Beranda Teknologi Roda 2 Perbedaan SOHC dan DOHC: Pahami Kelebihan & Kekurangannya, Brads!

Perbedaan SOHC dan DOHC: Pahami Kelebihan & Kekurangannya, Brads!

1796
0
perbedaan sohc dan dohc 2 katup 4 katup dan vva pada mesin motor

Halo bikers dan Brads di manapun kalian berada, kali ini Exmotoride bakal kupas tuntas tentang perbedaan SOHC dan DOHC pada mesin motor 4 tak. Topik ini sering banget jadi bahan debat panas di tongkrongan karena orang sering membandingkan mana yang terbaik buat harian atau balap. Kita akan bedah apa saja kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis mesin ini secara mendalam.

Sobat harus ingat hal dasar ini dulu, bahwa sepeda motor adalah pengembangan dari sepeda gowes yang membutuhkan mesin sebagai penggerak. Terdapat banyak jenis mesin untuk menggerakan motor saat ini, diantaranya OHC, OHV dan 2 tak yang legendaris. Nah, SOHC dan DOHC merupakan varian dari jenis mesin OHC (Overhead Camshaft) yang mempunyai camshaft atau noken as di kepala silinder.

Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya Brads pahami dulu dasarnya bahwa baik itu SOHC maupun DOHC memiliki persamaan karena masih satu keluarga OHC. Persamaan utamanya adalah keberadaan noken as di kepala mesin yang berfungsi vital untuk performa motor. Noken as atau camshaft ini punya tugas yang sama, yaitu mengatur buka tutup katup atau klep (valve) sesuai timing pembakaran.

Biar lebih jelas, katup atau valve ini terdiri dari dua bagian penting yang bekerja secara bergantian di ruang bakar. Bagian pertama bertugas membuka dan menutup intake manifold untuk memasukkan campuran bensin dan udara. Sedangkan bagian kedua bertugas membuka dan menutup exhaust manifold untuk membuang sisa hasil pembakaran ke knalpot.

Prinsip Kerja Mesin OHC Sebagai Dasar Pemahaman SOHC dan DOHC

Prinsip kerja mesin OHC SOHC DOHC

Sepertinya Kita perlu menjelaskan lebih dulu tentang cara kerja mesin OHC ini agar kalian punya gambaran visual yang jelas. Tujuannya biar kalian bisa dengan mudah membayangkan proses mekanisnya dan mulai memahami perbedaan mendasar dari mesin SOHC dan DOHC nantinya. Dengan begitu, kalian tidak akan bingung saat kita masuk ke pembahasan teknis yang lebih dalam di bawah ini.

Pada umumnya, prinsip kerja mesin OHC (baik SOHC maupun DOHC) berawal dari proses mekanis berikut ini:

  1. Gerak turun naiknya piston yang terhubung ke poros engkol (crankshaft / kruk as) lewat perantara connecting rod akan berubah menjadi gerakan berputar.
  2. Gerakan berputar dari crankshaft akan menggerakan rantai keteng (timing chain) atau sabuk keteng (timing belt) dengan perantara sproket gear.
  3. Timing chain atau timing belt ini menghubungkan crankshaft dan camshaft (noken as) dibagian kepala mesin yang akan ikut berputar secara sinkron.
  4. Camshaft yang berputar berfungsi untuk membuka dan menutup katup saluran masuk dan keluar pada ruang bakar lewat kem yang berbentuk lonjong.
  5. Energi ledakan pembakaran akan mendorong piston turun, lalu crankshaft yang berputar akan menaikkannya kembali untuk membuang gas sisa.

Bersamaan dengan itu, crankshaft akan kembali ke langkah pertama untuk menggerakan timing chain lagi dalam siklus yang berkelanjutan. Proses ini berlangsung terus menerus secara berulang-ulang selama mesin motor kalian menyala. Lima tahapan yang kita sebutkan tadi menggambarkan langkah-langkah dasar bagaimana mesin OHC bekerja menghasilkan tenaga.

Apa Itu Definisi dan Pengertian Mesin SOHC

mesin SOHC

Seperti penjelasan Kita di awal tadi, mesin SOHC merupakan varian paling sederhana dari keluarga mesin OHC. SOHC sendiri adalah singkatan dari Single Overhead Camshaft yang berarti poros nok tunggal di kepala silinder. Artinya, mesin ini hanya pakai satu camshaft saja untuk mengatur buka tutup katup masuk dan keluar secara bersamaan.

Cam ini berjumlah dua tonjolan, di mana satu tonjolan bertugas membuka katup saluran masuk (intake manifold). Sedangkan satu tonjolan lagi bertugas mengurus saluran buang (exhaust manifold) agar gas sisa bisa keluar.

Cam atau kem yang berbentuk lonjong merupakan bagian tak terpisahkan dari camshaft yang berputar. Komponen ini berfungsi menekan rocker arm (sejenis pelatuk) yang menjadi perantara gerakan. Sedangkan rocker arm ini yang nantinya berguna untuk menghubungkan tekanan dari cam menuju batang katup.

Saat ujung lonjong cam berputar seiring putaran camshaft, bagian tersebut akan menekan rocker arm untuk mendorong katup (valve) agar terbuka. Kemudian cam akan melepaskan tekanannya jika ujung lonjong sudah melewati rocker arm tadi sehingga katup tertutup kembali per/spring. Proses mekanis ini terjadi sangat presisi untuk menjaga kompresi ruang bakar tetap padat.

Kelebihan Mesin SOHC

Kelebihan mesin SOHC diantaranya:

  • Konsumsi bahan bakar cenderung lebih irit dan efisien.
  • Torsi atau putaran bawah sangat baik, hal ini berkaitan dengan perbedaan torsi dan tenaga motor di mana SOHC lebih nendang di awal.
  • Biaya perawatan (maintenance) lebih rendah karena jumlah komponennya lebih sedikit.
  • Mekanismenya lebih sederhana, jadi kalian lebih gampang meng-upgrade-nya untuk meningkatkan performa motor.
  • Bobot atau berat mesin lebih ringan yang berdampak positif pada handling keseluruhan motor.

Kekurangan Mesin SOHC

Kekurangan mesin SOHC diantaranya:

  • Performa di putaran atas sangat kurang, sehingga top speed-nya tidak sebaik mesin DOHC.
  • Napas mesin terasa pendek karena putaran mesin (RPM) tidak bisa setinggi mesin DOHC.
  • Buka tutup katup (valve) kurang optimal di RPM tinggi karena hanya mengandalkan satu camshaft yang bekerja ganda.

Pengembangan dan Jenis Mesin SOHC 4 Katup Hingga VVA

mesin pengembangan SOHC 4 Katup dan VVA

Meskipun unggul sebagai mesin motor harian, SOHC punya kekurangan yang sangat mencolok pada tenaga atasnya yang terbatas. Napasnya sering terasa “ngos-ngosan” saat dipaksa berlari di kecepatan tinggi dalam waktu lama. Oleh karena itu, para insinyur berusaha memodifikasi dan mengembangkannya agar performanya tidak kalah jauh dari mesin DOHC.

Setidaknya ada 3 jenis mesin SOHC yang bisa kita bedakan berdasarkan evolusi pengembangannya. Berikut adalah detailnya:

1. Mesin SOHC 2 Katup (Valve)

Tipe SOHC 2 katup ini merupakan dasar konstruksi dari mesin SOHC sebelum mengalami pengembangan teknologi modern. Spesifikasinya sangat sederhana karena hanya punya 2 katup saja di ruang bakarnya. Satu katup berfungsi untuk saluran masuk bahan bakar dan satu lagi untuk saluran keluar gas buang.

Kelebihan model ini ada di putaran bawah yang sangat enteng dan responsif untuk tanjakan. Selain itu, konsumsi bahan bakarnya bisa dikatakan paling irit dibanding tipe lainnya. Contoh motor yang menggunakan mesin ini adalah Yamaha Byson, Honda Verza, CRF 150 L, dan Suzuki Inazuma.

2. Mesin SOHC 4 Katup (Valve)

Mesin SOHC 4 katup adalah pengembangan tingkat pertama untuk mengatasi kelemahan suplai udara. Insinyur melakukan pengembangan ini dengan menambah 2 katup lagi, sehingga total menjadi 4 katup dalam satu silinder. Modifikasi ini menggunakan 2 buah rocker arm bercabang yang secara bersamaan menekan dua katup sekaligus.

Kehadiran 2 katup tambahan membuat lubang masuk dan keluar jadi lebih luas sehingga aliran udara lebih lancar. Hal ini berdampak positif pada performa dan kenaikan tenaga mesin yang mulai bisa bersaing dengan DOHC. Akibat pemakaian rocker arm bercabang ini, konsumsi BBM jadi sedikit lebih boros dibanding versi 2 katup.

Selain itu, getaran mesin juga terasa sedikit lebih kasar karena beban kerja noken as bertambah berat. Meski begitu, rate RPM mesinnya masih belum bisa menyamai teriakan mesin DOHC murni. Contoh motor SOHC 4 katup adalah Yamaha Vixion, Honda Vario 160, PCX 160, dan Suzuki Gixxer 250SF.

3. Mesin SOHC + VVA (Variable Valve Actuation)

Nah, ini dia teknologi pamungkas yang mengubah peta persaingan mesin motor kecil. Untuk membahas VVA, kita harus paham dulu bahwa bentuk profil cam sangat mempengaruhi karakter mesin. Jika permukaannya meruncing maka irit BBM, sedangkan jika tumpul membulat maka tenaga atasnya mantap.

Apa yang kalian pikirkan jika kita bisa menggabungkan kedua profil tersebut dalam satu noken as? Tentu saja itu adalah ide brilian, dan dari situlah teknologi VVA lahir untuk menyempurnakan SOHC. Jika di RPM rendah mesin pakai profil cam irit, maka saat RPM tinggi ECU akan memerintahkan pindah ke profil cam balap.

Variable Valve Actuation (VVA) merupakan teknik pengaturan katup variabel yang cerdas. Teknologi ini bikin mesin SOHC serasa punya dua kepribadian berbeda: Irit dan halus di dalam kota, tapi ngebut dan bertenaga di jalan sepi.

Saat ini pabrikan yang paling gencar menerapkan teknologi ini pada motor kecil adalah Yamaha. Mereka pakai teknologi ini agar mesin SOHC motornya bisa bersaing head-to-head dengan mesin DOHC kompetitor. Contoh motornya antara lain Yamaha R15, MT-15, NMAX 155, hingga WR155R.

Apa Itu Definisi dan Pengertian Mesin DOHC

mesin DOHC

DOHC adalah singkatan dari Double Overhead Camshaft yang identik dengan mesin performa tinggi. Mesin ini punya keunggulan mutlak di putaran atas, sehingga cocok banget menjadi dapur pacu motor sport. Terdapat dua camshaft yang berputar secara independen di bagian kepala mesin ini untuk membagi tugas.

Masing-masing camshaft memiliki cam sendiri yang ikut berputar melayani katup yang berbeda. Camshaft satu khusus mengatur buka-tutup 2 katup masuk (Intake) untuk suplai bahan bakar. Sementara camshaft lainnya fokus mengatur buka-tutup 2 katup buang (Exhaust) untuk pembuangan.

Contoh motor yang setia menggunakan mesin DOHC adalah Honda CB150R, CBR150R, Suzuki GSX-R150, dan Satria F150. Di kelas 250cc, hampir semua pemain utama seperti Ninja 250, Yamaha R25, dan CBR250RR juga pakai DOHC. Ini membuktikan bahwa untuk urusan top speed, DOHC masih menjadi rajanya.

Kelebihan Mesin DOHC

Kelebihan dari mesin DOHC diantaranya:

  1. Kemampuan mesin lebih responsif dan bertenaga, terutama untuk putaran atas (Top Speed).
  2. Nafas mesin sangat panjang karena limit RPM bisa dipaksa lebih tinggi.
  3. Mesin mengeluarkan tenaga yang stabil dan tidak mudah drop di kecepatan tinggi.
  4. Suara dan getaran mesin biasanya lebih halus di RPM tinggi karena beban kerja klep terbagi rata.

Kekurangan Mesin DOHC

Kekurangan mesin DOHC diantaranya:

  1. Konsumsi BBM cenderung lebih boros dibanding SOHC standar karena orientasinya performa.
  2. Performa di putaran bawah cenderung “loyo” dan kurang nendang untuk stop-and-go.
  3. Biaya perawatan lebih mahal karena konstruksi mesin lebih rumit dan banyak komponen.
  4. Dimensi kepala silinder lebih besar dan bobot mesin cukup berat.

Tabel Perbandingan Mesin SOHC vs DOHC

perbandingan mesin SOHC dan DOHC

Meskipun secara garis besar cara kerjanya mirip, tapi banyak juga beda detail yang krusial. Biar Sobat gak bingung bacanya, Kita sudah buatkan tabel perbandingan simpel di bawah ini. Tabel ini akan membantu kalian melihat perbedaan spesifik dari kedua mesin secara apple-to-apple.

Faktor PembedaMesin SOHCMesin DOHC
Jumlah Noken As1 Buah (Single)2 Buah (Double)
Jumlah Katup (Basic)Umumnya 2 (Ada versi 4)Pasti 4 Katup
Komponen Rocker ArmAda (Penghubung Noken ke Klep)Tidak Ada (Langsung tekan klep)
Karakter TenagaTorsi Bawah Nendang (Stop & Go)Tenaga Atas Ganas (Top Speed)
Konsumsi BBMLebih IritCenderung Lebih Boros
Biaya PerawatanMurah & SimpelLebih Mahal & Rumit

Dari tabel di atas, kelihatan kan bahwa masing-masing punya “medan perang” sendiri-sendiri? Yamaha menyetting SOHC (lewat VVA) agar mampu bersaing di kecepatan melawan motor sport fairing. Sedangkan Honda sering “menyulap” DOHC agar konsumsi bahan bakarnya bisa menjadi lebih irit dengan karakter Near Square.

Tips Perawatan Khusus: SOHC vs DOHC

tips perawatan mesin SOHC dan DOHC

Biar motor awet, kamu harus tahu nih kalau perawatan kedua mesin ini sedikit berbeda. Jangan samakan perlakuannya ya, karena beda konstruksi berarti beda juga cara sayangnya. Berikut adalah tips singkat buat kalian merawat mesin sesuai jenisnya.

Tips Merawat Mesin SOHC

Mesin SOHC terkenal “bandel” dan minim perawatan, tapi bukan berarti kalian boleh cuek bebek. Fokus utamanya ada di setelan klep yang sering berubah seiring pemakaian. Cek poin berikut ini biar mesin SOHC kalian tetap awet:

  • Cek Celah Klep Rutin: Karena pakai rocker arm, gesekan bisa bikin celah klep berubah renggang atau rapat. Lakukan penyetelan tiap 10.000 – 15.000 KM biar suara mesin tetap halus.
  • Perhatikan Suara “Ngelitik”: Kalau ada suara tik-tik-tik kasar di head cylinder, itu tanda rocker arm atau noken as mulai aus. Segera bawa ke bengkel sebelum merembet ke komponen lain.
  • Oli Standar Sudah Cukup: Mesin SOHC gak terlalu rewel soal spek oli, asalkan kamu rutin menggantinya sesuai jadwal. Jangan lupa cek tips memilih oli motor agar sesuai dengan spesifikasi mesin kamu.

Tips Merawat Mesin DOHC

Nah, buat pemilik motor DOHC (kayak CBR, GSX, atau FU), kalian harus lebih manja sama mesin ini. Konstruksinya rumit dan banyak komponen kecil yang bergerak cepat. Perhatikan hal ini biar dompet gak jebol:

  • Wajib Oli Berkualitas: Mesin DOHC bekerja di RPM tinggi dan suhu lebih panas dari SOHC. Gunakan oli full synthetic atau yang punya spesifikasi tinggi (encer) agar pelumasan cepat naik.
  • Cek Rantai Keteng (Timing Chain): Jalur rantai keteng DOHC lebih panjang karena memutar dua noken as sekaligus. Pastikan tensioner masih bagus, jangan sampai rantai loncat karena bisa bikin klep bertabrakan sama piston.
  • Shim Klep itu Rumit: Kebanyakan DOHC gak pakai setelan baut (screw), tapi pakai Shim (lempengan besi). Kalau celah klep berubah, mekanik harus ganti shim, bukan cuma memutar bautnya.

Sekeras apapun usaha pabrikan untuk melakukan penyesuaian teknologi, karakter asli mesin biasanya tetap terasa. Jadi, sekarang keputusannya kembali ke kebutuhan berkendara kalian masing-masing. Kamu tim yang mana nih, Bro? Tim Sat-set irit (SOHC) atau Tim Geber pol (DOHC)?

Apapun pilihan mesinnya, yang penting adalah kedisiplinan kalian dalam melakukan perawatan rutin. Motor kencang kalau gak terawat juga bakal kalah sama motor bebek tua yang rutin servis. Jangan lupa pahami juga kelebihan dan kekurangan motor injeksi karena kebanyakan mesin SOHC/DOHC modern sudah menggunakan sistem ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini