Sobat Exmotoride pasti merasakan kalau tenaga bawaan Kawasaki KLX 150 seringkali terasa “ngos-ngosan”. Kita sering kesulitan saat mengajak motor ini menanjak ekstrem, apalagi kalau bobot badan kita agak berisi. Mesin rasanya berteriak kencang tapi motor seperti lari di tempat, padahal tangan kanan sudah memelintir gas dalam-dalam. Solusi paling ampuh untuk masalah ini adalah memasang Paket Bore Up KLX 150 Harian 63mm.
Kondisi loyo ini sebenarnya wajar saja terjadi. Kubikasi asli motor ini hanya 144cc sehingga tenaga yang keluar seringkali kurang nendang untuk melibas topografi Indonesia yang variatif. Anak trail Indonesia biasanya mengambil jalan pintas instan untuk mengatasi masalah ini. Mereka lebih memilih modifikasi sektor mesin alias bore up.
Akan tetapi, banyak bikers pemula sering terjebak dengan nafsu tenaga besar. Mereka lupa memikirkan faktor durabilitas mesin. Ingat Bro, kalian jangan asal membesarkan kapasitas mesin secara membabi buta jika motor masih menjadi andalan harian atau sekadar trabas tipis-tipis.
Admin punya resep paling sweet spot alias pas buat penggunaan harian. Pilihlah piston ukuran 63mm. Mengapa kita harus memilih ukuran segini? Ubahan ini akan mendongkrak tenaga secara drastis menjadi sekitar 170cc. Namun, mesin tetap adem dan kalian masih bisa mengandalkan keawetannya buat wara-wiri ke kantor atau kampus tanpa takut mogok.
Nah, Admin bakal membedah tuntas racikan Paket Bore Up KLX 150 Harian 63mm pada artikel kali ini. Motor kalian akan berubah jadi “Jambakan Setan” tapi tetap aman di kantong. Kita akan membahas mulai dari pemilihan blok, noken as, karburator, hingga estimasi biaya yang harus kalian siapkan.
Kenapa Paket Bore Up KLX 150 Harian 63mm Paling Ideal?

Mungkin banyak dari kalian menyimpan pertanyaan. “Min, kenapa kita tidak langsung pakai piston 66mm atau 68mm saja biar makin kencang?” Jawabannya sebenarnya sangat simpel. Kita harus menjaga keamanan dinding crankcase.
Piston ukuran 63mm merupakan batas aman buat mesin KLX 150. Kalian tidak perlu melakukan bubut crankcase alias Plug n Play (PnP). Dinding liner akan menjadi terlalu tipis jika kalian memaksakan ukuran di atas itu. Risiko mesin jebol saat panas pun menjadi sangat tinggi.
Mari kita menghitung bersama berapa kapasitas mesin murni setelah menggunakan piston 63mm ini. Kita akan menggunakan rumus volume silinder berikut:
- Rumus: 0,785 x (Diameter Piston)² x Langkah Piston
- Hitungan: 0,785 x (63mm)² x 54,4mm = 169,5cc
Jadi, motor kalian secara teknis sudah naik kelas menjadi 170cc. Torsi putaran bawah bakal naik sangat signifikan dengan kapasitas segini. Tanjakan curam yang tadinya memaksa kalian memakai gigi 1 sambil menggantung kopling, sekarang bisa kalian libas pakai gigi 2 dengan santai.
Upgrade ini tentu menjadi langkah wajib buat kalian yang merasa tenaga standar kurang nendang. Apalagi kalau kita membandingkannya dengan kompetitor modern di kelas motor trail pemula seperti CRF atau WR 155. Motor-motor tersebut lahir dengan bekal tenaga yang lebih besar dari pabrikan.
Pilih Blok Keramik atau Iron Casting?

Penjual biasanya akan menawarkan dua pilihan bahan blok silinder ketika kalian memutuskan untuk membeli paket bore up. Pilihannya adalah keramik dan besi cor (iron casting). Kalian mungkin bingung harus memilih yang mana. Tenang, Admin akan menjelaskan perbedaannya agar kalian tidak salah beli.
| Fitur | Blok Keramik (Ceramic) | Blok Besi (Iron Casting) |
|---|---|---|
| Pelepasan Panas | Sangat Cepat (Mesin Adem) | Standar |
| Durabilitas | Minim Gesekan (Licin) | Tahan Banting & Kuat |
| Perbaikan | TIDAK Bisa Korter | BISA Korter (Oversize) |
| Harga | Relatif Mahal | Lebih Terjangkau |
Admin sebenarnya lebih menyarankan Blok Keramik untuk penggunaan harian yang kadang terkena macet di jalan raya. Alasannya, material komposit keramik memiliki kemampuan melepas panas jauh lebih cepat daripada besi. Suhu mesin pun menjadi lebih stabil dan tidak gampang overheat.
Selain itu, blok keramik meminimalkan gesekan antara piston dan dinding liner. Tenaga yang mesin hasilkan pun bisa lebih efisien. Namun, blok keramik punya satu kelemahan fatal. Kalian tidak bisa melakukan korter (bubut ulang) jika liner baret. Kalian harus mengganti blok baru satu set kalau rusak.
Sebaliknya, Iron Casting dengan piston forging sudah sangat mumpuni kalau budget kalian terbatas. Pilihan ini juga cocok jika kalian mau komponen yang “badak” buat menyiksa motor di hutan. Blok besi ini menang di sektor perawatan jangka panjang. Mekanik bisa melakukan korter ke ukuran oversize jika suatu saat liner mengalami baret.
Noken As dan Kompresi: Kunci Nafas Panjang

Kalian perlu memahami satu hal penting saat menerapkan Paket Bore Up KLX 150 Harian 63mm. Mengganti piston saja tidak cukup untuk mendapatkan performa maksimal. Ibarat atlet yang ototnya sudah besar, nafasnya juga harus kita latih supaya panjang. Mengganti Noken As (Camshaft) racing hukumnya wajib.
Langkah ini bertujuan agar suplai bahan bakar yang masuk ke ruang bakar seimbang. Kapasitas mesin kan sudah bengkak menjadi 170cc, jadi butuh asupan lebih. Pilihlah Noken As tipe T1 (Type 1) atau seri City/Daily khusus untuk spek harian touring atau trabas santai.
Karakter noken as tipe ini fokus mendongkrak tenaga di putaran bawah sampai menengah. Hal ini sangat cocok buat kondisi stop-and-go di kemacetan kota. Kalian juga akan merasakan manfaatnya saat menanjak di jalur single track yang butuh respons cepat.
Admin menyarankan kalian menghindari tipe T2 atau R (Racing) buat harian. Tenaga bawah tipe racing biasanya kempos (kosong) dan suara mesin jadi lebih berisik. Kalian malah akan merasa pegal karena harus sering membuka gas dalam-dalam.
Selanjutnya, perhatikan masalah rasio kompresi. Usahakan kalian mematok kompresi statis di angka maksimal 10,5:1 sampai 11:1 saja. Kita memilih angka ini supaya motor masih aman menenggak bensin oktan 92 (Pertamax). BBM jenis ini sangat mudah kita temukan di SPBU mana saja.
Selain itu, kompresi yang tidak terlalu tinggi membuat dinamo starter standar Kawasaki KLX 150 masih kuat memutar mesin. Mesin bakal cepat panas dan rawan knocking (ngelitik) kalau kompresi ketinggian. Kalian bisa cek panduan lengkap soal BBM di artikel rasio kompresi mesin dan jenis bahan bakar biar mesin awet. Artikel tersebut akan memandu kalian agar tidak salah mengisi bensin.
Asupan BBM: Karbu PE 28 atau PWK?

Pertanyaan sejuta umat selanjutnya sering muncul. “Apakah kita wajib ganti karbu?” Admin menjawab: Sangat Disarankan. Karburator vakum standar KLX 150 (Keihin NCV24) bakal kewalahan menyuplai mesin yang sudah jadi 170cc.
Gejala tidak enak sering muncul jika kalian memaksakan karbu standar. Mesin motor bakal telat respons atau suhu cepat panas. Bahkan, motor bisa brebet di putaran atas karena campuran bensin terlalu irit (lean). Opsi penggantinya ada dua tipe yang paling populer di pasaran.
Pilihan pertama adalah PE 28. Karbu sejuta umat dengan skep bulat ini punya banyak kelebihan. Settingan sangat mudah ketemu, sparepart murah melimpah, dan konsumsi bensin relatif irit. Karbu ini sangat cocok buat pemula yang baru belajar tuning.
Pilihan kedua adalah PWK 28, karbu dengan skep kotak (semi-flat). Keunggulannya ada di respons gas yang lebih galak. Tenaga atas juga terasa lebih ngisi. Namun, settingan PWK biasanya sedikit lebih sensitif terhadap perubahan cuaca (wet weather).
Apapun pilihannya, kalian harus memastikan jetting (Pilot Jet & Main Jet) sesuai. Jangan sampai setelan kekeringan karena bisa bikin piston bolong! Kalian bisa mulai mencoba Pilot Jet ukuran 38 atau 40 dan Main Jet ukuran 115 atau 118 sebagai patokan dasar untuk mesin 170cc.
Kemudian, sesuaikanlah dengan warna busi. Pelajari dulu cara membersihkan dan setting karburator motor yang benar kalau mau coba setting sendiri. Pengetahuan ini penting agar kalian tidak salah langkah.
Resiko Bore Up & Perawatan Ekstra

Setiap kenaikan performa pasti membawa konsekuensi, Bro. Mesin bore up menuntut perhatian lebih dibandingkan mesin standar pabrik. Suhu panas menjadi salah satu musuh utama mesin bore up. Kapasitas mesin yang membesar otomatis menghasilkan kalor yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, kalian jangan pernah pelit dalam urusan oli mesin. Gunakanlah oli dengan viskositas yang sedikit lebih kental. Kalian juga bisa memilih oli yang memiliki spesifikasi tahan panas tinggi. Lakukanlah pergantian oli dengan lebih rajin, misalnya tiap 1.500 km atau 2.000 km sekali.
Sirkulasi oli bisa terhambat jika kalian lalai. Komponen noken as atau piston bisa baret dalam sekejap akibat kelalaian ini. Cek rekomendasi pelumas yang bagus di artikel tips memilih oli motor agar mesin tetap dingin.
Selain oli, pastikan juga kalian memperhatikan gejala aneh pada motor. Contohnya seperti motor brebet atau susah langsam. Masalah sepele seperti karet intake bocor atau filter udara kotor seringkali berakibat fatal di mesin bore up.
Segera cek artikel tentang penyebab motor brebet saat digas jika motor terasa brebet di rpm rendah. Lakukan diagnosa awal sebelum kalian membawanya ke bengkel.
Estimasi Biaya Paket Bore Up KLX 150 Harian 63mm Aman

Admin membuatkan estimasi biaya kasar supaya dompet kalian tidak kaget saat ke bengkel. Rincian ini untuk membangun mesin 170cc harian yang proper (harga part variasi tergantung merek seperti BRT, XTR, Moto1, dll):
- Paket Bore Up (Blok + Piston Kit 63mm): Rp 800.000 – Rp 1.500.000 (Tergantung bahan keramik/besi).
- Noken As Racing (Type T1): Rp 350.000 – Rp 500.000.
- Karburator PE 28 (Original/Copy Premium): Rp 300.000 – Rp 600.000.
- Per Klep (Opsional tapi recommended): Rp 150.000.
- Jasa Pasang & Setting: Rp 250.000 – Rp 400.000.
- Oli Mesin Berkualitas: Rp 100.000.
Total Estimasi: Jadi, kalian minimal harus menyiapkan dana sekitar Rp 2 Jutaan hingga Rp 3 Jutaan. Biaya ini sepadan buat hasil yang maksimal, awet, dan tidak setengah-setengah.
Gimana Bro, Siap Trabas Tanpa Drama?

Admin menilai langkah memasang Paket Bore Up KLX 150 Harian 63mm adalah investasi performa yang paling worth it. Bandingkan saja dengan sekadar mengganti knalpot racing yang cuma menang di suara. Tenaga motor bakal naik signifikan dan tanjakan curam jadi terasa landai.
Hal yang terpenting, durabilitas mesin masih sangat aman buat pemakaian harian kerja atau kuliah kalau kalian mengikuti spek di atas. Kuncinya cuma satu: Kalian jangan malas merawat motor. Rajin ganti oli dan cek kondisi mesin adalah harga mati buat motor bore up.
Nah, apakah Sobat Exmotoride ada yang sudah pasang paket 63mm di KLX-nya? Ceritakan dong pengalaman kalian di kolom komentar. Apakah mesinnya aman sentosa atau malah sering jajan sparepart? Yuk, kita diskusi bareng di bawah!







