Beranda Motor listrik Panduan Ukuran Gear Supermoto Harian Nafas Jadi Panjang: Bye-Bye Mesin Gerung &...

Panduan Ukuran Gear Supermoto Harian Nafas Jadi Panjang: Bye-Bye Mesin Gerung & Boros!

42
0
Ukuran Gear Set Supermoto Harian

Pernah gak sih, Bro, kamu ngalamin momen nyebelin pas motor trail kesayangan baru aja kelar rakit supermoto? Kaki-kaki emang udah ganteng pake ring 17 inchi, tapi pas kamu bawa jalan, rasanya mesin malah “ngereog” parah. Baru lari 60 km/jam, mesin udah teriak minta oper gigi, padahal kamu udah masuk gigi paling tinggi. Kalau kamu merasakan hal ini, tenang aja, kamu gak sendirian. Masalah ini sering menimpa para perakit supermoto pemula yang lupa menyesuaikan final gear ratio.

Banyak dari kita terlalu fokus pada tampilan velg dan ban lebar semata. Sayangnya, kita sering lupa kalau perubahan diameter roda sangat mempengaruhi performa mesin. Faktanya, ban trail standar (Ring 18/21) memiliki keliling lingkaran yang jauh lebih besar dibanding ban aspal (Ring 17). Akibatnya, rasio putaran mesin menjadi kacau balau kalau kamu masih mempertahankan gear bawaan pabrik. Efek buruknya tentu saja bensin jadi boros, mesin cepet panas, dan getaran stang bikin tangan kesemutan.

Oleh karena itu, di artikel kali ini Admin bakal membedah tuntas cara mencari ukuran gear set supermoto harian yang pas. Kita gak cuma ngomongin angka doang, tapi kita juga akan membahas logika teknisnya. Tujuannya sederhana, kita ingin mencari settingan “sweet spot”. Jadi, tarikan bawah tetep nampol buat stop-and-go macet-macetan, tapi sebaliknya, nafas atasnya juga panjang buat cruising santai pas berangkat kerja.

Logika Fisika: Kenapa Motor Jadi “Gerung” Pasca Ganti Ban 17?

permasalahan mesin jadi gerung setelah ganti ring 17

Sebelum kamu memutuskan belanja part, Sobat harus paham dulu logikanya biar gak salah kaprah. Ketika kamu menurunkan ukuran velg dari 18 inchi ke 17 inchi, secara otomatis diameter total roda akan mengecil. Dalam fisika sederhana, roda yang lebih kecil membutuhkan putaran (RPM) yang lebih banyak untuk menempuh jarak yang sama dibanding roda besar.

Kondisi inilah yang membuat rasio final gear standar motor trail (yang biasanya ringan buat nanjak) terasa “terlalu ringan” saat menyentuh aspal dengan ban kecil. Ibaratnya, kamu seperti lari pake gigi 1 terus-terusan. Makanya, mesin bakal teriak kencang tapi lari motor cuma segitu-gitu aja. Selain itu, kondisi RPM tinggi yang konstan ini memaksa mesin menyedot bensin lebih banyak. Kamu bisa mengecek artikel kita soal penyebab motor boros bensin buat memahami korelasi RPM tinggi dan konsumsi bahan bakar secara lebih dalam.

Lantas, apa solusinya? Caranya cukup sederhana tapi krusial. Kita harus “memberatkan” rasio gear-nya. Prinsip dasar yang wajib kamu pegang adalah: Kalau mau nafas panjang dan top speed naik, kamu harus menurunkan angka rasio final gear. Kamu bisa melakukan ini dengan mengecilkan ukuran gear belakang, atau sebaliknya, membesarkan ukuran gear depan.

Rumus Sakti: Mencari Rasio Ideal Harian

menghitung gear dan rasio yang ideal untuk supermoto

Khusus buat pemakaian harian (daily use), kita gak nyari top speed gila-gilaan kayak motor balap. Justru, kita mencari kenyamanan (cruising comfort). Kita butuh rasio di mana mesin bisa rileks di kecepatan 60-80 km/jam. Untungnya, rumus menghitung rasio final gear itu gampang banget, Bro. Kamu cukup membagi jumlah mata gear belakang dengan jumlah mata gear depan.

Rumus: Mata Gear Belakang ÷ Mata Gear Depan = Rasio Final

Semakin kecil angkanya, maka tarikannya akan semakin “berat” tapi nafas makin panjang (Top Speed naik). Sebaliknya, semakin besar angkanya, tarikan jadi “enteng” tapi nafas pendek (Akselerasi naik). Untuk detail rumus teknisnya, kamu bisa pelajari lebih dalam di panduan rumus hitungan gear ratio & RPM yang pernah kita bahas sebelumnya.

Setup MotorKombinasi Gear (Depan-Belakang)Nilai RasioKarakter Mesin
Standar Trail (CRF/KLX)13 – 49 (atau 14-50an)~3.76Jambakan kuat, nafas pendek, gerung di aspal
Supermoto Harian (Opsi A)14 – 453.21Seimbang (Balanced). Akselerasi oke, nafas lumayan
Supermoto Touring (Opsi B)14 – 433.07Nafas panjang, top speed tinggi, akselerasi agak berat
Supermoto Extreme (Opsi C)15 – 453.00Khusus mesin bore-up/stroke-up, terlalu berat buat standar

Perbandingan Head-to-Head: 14-45 vs 14-43

Perbandingan Kombinasi gear 14-45 dan 14-43 untuk supermoto

Dua kombinasi ini adalah “menu wajib” bagi anak supermoto di Indonesia. Namun, manakah yang paling cocok buat kamu? Mari kita bedah satu per satu agar kamu gak salah beli.

1. Kombinasi 14-45 (Rasio 3.21): Sang Raja Jalanan Kota

Jika mesin motor kamu (misal CRF150L, KLX150, atau WR155) masih standar ting-ting alias belum kamu oprek jeroannya, Admin sangat menyarankan kombinasi 14-45. Rasio 3.21 ini adalah titik paling aman. Kamu gak bakal kehilangan torsi terlalu banyak buat nyalip angkot atau bus di dalam kota, tapi di sisi lain, mesin udah jauh lebih adem dibanding standar.

Kelebihan utamanya terletak pada fleksibilitas. Saat macet-macetan, tangan gak bakal pegel main kopling. Kemudian, saat lari 80 km/jam, mesin juga gak teriak minta ampun. Singkatnya, ini adalah setup “Golden Standard” buat daily use.

2. Kombinasi 14-43 (Rasio 3.07): Spesialis Jalan Panjang

Nah, kalau rute harian kamu didominasi jalan lurus panjang (misal jalur pantura atau bypass) dan kamu jarang nemu macet, kombinasi 14-43 bisa jadi pilihan menarik. Dengan rasio 3.07, motor bakal terasa lebih “ngeloyor”. Sensasi berkendaranya mirip motor sport 150cc standar pabrikan.

Meskipun demikian, ada harga yang harus kamu bayar. Tarikan awal bakal terasa agak berat. Kalau ketemu tanjakan curam atau butuh nyalip dadakan, kamu mungkin perlu turun gigi lebih sering dibanding setup 14-45. Setup ini cocok banget buat kamu yang hobi jalan jauh. Jangan lupa, baca juga tips persiapan di artikel panduan touring motor pemula biar makin siap.

Faktor Ban: Jangan Lupa Ukuran Karet Bundar

panduan memilih ukuran ban untuk supermoto

Seringkali bikers melupakan fakta kalau ukuran ban juga mempengaruhi rasio akhir “on the road”. Ban gambot ukuran 130/70-17 atau 140/70-17 memiliki bobot yang jauh lebih berat dibanding ban standar trail yang kurus. Beban putar (rotational mass) yang berat ini bakal makin membebani kerja mesin.

Kalau kamu pake ban super lebar (misal 150 atau 160 di velg 3.5 inch), usahakan jangan pake gear yang terlalu berat (seperti 14-42 atau 14-40). Mesin standar 150cc bakal ngeden parah. Oleh sebab itu, tetaplah main di angka rasio 3.2 (14-45) untuk mengkompensasi berat ban tersebut. Pastikan kamu benar-benar paham cara baca kode ban di panduan spesifikasi ban agar gak salah pilih profil ban.

Rekomendasi Part & Durabilitas: SSS, ROZ, atau Expedition?

rekomendasi part untuk supermoto harian

Urusan merek, pasar Indonesia memang memanjakan kita dengan banyak pilihan menarik. Tapi buat harian, ada beberapa hal krusial yang harus kamu perhatikan selain warna yang mentereng.

Material Baja vs Aluminium

Banyak gear set mahal menggunakan bahan Aluminium (Alloy) seri 7 yang ringan banget. Keren sih, tapi buat harian? Admin gak akan menyarankannya. Gear aluminium cepet banget runcing kalau kamu pake harian tanpa perawatan ekstra. Buat daily use, pilihlah bahan Baja (Steel). Merek kayak SSS punya tipe steel yang warnanya hitam atau nickel chrome. Itu jauh lebih awet.

Rantai: Wajib Heavy Duty (H)

Gaya berkendara supermoto di aspal itu grip-nya jauh lebih gigit dibanding di tanah. Akibatnya, tekanan ke rantai saat akselerasi di aspal itu besar banget, Bro. Rantai biasa (kode 428 polos) bakal cepet melar. Jadi, pastikan kamu memilih rantai kode 428H (Heavy Duty). Merek SSS tipe 428HSB atau DID 428HDS adalah pilihan yang sangat solid dan awet.

Tips Pemasangan & Perawatan Anti Berisik

tips perawatan dan pemasangan gear supermoto

Setelah beli gear set mahal, proses pemasangan juga gak boleh asal-asalan. Beda sama motor trail yang rantainya harus kendor banget buat kompensasi ayunan shockbreaker panjang, rantai supermoto bisa kamu setel sedikit lebih kencang. Namun, tetap harus ada jarak main (free play).

  • Jarak Main Ideal: Setel kekendoran rantai sekitar 3-4 cm. Jangan sekencang motor bebek aspal, karena travel shock supermoto masih lumayan panjang.
  • Luruskan Posisi Roda: Pastikan as roda belakang lurus presisi. Gear yang miring bakal bikin rantai cepet aus dan bunyi “krak-krak”.
  • Pelumasan Rutin: Rantai 428H butuh pelumas. Semprot chain lube tiap 500 km atau abis kena hujan. Jangan pake oli bekas ya, Bro! Itu malah ngundang debu nempel jadi amplas.

Secara teori mekanis yang dijelaskan di Wikipedia, efisiensi transmisi sangat bergantung pada perawatan gesekan rantai ini. Jadi, jangan males nyemprot chain lube!

Sudah Paham Kan,  Jadi Pilih Mana Bro?

supermoto CRF KLX WR155

Memodifikasi gear set itu seni menyeimbangkan antara jambakan awal dan nafas akhir. Gak ada rumus pasti yang 100% bener buat semua orang, karena berat badan rider dan kondisi jalan tiap daerah pasti beda-beda. Tapi kalau kamu maksa minta jawaban pasti dari Admin, inilah rekomendasinya:

Pilihlah 14-45 kalau kamu tinggal di kota padat, sering boncengan, atau mesin masih standar ting-ting. Ini adalah setup paling “badak” dan aman. Sebaliknya, pilihlah 14-43 kalau kamu tinggal di daerah pinggiran yang jalannya lurus-lurus, berat badan kamu ringan (di bawah 65kg), dan kamu ngejar top speed yang lebih tinggi.

Gimana, Brads? Udah siap belanja gear set baru biar motor gak cuma ganteng visualnya tapi juga enak dibawanya? Ingat, modifikasi itu tujuannya bikin nyaman, bukan malah bikin susah. Jangan lupa, cek juga info resmi dari pabrikan motor kamu seperti Astra Honda untuk batas aman spesifikasi mesin.

Punya racikan gear rahasia sendiri yang lebih jos? Atau pernah salah beli ukuran gear dan nyesel? Coba ceritain pengalaman kamu di kolom komentar di bawah biar jadi pelajaran buat temen-temen yang lain. Gaskeun!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini