Beranda Moto Trail Solusi Anti-Jinjit: Pasang Lowering Kit Yamaha WR 155 R yang Aman &...

Solusi Anti-Jinjit: Pasang Lowering Kit Yamaha WR 155 R yang Aman & Nyaman

48
0
Lowering Kit Yamaha WR 155 R Aman

Siapa sih yang nggak naksir sama tongkrongan Yamaha WR 155 R? Desainnya gagah, mesinnya paling bertenaga di kelasnya, dan suspensinya enak banget buat trabasan. Tapi, bikers Indonesia sering menghadapi satu masalah klasik: tingginya itu, lho! Jika kita mengintip data di situs resmi Yamaha, motor ini memang dirancang jangkung dengan seat height 880mm. Angka setinggi itu sukses membuat mayoritas orang dengan tinggi badan di bawah 170cm harus “jinjit balet” saat berhenti di lampu merah.

Kalau kalian hanya memakainya sesekali di sirkuit off-road sih mungkin nggak masalah. Namun, cerita bakal berbeda kalau kalian menggunakan motor ini buat harian di kemacetan Jakarta. Wah, betis bisa keram, Bro! Oleh karena itu, banyak sobat bikers mencari jalan pintas dengan memasang lowering kit. Tujuannya jelas, biar kaki bisa napak sempurna dan hati lebih tenang saat bermanuver di jalanan padat.

Nah, di artikel ini tim Exmotoride bakal membedah tuntas soal lowering kit Yamaha WR 155 R yang aman. Tapi sebelumnya, yuk kita bedah dulu spesifikasi kaki-kaki bawaannya biar kalian paham kenapa motor ini jangkung banget!

Spesifikasi Dimensi & Kaki-Kaki Yamaha WR 155 R

Spesifikasi Dimensi & Kaki-Kaki Yamaha WR 155 R

Sebelum kita mengutak-atik tinggi motor, ada baiknya kita tahu dulu data mentah dari pabrikan. Ini penting sebagai patokan biar ubahan yang kita lakukan masih dalam batas toleransi aman. Berikut adalah data spesifikasi dimensi dan kaki-kakinya:

ParameterData Spesifikasi Pabrikan
Seat Height (Tinggi Jok)880 mm
Ground Clearance245 mm
Suspensi DepanTelescopic Fork 41mm (Travel Panjang)
Suspensi BelakangMonocross dengan Link System
Berat Isi (Curb Weight)134 kg
Ukuran Ban2.75-21 (Depan) & 4.10-18 (Belakang)

Dengan bobot isi mencapai 134 kg, WR 155 R tergolong “berisi” untuk kelas 150cc. Kalau kaki kalian nggak napak sempurna (jinjit), menahan beban 134 kg saat motor miring sedikit saja bakal terasa sangat berat. Inilah alasan kenapa lowering kit jadi solusi favorit banyak rider yang ingin motornya lebih bersahabat.

Apa Itu Lowering Kit dan Bagaimana Cara Kerjanya?

apa itu lowering kit dan bagaimana cara kerjanya

Buat kalian yang baru main di segmen garuk tanah, mungkin masih agak asing dengan istilah teknis ini. Pada dasarnya, lowering kit untuk motor trail pemula seperti WR 155 R memiliki wujud komponen pengganti pada sistem suspensi belakang. Komponen ini terletak tepat di bagian linkage atau sering orang sebut “tulang anjing” (dogbone) alias conrod yang menghubungkan shockbreaker dengan swing arm.

Prinsip kerjanya sebenarnya sederhana tapi unik. Kalau kalian mau memendekkan motor, kalian justru harus mengganti link unitrack bawaan pabrik dengan ukuran yang lebih panjang. Lho kok malah memanjangkan? Iya, Bro. Pada sistem suspensi monocross dengan link, tulang anjing yang lebih panjang akan memaksa posisi swing arm naik (relatif terhadap rangka). Akibatnya, posisi buntut motor turun secara signifikan.

Ini merupakan salah satu trik modifikasi paling efektif dan reversible (bisa balik ke standar). Berbeda dengan memotong per shockbreaker yang bisa merusak karakter damping dan bikin rebound ngawur, mengganti link unitrack relatif lebih aman asalkan kalian menghitungnya pas dan memilih material kuat.

Pilih Material: Bearing vs Bushing (Penting!)

material-bearing-dan-bushing-yamaha-WR155

Sebelum checkout barang di marketplace, kalian wajib memperhatikan satu hal teknis: jenis bantalannya. Pasar menyediakan dua jenis konstruksi lubang baut untuk lowering kit WR 155 R. Jangan sampai salah pilih karena efeknya ke kenyamanan dan keawetan sangat terasa.

1. Model Bushing (Bos-bosan Biasa)

Model ini biasanya memiliki harga murah meriah. Lubangnya hanya berupa pipa besi atau teflon tanpa bearing. Kekurangannya, gesekan antara baut dan bushing sangat tinggi. Akibatnya, suspensi belakang terasa keras, kaku, dan sering memunculkan bunyi “cit-cit-cit” yang mengganggu. Selain itu, bushing cepat aus kalau sering kena lumpur.

2. Model Needle Bearing (Bambu)

Tim Exmotoride sangat menyarankan pilihan ini. Model ini memiliki kelengkapan bearing bambu (needle bearing) persis seperti link bawaan pabrik. Gerakan naik-turun swing arm jadi lancar tanpa hambatan. Suspensi tetap empuk dan rebound main sempurna. Harganya memang lebih mahal, tapi sebanding dengan kenyamanan dan keawetan komponen kaki-kaki kalian.

Batas Aman Penurunan: Jangan Asal Ceper!

batas aman peneurunan tinggi WR155R

Mentang-mentang pengen napak, jangan sampai kalian memasang lowering kit terlalu ekstrem ya, Bro. Berdasarkan pengalaman dan data teknis di lapangan, batas aman penurunan tinggi jok Yamaha WR 155 R hanya berkisar 3 sampai 5 cm. Kenapa nggak boleh lebih dari itu?

Ada beberapa risiko fatal mengintai kalau kalian memaksa motor trail jadi terlalu ceper:

  • Gesrot Spakbor (Bottoming): Saat suspensi main habis (bottoming), misalnya pas menghajar polisi tidur, ban belakang bisa menabrak spakbor kolong atau filter udara. Ini bahaya banget!
  • Ground Clearance Berkurang: Hakikat motor trail adalah ground clearance tinggi (245 mm) buat melibas rintangan. Kalau terlalu rendah, batu atau polisi tidur tinggi bisa menghantam mesin bawah (crankcase).
  • Handling Berubah (Rake & Trail): Menurunkan bagian belakang secara ekstrem tanpa mengimbanginya dengan depan akan mengubah sudut rake (kemudi) jadi lebih “chopper”. Efeknya, motor terasa berat buat belok dan nggak lincah lagi di tikungan.

Jadi, pastikan kalian memilih ukuran lowering kit yang bijak. Turun 3 cm saja sebenarnya sudah sangat terasa bedanya buat kenyamanan kaki, kok. Ingat, keselamatan nomor satu.

Daftar Harga Lowering Kit: Original vs Lokal

Harga Lowering Kit Yamaha WR155R

Opsi di pasaran melimpah ruah. Mulai dari buatan bengkel bubut lokal sampai brand aftermarket ternama. Harga pun bervariasi tergantung bahan dan fitur. Berikut estimasi harganya:

Jenis Lowering KitKisaran HargaKelebihanKekurangan
Custom Lokal (Besi Solid)Rp 75.000 – Rp 150.000Murah meriah, tebal & kuatBerat, finishing kasar, cat gampang ngelotok
Aftermarket (CNC Alumunium)Rp 250.000 – Rp 500.000Presisi, ringan, tampilan keren (anodized)Harga lumayan, harus cek kualitas bearing
Brand Impor/PremiumDi atas Rp 700.000Kualitas bearing terjamin, seal rapatMahal, stok kadang susah dicari

Saran tim Exmotoride, kalau budget terbatas, mending beli yang besi solid tapi sudah pakai bearing. Tapi kalau ada rezeki lebih, pilih yang CNC alumunium seri T6 atau T7 karena jauh lebih kuat dan anti karat.

Masalah Standar Samping (Kickstand)

permasalahan standar samping wr155r

Bikers pemula sering melupakan poin ini. Setelah sukses menceperkan motor pakai lowering kit, masalah baru muncul: Standar samping bawaan jadi kepanjangan! Akibatnya, saat parkir, posisi motor berdiri terlalu tegak (hampir 90 derajat).

Kondisi ini sangat berbahaya, Bro. Senggolan sedikit saja bisa bikin motor rubuh ke arah kanan. Apalagi kalau kalian parkir di tanah yang permukaannya nggak rata. Solusinya ada dua:

  1. Potong & Las: Bawa standar samping ori ke tukang las, potong sekitar 2-3 cm, lalu las kembali tapaknya. Biayanya murah, cuma 20-30 ribuan.
  2. Beli Standar Aftermarket: Sekarang pedagang sudah banyak yang menjual standar samping adjustable (bisa atur panjang-pendek) khusus untuk WR 155 atau KLX. Ini lebih praktis dan rapi.

Alternatif Lain: Papas Jok & Turun Shock Depan

solusi pempasan jok wr155r

Kalau kalian masih ragu mengutak-atik geometri suspensi belakang karena takut garansi hangus, masih ada cara lain kok. Kalian bisa mengombinasikan trik ini buat bikin perjalanan touring jauh lebih nyaman tanpa jinjit.

1. Papas Busa Jok (Seat Shaving)

Ini cara paling aman karena tidak mengubah sektor kaki-kaki sama sekali. Kalian bisa memapas busa jok WR 155 yang tebal itu sekitar 2-3 cm dan membentuk ulang biar paha lebih rapat (slim). Risikonya cuma satu: pantat jadi lebih cepat panas dan pegal kalau riding berjam-jam karena busa menipis.

2. Menurunkan Shock Depan

Kalian bisa menurunkan suspensi depan teleskopik WR 155 (diameter 41mm) dengan cara melonggarkan baut segitiga (triple clamp) lalu menaikkan as shock ke atas. Batas amannya sekitar 2-3 cm. Jangan sampai mentok stang ya, nanti handling jadi aneh. Menurunkan depan ini wajib kalian lakukan kalau sudah menurunkan belakang, tujuannya biar motor tetap rata (level) dan distribusi bobot seimbang.

Kombinasi antara menurunkan shock depan 2 cm, pasang lowering kit 3 cm, dan papas jok sedikit, biasanya jadi “ramuan ajaib” buat bikers dengan tinggi 160-165 cm supaya bisa napak jinjit santai tanpa takut motor gubrak.

Jadi Bro, Siap Ucapkan Selamat Tinggal Jinjit Balet?

riding nyaman dengan WR155R yang sesuai tinggi badan

Mari kembali ke kebutuhan utama kalian, Bro. Kalau Yamaha WR 155 R ini merupakan motor tempur harian buat ke kantor atau nongkrong, memasang lowering kit adalah investasi kenyamanan yang sangat masuk akal. Rasa percaya diri saat berhenti di lampu merah itu mahal harganya daripada rasa was-was setiap kali mau berhenti.

Akan tetapi, kalau niatnya buat trabas ekstrem atau kompetisi enduro, tim Exmotoride sarankan pertahankan tinggi standarnya atau cari lowering kit yang benar-benar high quality (baja) biar linkage nggak patah saat kena siksaan jalur ekstrem. Pastikan juga kalian mengecek sektor lain seperti kekencangan jari-jari velg barengan dengan modifikasi ini biar tetap center dan aman.

Gimana menurut kalian, Sobat Exmotoride? Kalian tim jinjit pride atau tim napak nyaman nih? Share pengalaman kalian di kolom komentar ya, terutama yang pernah ngalamin standar samping kependekan!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini