admin punya kabar baik buat kamu yang lagi ngalamin masalah pelik ini. Kerusakan ini seringkali bukan karena “otak” elektroniknya yang mati total. Seringkali, masalah mekanis sepele menjadi penyebab utamanya. Kamu bisa mengakalinya dengan biaya jauh lebih murah, bahkan estimasinya bisa di bawah Rp 500 ribu perak saja.

Kenali Gejala Awal Modul ABS Nmax Mulai Error

Gejala Awal Modul ABS Nmax Mulai Error

Sebelum kita bongkar solusinya lebih dalam, kita wajib memastikan dulu sumber masalahnya. Jangan sampai kamu sudah bongkar body sana-sini, ternyata cuma kabel yang digigit tikus atau sekring putus. Pengguna Yamaha Nmax (terutama Nmax Old generasi 2015-2019 dan beberapa Aerox tipe ABS) biasanya merasakan gejala paling umum yang sangat khas.

Ciri utamanya adalah munculnya Kode Kerusakan 42 pada panel speedometer jika kamu melakukan scan menggunakan alat diagnostik. Secara visual, lampu indikator ABS yang berwarna kuning akan menyala statis (melotot) dan tidak berkedip sama sekali saat motor berjalan. Padahal, normalnya lampu ini akan mati saat motor melaju di atas 10 km/jam.

Selain itu, fungsi speedometer alias penunjuk kecepatan jadi mati total (0 km/h) dan fitur Real-time Fuel Consumption (Ave/Eco) juga ikut error. Kamu juga akan merasakan tarikan motor jadi lebih berat dan fitur Variable Valve Actuation (VVA) jadi tidak aktif. Kenapa bisa begitu? Karena ECU membaca motor dalam kondisi diam (speed 0), sehingga suplai bensin tidak optimal. Hal ini juga sering menjadi salah satu penyebab bensin motor boros secara mendadak.

Kasus ini memang jadi momok menakutkan, mirip dengan daftar penyakit umum lainnya yang pernah Admin bahas di artikel tentang checklist penyakit Yamaha NMAX bekas. Jadi, buat kamu yang baru beli Nmax seken, wajib cek bagian ini ya!

Biang Kerok Masalah: Cuma Gara-Gara Arang!

Penyebab utama modul ABS Nmax Rusak

Nah, ini dia rahasia yang jarang bengkel resmi ungkap ke konsumen. Banyak bikers mengira kalau modul ABS rusak itu artinya sistem komputer atau chip di dalamnya jebol. Padahal, dinamo pump ABS yang macet menyebabkan 90% kasus ABS error pada Nmax. Komponen dinamo ini bertugas memompa minyak rem balik saat sistem Anti-lock Braking System (ABS) bekerja mencegah roda terkunci.

Lantas, kenapa bisa macet? Penyebab utamanya muncul dari carbon brush atau sikat arang di dalam dinamo tersebut. Arang ini bisa habis termakan usia atau macet karena kotoran. Posisi modul ABS Nmax ada di bagian depan, tepat di bawah cover body dada (di balik headlamp). Sayangnya, cipratan air hujan atau debu halus sangat mudah mengenai posisi ini dalam jangka waktu lama.

Kotoran ini lama-kelamaan menumpuk di dalam dinamo, bikin per (pegas) penekan arang jadi macet. Akhirnya, dinamo gak mau muter saat kontak ON. Karena dinamo gak respon saat sistem melakukan self-check, ECU langsung mendeteksi error, memutus arus ke ABS, dan menyalakan lampu peringatan sebagai tanda sistem keamanan sedang non-aktif.

Tutorial Servis Modul ABS: Ganti Arang Modal Hemat

Tutorial Servis Modul ABS Nmax

Oke, kita masuk ke “daging” artikel ini. Solusinya bukan ganti modul segondol, tapi cukup ganti arangnya saja! Namun kamu perlu ingat, trik ini butuh keberanian dan keahlian tangan yang lumayan alias “skill dewa” dikit. Pasalnya, Yamaha Indonesia mendesain part ini sebagai komponen sealed atau tertutup permanen.

Prinsip pengerjaannya mirip kayak kita merawat part lain secara mandiri, seperti pembahasan Admin di panduan perawatan motor matic sendiri. Bengkel spesialis biasanya melakukan langkah-langkah teknis berikut:

1. Persiapan Alat Tempur

Sebelum eksekusi, pastikan kamu punya alat-alat ini:

  • Kunci T10 dan Obeng Plus (untuk buka body).
  • Gergaji besi kecil atau alat Dremel (bor tunner) dengan mata potong.
  • Solder dan timah.
  • Lem Epoxy (Lem Porting/Lem Besi) atau Sealant kaca yang kuat.
  • Arang dinamo pengganti (bisa pakai arang dinamo Power Window mobil Honda Jazz/Toyota yang sudah kamu modifikasi).

2. Proses Pembedahan

Langkah pertama tentu melepas modul ABS dari motor. Ingat, minyak rem akan tumpah, jadi siapkan lap dan air sabun karena minyak rem jahat ke cat body. Setelah unit modul ada di tangan, perhatikan bagian belakang yang berupa plastik hitam cembung (tempat dinamo).

Kamu harus membelah atau memotong casing plastik tersebut dengan sangat hati-hati. Potonglah secara melingkar mengikuti alur dinamo. Jangan potong terlalu dalam karena bisa melukai kumparan dinamo di dalamnya. Ini adalah tahap paling krusial.

3. Penggantian Carbon Brush

Setelah terbuka, kamu bakal lihat dinamo kecil di dalamnya. Cek kondisi carbon brush-nya. Biasanya arang sudah tipis, habis sebelah, atau per-nya macet karena debu hitam. Bersihkan semua kotoran dengan contact cleaner. Karena Yamaha gak jual arang dinamo ABS secara ketengan, kita harus kreatif.

Amplas arang dinamo power window mobil yang sudah kamu siapkan sampai ukurannya pas masuk ke rumah dinamo Nmax. Solder kabel arang baru tersebut dengan kuat. Pastikan per bisa menekan arang dengan bebas agar kontak listrik lancar.

4. Penutupan dan Pengeleman

Setelah kamu memasang arang baru, tes putaran dinamo dengan memberi arus 12V sebentar saja. Kalau dinamo berputar lancar, berarti operasi berhasil. Langkah terakhir adalah menutup kembali casing hasil potongan tadi.

Gunakan lem epoxy atau lem kaca yang berkualitas tinggi. Pastikan lem tersebut benar-benar kedap air (waterproof) dan menutup semua celah bekas potongan. Kebocoran sedikit saja (seujung jarum) bisa bikin air masuk saat cuci motor, bikin modul konslet, dan tamat riwayatnya.

Alternatif Kedua: Ubah ke Non-ABS (Jalur Pensiun)

mengubah nmax ABS jadi Non AMS

Kalau kamu merasa trik di atas terlalu ribet, berisiko tinggi, atau takut gagal, ada opsi kedua yang lebih radikal. Kamu bisa mematikan fungsi ABS-nya alias downgrade ke sistem pengereman standar (Non-ABS). Banyak orang memilih cara ini saat pusing lihat lampu indikator nyala terus tapi budget lagi tipis banget.

Caranya bukan cuma cabut kabel ya, Bro. Kita wajib mengubah jalur selang rem (Bypass). Kamu harus menyambung langsung selang rem dari master atas ke kaliper bawah, tanpa melewati modul ABS. Biarkan modul ABS tetap terpasang dan colokan kabelnya tetap nempel. Tujuannya hanya untuk membohongi ECU supaya speedometer tetap jalan normal, tapi saluran minyak rem-nya sudah tidak lewat situ lagi.

Meskipun murah meriah, ingatlah bahwa cara ini membuat fitur keamanan anti-selip ban saat ngerem mendadak jadi hilang total. Sensasi pengeremannya bakal beda, mirip kalau kamu bawa motor matic standar lainnya. Kalau kamu pecinta teknologi terbaru seperti ulasan di review Yamaha NMAX generasi terbaru, rasanya sayang banget kalau kamu mematikan fitur canggih penyelamat nyawa ini begitu saja.

Pilih Hemat atau Upgrade Total?

Pada akhirnya, keputusan ada di tangan dan isi dompet kamu, Bro. Kalau kamu punya budget sultan dan memprioritaskan ketenangan pikiran jangka panjang tanpa mau ribet, membeli modul baru original seharga 5 jutaan jelas opsi paling aman. Garansi terjamin, hati tenang, riding pun nyaman.

Namun, buat kita kaum “mendang-mending”, opsi servis ganti arang dengan biaya jasa sekitar Rp 300.000 sampai Rp 500.000 di bengkel spesialis adalah solusi yang sangat worth it. Dengan penghematan sekitar 4,5 juta rupiah, sisa duitnya bisa kamu pakai buat modifikasi sektor lain, beli ban baru, atau bahkan buat modal touring keliling pulau!

Gimana menurut kalian, Sobat Exmotoride? Ada yang pernah sukses servis modul ABS atau malah pilih jalan pintas jadi Non-ABS? Coba share pengalaman pahit-manis kalian di kolom komentar ya, biar teman-teman yang lain bisa belajar dari pengalaman kalian!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini