Beranda Tips & Trick Bohlam Motor Sering Putus? Jangan Ganti Dulu Sebelum Cek Masalah Ini!

Bohlam Motor Sering Putus? Jangan Ganti Dulu Sebelum Cek Masalah Ini!

195
0
penyebab lampu motor sering putus

Pasti kamu merasa kesal, kan? Rasanya baru kemarin ganti bohlam lampu depan, eh, tiba-tiba hari ini udah putus lagi. Kemudian, kamu ganti lagi, tapi hasilnya sama saja, putus lagi. Duit rasanya kayak kebakar cuma buat beli bohlam. Mungkin kamu berpikir, “Apakah bohlamnya yang jelek?”

Sabar, Bro. Exmotoride kasih tahu ya, faktanya, dalam banyak kasus, bohlam itu cuma korban. Sebenarnya, ada “penjahat” lain dalam sistem kelistrikan motor kamu yang jadi biang keroknya. Jangan menyepelekan masalah ini dengan hanya mengganti bohlam saja. Pasalnya, mengganti bohlam terus-menerus tanpa mencari akar masalahnya itu ibarat menguras air di kapal bocor pakai sendok. Percuma!

Seringkali, masalah ini menjadi tanda adanya kerusakan yang lebih serius di sistem kelistrikan. Oleh karena itu, daripada kamu buang-buang duit dan waktu, atau malah harus mengeluarkan biaya servis motor yang lebih mahal nantinya, mending kita bedah bareng apa aja biang keroknya.

9 Biang Kerok Utama Kenapa Lampu Motor Sering Putus

Biang Kerok Utama penyebab lampu Motor Sering Putus

Oke, kita masuk ke ruang operasi. Ternyata, ada banyak tersangka yang bisa bikin bohlam kamu “meninggal” prematur. Kita sudah riset dan kumpulkan 9 tersangka paling umum yang sering bikin pusing para rider. Berikut ini adalah daftarnya, dari yang paling sering terjadi sampai yang jarang terpikirkan.

1. Kiprok (Regulator/Rectifier) Rusak: Sang Tersangka Utama

Pertama-tama, kalau ada satu komponen yang harus kamu curigai, inilah dia. Kiprok adalah otaknya sistem pengisian. Fungsinya ganda: pertama sebagai rectifier (mengubah arus AC dari spul jadi DC untuk aki) dan kedua sebagai regulator (menstabilkan dan membatasi voltase alias tegangan listrik).

Bayangkan kiprok ini kayak satpam di pintu bendungan. Dia menjaga agar aliran listrik yang masuk ke aki dan lampu nggak berlebihan. Akan tetapi, kalau satpamnya ketiduran (baca: kiprok rusak), bendungan jebol! Arus listrik yang liar dan tegangannya terlalu tinggi (lebih dari 15 Volt) bakal langsung menghantam aki dan bohlam. Akibatnya, bohlam kamu “kepanasan” dan filamennya putus seketika.

2. Aki Mengalami Overcharge (Pengisian Berlebih)

Selanjutnya, ini adalah efek domino langsung dari kiprok yang rusak. Seperti pembahasan sebelumnya, kiprok yang jebol bikin aki “dicekoki” listrik terus-menerus tanpa batas. Kondisi inilah yang kita sebut aki overcharge.

Pada dasarnya, aki yang sehat harus menerima tegangan stabil di kisaran 13,8V – 14,7V saat mesin menyala. Namun, kalau sampai overcharge, tegangannya bisa melonjak gila-gilaan. Aki jadi panas, air aki (jika tipe basah) cepat mendidih, dan umurnya pendek. Lebih parah lagi, tegangan super tinggi ini juga mengalir ke bohlam, membuatnya menerima “nutrisi” berlebih yang mematikan. Filamen bohlam itu terdesain untuk voltase spesifik (biasanya 12V), sehingga jika menerima 15V atau lebih, jelas langsung “terbakar”.

3. Spul (Stator) Mulai Lemah atau Rusak

Di sisi lain, jika kiprok adalah otak, maka spul adalah jantungnya. Spul (atau stator) merupakan generator yang menghasilkan listrik mentah (berbentuk arus AC) berkat putaran magnet mesin. Listrik mentah inilah yang kemudian masuk ke kiprok untuk proses pengolahan.

Apabila spul mulai lemah, gosong, atau ada lilitannya yang putus, arus yang keluar jadi nggak stabil. Kadang besar, kadang kecil. Hal ini bikin kerja kiprok jadi super berat. Kiprok harus bekerja ekstra keras untuk menstabilkan arus yang naik-turun. Lama-kelamaan, kiprok kalah dan akhirnya jebol. Dan kalau kiprok sudah jebol, kita kembali ke masalah nomor 1 dan 2.

4. Korsleting atau Kabel Bodi Ada yang Luka

Selain itu, ini juga musuh dalam selimut. Kabel bodi motor itu usianya terbatas. Karena terkena panas, getaran, dan air hujan, isolasi (pembungkus) kabel bisa getas, retak, atau terkelupas. Apalagi kalau kamu sering memodifikasi kelistrikan motor secara asal-asalan.

Saat ada kabel positif yang terkelupas dan menyentuh rangka (massa/negatif), terjadilah korsleting atau hubungan arus pendek. Biasanya, ini bikin sekring putus. Tapi kalau korsletingnya terjadi di jalur lampu, ia bisa menciptakan lonjakan arus sesaat yang cukup untuk membakar filamen bohlam. Penting untuk dicatat, gangguan kabel ini juga sering menjadi penyebab motor brebet karena pengapian yang tidak stabil.

5. Kualitas Bohlam Abal-abal

Terkadang, masalahnya memang sepele: kamu pakai bohlam murahan. Bohlam berkualitas rendah atau palsu seringkali menggunakan material yang nggak standar. Filamennya lebih rapuh, kaca bohlamnya tipis, dan nggak tahan panas serta getaran mesin motor.

Sebaliknya, bohlam ori atau merek aftermarket ternama sudah lulus uji ketahanan getaran dan fluktuasi suhu. Bohlam abal-abal? Kena getaran sedikit atau dipakai jalan malam agak lama (panas), filamennya bisa putus dengan mudah. Jadi, jangan tergiur harga murah kalau akhirnya kamu harus ganti tiap minggu.

6. Soket Lampu Longgar, Meleleh, atau Berkarat

Faktor lainnya yang sering terlewatkan adalah kondisi soket. Bohlam itu menancap di sebuah “rumah” yang disebut soket. Soket inilah yang menghubungkan listrik ke kaki-kaki bohlam. Seiring waktu, soket ini bisa bermasalah.

  • Longgar: Karena getaran, soket bisa longgar. Koneksi yang kendor bikin aliran listrik nggak stabil dan menimbulkan percikan api kecil (arcing) di dalam soket. Percikan ini menghasilkan panas ekstrem yang bisa melelehkan soket dan merusak bohlam.
  • Berkarat/Kotor: Air dan kotoran bisa masuk ke batok lampu, bikin terminal di dalam soket berkarat atau berjamur. Karat ini menghambat aliran listrik, menciptakan resistansi tinggi yang juga berujung pada panas berlebih.

Jika kamu melihat soket lampu sudah gosong, meleleh, atau terminalnya penuh kerak hijau/putih, itu tandanya masalah ada di sana.

7. Getaran Berlebihan pada Rumah Lampu

Tak bisa dipungkiri, motor pasti bergetar, apalagi saat melibas jalanan Indonesia yang “indah”. Filamen di dalam bohlam (terutama tipe halogen) itu pada dasarnya adalah kawat yang sangat tipis dan rapuh.

Faktanya, getaran berlebihan bisa bikin filamen ini putus, murni karena guncangan mekanis. Penyebab getaran ini bisa macam-macam: baut-baut batok lampu atau dudukan lampu ada yang kendor, mesin terlalu bergetar, atau kamu memang sering menghajar lubang. Oleh sebab itu, jika bohlam sering putus setelah kamu melewati jalan rusak, coba periksa kekencangan dudukan lampu kamu.

8. Masalah Grounding (Kabel Massa) yang Buruk

Perlu kamu tahu, setiap sirkuit listrik butuh jalur positif (setrum) dan jalur negatif (massa atau ground) untuk bekerja. Jalur ground ini biasanya terhubung langsung ke rangka motor. Namun, jika sambungan kabel ground ini kotor, berkarat, atau kendor, aliran listrik baliknya jadi terhambat.

Listrik yang “bingung” ini akan mencoba mencari “jalan pulang” lain, seringkali melalui jalur yang nggak semestinya. Hal ini menciptakan resistansi dan panas di tempat yang nggak terduga, yang bisa merusak komponen elektronik, termasuk bikin lampu gampang putus. Pastikan kabel massa (biasanya warna hitam atau hijau) terpasang kencang dan bersih di rangka.

9. Overload! Kebanyakan Aksesoris Listrik

Terakhir, ini buat kamu yang hobi modifikasi. Pasang klakson kapal? Tambah lampu tembak (LED bar)? Pasang voltmeter, charger HP, dan lain-lain? Keren sih, tapi kamu harus hitung kapasitas kelistrikan motor kamu.

Spul dan kiprok bawaan pabrik itu punya batas kapasitas tertentu. Jika total beban aksesoris kamu melebihi kemampuan spul menghasilkan listrik, sistem akan “tercekik”. Spul dan kiprok akan bekerja 200% setiap saat untuk memenuhi kebutuhan daya. Ujung-ujungnya, spul gosong, kiprok jebol, dan semua masalah di poin-poin atas akan muncul bersamaan.

Cara Cepat Mendiagnosis Sendiri Masalah di Rumah

cara mendiagnosis dan memeriksa sendiri lampu motor sering putus dengan multimeter

Nggak perlu langsung panik ke bengkel. Sebenarnya, ada beberapa langkah diagnosis dasar yang bisa kamu lakukan sendiri di garasi. Kamu cuma butuh obeng, senter, dan idealnya, sebuah multimeter.

Cek Visual: Mata Telanjang Juga Bisa

Buka batok lampu motor kamu. Ini langkah pertama dan termudah. Perhatikan baik-baik kondisi di dalamnya:

  • Lihat Soket Lampu: Apakah ada tanda-tanda gosong? Meleleh di bagian plastiknya? Atau ada kerak putih/hijau (karat) di terminal logamnya? Jika ya, kemungkinan besar masalahnya ada di soket yang kendor atau kotor.
  • Periksa Kabel: Coba urut sedikit kabel yang menuju soket. Apakah ada isolasi kabel yang terkelupas, getas, atau terlihat digigit tikus? Kabel yang telanjang bisa menyebabkan korsleting.

Tes Sederhana Pakai Multimeter (Wajib Punya!)

Ini adalah cara paling akurat untuk “menginterogasi” tersangka utama: Kiprok. Harga multimeter digital murah meriah, tapi gunanya luar biasa. Begini cara gampangnya:

  1. Set Multimeter: Putar selektor multimeter kamu ke mode DCV (Voltase DC) di angka 20. Ini penting, karena aki motor arusnya DC dan tegangannya di kisaran 12V.
  2. Cek Tegangan Aki (Mesin Mati): Tempelkan probe merah (+) multimeter ke kutub positif aki, dan probe hitam (-) ke kutub negatif. Aki yang sehat akan menunjukkan angka sekitar 12,4V sampai 12,7V. Kalau di bawah 12V, akinya tekor.
  3. Cek Tegangan Pengisian (Mesin Nyala): Ini bagian krusialnya. Nyalakan mesin motor kamu. Biarkan dalam kondisi langsam (idle). Tempelkan lagi probe seperti tadi. Angkanya harusnya naik ke sekitar 13,5V – 14,5V.
  4. Tes Puncak (Geber Mesin): Nah, sekarang coba tahan gas (putar gas sedikit) di putaran mesin menengah (sekitar 3000-4000 RPM). Perhatikan angka di multimeter.
    • NORMAL: Tegangan akan stabil di angka 13,8V – 14,7V. Nggak akan lebih dari itu. Ini tandanya kiprok kamu sehat walafiat.
    • BAHAYA (KIPROK RUSAK): Jika saat digas angkanya terus naik, tembus 15V, 16V, atau bahkan lebih, SEGERA MATIKAN MESIN. Ini 99% pasti kiprok kamu jebol dan sedang dalam mode overcharge. Inilah yang “membunuh” bohlam dan aki kamu.

Kesimpulannya, pengecekan ini simpel, tapi sangat akurat untuk mendiagnosis masalah overcharge akibat kiprok rusak.

Tips Pencegahan Biar Kantong Nggak Jebol

tips pencegahan agar terhindar dari lampu motor putus terus

Setelah tahu biang kerok penyebab lampu motor sering putus, pastinya kita nggak mau kejadian ini terulang lagi. Memang, merawat kelistrikan itu gampang-gampang susah. Ini beberapa tips dari Exmotoride biar lampu motor kamu awet:

  • Gunakan Bohlam Berkualitas: Jangan pelit. Selalu gunakan bohlam orisinal (OEM) atau merek aftermarket ternama (Osram, Philips, dll) yang spesifikasinya sesuai dengan motor kamu.
  • Bersihkan Soket Saat Ganti Bohlam: Tiap kali kamu ganti bohlam, sekalian semprot soketnya pakai contact cleaner untuk membersihkan dari debu dan potensi karat.
  • Kencangkan Baut: Cek berkala kekencangan baut-baut batok lampu, spakbor, atau dudukan lampu. Ini membantu mengurangi getaran berlebih.
  • Pahami Batasan: Kalau mau pasang aksesoris listrik, konsultasi dulu. Pastikan total bebannya nggak bikin spul dan kiprok kamu “menjerit”.

Jadi, Penyebab Lampu Motor Sering Putus Itu Bukan Hanya Bohlamnya yang Salah!

bohlam bukan satu-satunya penyebab lampu motor sering putus

Akhirnya, kalau lampu motor mati lagi padahal baru diganti, sekarang kamu tahu harus curiga ke mana. Jangan buru-buru menyalahkan bohlamnya atau lari ke toko beli bohlam baru. Kemungkinan besar, itu adalah gejala dari masalah yang lebih dalam, entah itu kiprok yang rusak, aki overcharge, soket kendor, atau ada kabel yang korslet.

Mencari penyebab lampu motor sering putus memang butuh sedikit kesabaran, tapi itu akan menyelamatkan kamu dari pengeluaran yang nggak perlu. Kelistrikan motor itu ibarat sistem peredaran darah; satu organ bermasalah, yang lain pasti kena imbasnya.

Punya gejala kelistrikan motor bermasalah yang aneh lainnya? Atau bingung setelah cek pakai multimeter? Langsung aja tanya di kolom komentar di bawah, tim Exmotoride siap bantu kamu mendiagnosis! Merawat kelistrikan itu penting, sama pentingnya seperti memahami cara merawat aki motor agar awet biar nggak gampang tekor. Sistem kelistrikan motor, terutama yang masih menggunakan sistem arus bolak-balik (AC) untuk lampunya, memang punya karakter unik yang harus dipahami.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini