Beranda Matic 6 Motor Matic Besar Paling Nyaman: Dari NMAX Sampai Forza, Mana Juaranya?

6 Motor Matic Besar Paling Nyaman: Dari NMAX Sampai Forza, Mana Juaranya?

354
0
motor matic besar paling nyaman

Dulu, kalau ngomongin “motor matic”, pasti bayangannya cuma skuter kecil buat ke warung. Sekarang? Lupakan pandangan itu. Faktanya, era “matic” udah naik kelas jadi “maxi scooter”. Ini bukan lagi soal fungsionalitas semata, tapi udah masuk ke ranah kenyamanan, prestise, dan performa. Oleh karena itu, mencari motor matic besar paling nyaman jadi misi banyak orang yang pengen naik kelas dari matic konvensional.

Lantas, apa sih “motor matic besar” atau “maxi scooter” itu? Gampangnya, ini adalah motor matic yang pabrikan rancang dengan bodi bongsor, posisi duduk super rileks (kaki bisa selonjoran!), bagasi segede gaban, dan mesin bertenaga. Segmen ini menawarkan kombinasi sempurna antara kepraktisan skuter dan kenyamanan level motor touring. Tentunya, motor ini cocok buat kalian eksekutif muda, komuter jarak jauh, atau yang hobi touring tapi ogah ribet main kopling.

Sebenarnya, di pasar Indonesia, pertarungan di segmen ini panas banget, terutama antara dua raksasa: Yamaha dan Honda. Tim Exmotoride udah pilihin 6 gacoan yang paling sering bikin galau. Mari kita bedah satu per satu.

Catatan Teknis: Di artikel ini, Tim Exmotoride menyajikan data Real PWR (Power-to-Weight Ratio) menurut perhitungan kita. Angka ini didapat dari estimasi tenaga bersih di roda (setelah dikurangi power loss CVT sekitar 20%) dibagi bobot total motor plus pengendara (rata-rata 62kg). Jadi, ini angka real buat gambaran tarikan motor di jalan, bukan cuma angka brosur doang. Mau tau detail rumusnya? Cek aja di bahasan cara menghitung Power to Weight Ratio yang bener.

Para Raja Kenyamanan di Kelas 150-160cc

Honda PCX 160 Roadsync Terbaru dijalanan

Pada dasarnya, kelas ini adalah “gerbang masuk” ke dunia maxi scooter. Volumenya paling besar dan pertarungannya paling berdarah-darah. Mereka menawarkan keseimbangan ideal antara bodi yang masih oke buat selap-selip, tapi udah nawarin kenyamanan di atas rata-rata.

Yamaha NMAX 155: Sang Pelopor yang Santai

Yamaha nmax neo 155 warna hitam

Pertama-tama, kita harus kasih hormat ke NMAX. Dialah yang bikin segmen ini meledak di Indonesia. Banyak orang mengenal NMAX karena posisi berkendaranya yang rileks. Deknya yang luas memungkinkan kalian punya dua posisi kaki: standar di bawah atau selonjoran ke depan, kunci utama buat kenyamanan touring jarak jauh.

Selain itu, Yamaha menanamkan teknologi VVA (Variable Valve Actuation) pada mesin Blue Core-nya yang ngasih tarikan merata dari putaran bawah sampai atas. Meski banyak pengguna mengkritik suspensi generasi awal, Yamaha mendengar keluhan tersebut. Akibatnya, NMAX generasi terbaru (terutama yang versi ABS) kini membawa suspensi belakang tabung yang jauh lebih empuk dan nyaman.

  • Bobot Isi: 132 kg (Connected/ABS)
  • Tenaga: 15.1 HP (15.3 PS) @ 8000 rpm
  • Torsi: 13.9 Nm @ 6500 rpm
  • Real PWR (Est. Bobot + Rider): 0.062 HP/kg

Yamaha Aerox 155: Opsi Sporty yang Tetap Nyaman

Yamaha Aerox alpha digarasi

Kalau NMAX itu bapak-bapak elegan, sebaliknya Aerox adalah anaknya yang gaul dan sporty. Banyak yang bingung, tapi Aerox ini sejatinya masih masuk keluarga maxi scooter, walau dengan pendekatan berbeda. Desainnya paling agresif dan meruncing, dengan posisi duduk yang unik di antara dek yang terpisah (bukan rata).

Meski sporty, basis mesinnya identik dengan NMAX (11.3 kW VVA), tapi bodi yang lebih ringan membungkusnya. Hal ini bikin karakter tarikan Aerox terasa salah satu yang paling responsif dan “jambak” di kelasnya. Walaupun kenyamanannya masih di bawah NMAX karena jok yang lebih tipis dan posisi duduk yang sedikit lebih nunduk, tapi ini adalah alternatif keren kalau kalian mau motor yang lincah tapi tetep punya DNA maxi.

  • Bobot Isi: 125 kg (Connected/ABS)
  • Tenaga: 15.1 HP (15.3 PS) @ 8000 rpm
  • Torsi: 13.9 Nm @ 6500 rpm
  • Real PWR (Est. Bobot + Rider): 0.064 HP/kg

Honda PCX 160: Fokus di Kenyamanan dan Elegan

Honda new PCX 160 Road Sync di garasi

Selanjutnya, ini dia rival abadi NMAX. Kalau kalian cari kata kunci honda pcx 160, kalian akan ketemu motor yang fokusnya di kelembutan dan kemewahan. Desain PCX lebih membulat, elegan, dan “mahal”. Honda membekalinya dengan mesin eSP+ 4-katup yang karakternya super halus dan irit.

Soal kenyamanan, PCX terkenal punya bantingan suspensi yang lembut dari sananya. Posisi duduknya juga sangat rileks, dengan dek selonjoran yang ergonominya sedikit berbeda dari NMAX (tergantung postur, kalian mungkin lebih cocok salah satunya). Singkatnya, PCX adalah pilihan logis buat kalian yang memprioritaskan kenyamanan getaran mesin yang minim dan desain yang kalem.

  • Bobot Isi: 132 kg (ABS)
  • Tenaga: 15.8 HP (16 PS) @ 8500 rpm
  • Torsi: 14.7 Nm @ 6500 rpm
  • Real PWR (Est. Bobot + Rider): 0.065 HP/kg

Honda ADV 160: Nyaman di Segala Medan

Honda new PCX 160 Road Sync di garasi

Uniknya, Honda ADV 160 adalah anomali yang jenius. Dia pakai basis mesin PCX 160 tapi bodi ala motor petualang membungkusnya. Ini adalah maxi scooter unik yang nggak takut diajak main ke jalan jelek. Kuncinya ada di suspensi. Suspensi belakang Showa-nya punya travel (jarak main) yang lebih jenjang, ditambah ban semi dual-purpose yang siap melibas jalanan keriting.

Posisi duduknya tegak, setangnya lebar, bikin handling jadi sangat mantap dan nggak bikin cepat lelah. Buat kalian yang rute hariannya sering ketemu “polisi tidur” berderet atau aspal rusak, ADV 160 mungkin adalah motor matic paling nyaman di kelas ini. Cek ulasan lengkap kita di Review Honda ADV 160.

  • Bobot Isi: 133 kg (ABS)
  • Tenaga: 15.8 HP (16 PS) @ 8500 rpm
  • Torsi: 14.7 Nm @ 6500 rpm
  • Real PWR (Est. Bobot + Rider): 0.064 HP/kg

Naik Kelas ke 250cc: Puncak Kemewahan Skuter

Honda Forza 250 dijalanan

Kalau kelas 150-160cc terasa “nanggung”, maka kelas 250cc adalah jawabannya. Ini adalah kasta tertinggi maxi scooter di Indonesia (sebelum lompat ke CBU 400cc ke atas). Di sini, kalian nggak cuma dapat kenyamanan, tapi juga performa, fitur, dan prestise yang nggak main-main. Ini adalah motor matic touring sejati.

Yamaha XMAX 250: Si Bongsor Penuh Fitur

Yamaha-Xmax-Tech-Mech-terbaru

Sesuai namanya, ini adalah yamaha xmax, versi “maksimal” dari NMAX. Bodinya gambot, joknya super lebar (mirip sofa), dan bagasinya luar biasa luas. Kalian bisa masukin dua helm full-face sekaligus dan masih ada sisa buat jas hujan. Tentu saja, ini kepraktisan level dewa.

Tenaganya jelas jauh di atas adik-adiknya, bikin touring antar kota terasa enteng. Yamaha juga menyematkan fitur canggih seperti Traction Control System (TCS), sebuah sistem kontrol traksi yang menjaga ban belakang nggak selip saat akselerasi di jalan licin. Canggihnya lagi, versi terbarunya bahkan punya navigasi GPS di dashboard. Ini adalah paket komplet buat yang mau segalanya.

  • Bobot Isi: 181 kg (Tech MAX)
  • Tenaga: 22.5 HP (22.8 PS) @ 7000 rpm
  • Torsi: 24.3 Nm @ 5500 rpm
  • Real PWR (Est. Bobot + Rider): 0.074 HP/kg

Honda Forza 250: Kemewahan dengan Proteksi Angin Superior

Honda Forza Terbaru parkir di garasi

Sementara itu, jika Yamaha punya XMAX, Honda punya Forza sebagai penantangnya. honda forza 250 menawarkan pendekatan kemewahan yang sedikit berbeda. Bodinya sama-sama bongsor, bagasinya juga muat dua helm. Tenaganya pun bersaing ketat, karena Honda membekalinya dengan Honda Selectable Torque Control (HSTC) atau kontrol traksi versi Honda.

Tapi, fitur pembunuh dari Forza adalah *windscreen* (tameng angin) yang bisa kalian atur ketinggiannya secara elektrik. Cukup pencet tombol di setang, kalian bisa atur seberapa tinggi proteksi angin yang kalian mau. Fitur yang kelihatannya sepele ini sangat krusial untuk kenyamanan saat touring jauh. Kalian bisa bebas dari terpaan angin di dada dan helm, bikin badan jauh lebih segar saat tiba di tujuan.

  • Bobot Isi: 186 kg
  • Tenaga: 22.8 HP (23.1 PS) @ 7750 rpm
  • Torsi: 24 Nm @ 6250 rpm
  • Real PWR (Est. Bobot + Rider): 0.073 HP/kg

Tabel Perbandingan Fungsionalitas Maxi Scooter Terbaik

Cewek sedang riding Yamaha Nmax Neo 155 dijalanan

Biar nggak pusing, Tim Exmotoride udah rangkum perbandingan fungsionalitas dan kenyamanan keenam gacoan yang kita bahas dalam tabel di bawah ini. Harapannya, ini adalah data kunci buat kalian yang fokus pada kepraktisan.

FiturYamaha NMAX 155Yamaha Aerox 155Honda PCX 160Honda ADV 160Yamaha XMAX 250Honda Forza 250
Kapasitas Bagasi24 Liter (Muat 1 Helm)25 Liter (Muat 1 Helm)30 Liter (Muat 1 Helm+)30 Liter (Muat 1 Helm+)44.9 Liter (2 Helm)48 Liter (2 Helm)
Tenaga Puncak (HP)15.1 HP15.1 HP15.8 HP15.8 HP22.5 HP22.8 HP
Real PWR (HP/kg)0.0620.0640.0650.0640.0740.073
Posisi KakiSelonjoran (Rileks)Tegak (Sporty)Selonjoran (Rileks)Tegak (Adventure)Sangat LuasSangat Luas
Fitur KunciVVA, Y-Connect, Suspensi TabungVVA, PWR ResponsifMesin Halus eSP+, HSTCSuspensi Showa, Ban Dual PurposeTCS, Navigasi GarminElectric Windscreen, HSTC

Jadi, Mana Pilihan Maxi Scooter Paling Nyaman Buat Kalian?

Yamahah XMax Tecm Mech dijalanan indonesia

Akhirnya, setelah membedah keenam motor tadi, pilihan kembali ke kebutuhan dan bujet kalian. Nggak ada jawaban salah, yang ada hanya “paling cocok”.

Sebagai contoh, kalau kalian butuh keseimbangan antara komuting harian yang lincah tapi tetap super nyaman buat touring ringan di akhir pekan, pilihannya ada di kelas 150-160cc. NMAX dan PCX 160 adalah pilihan paling logis, tinggal adu selera desain dan preferensi merek. Sementara itu, ADV 160 jadi juara kalau rute kalian “semi-offroad”. Kalau butuh ulasan NMAX lebih dalam, baca artikel kita soal Ulasan Yamaha NMAX.

Tapi, kalau kalian cari pengalaman touring premium tanpa kompromi, punya bujet lebih, dan nggak terlalu masalah dengan bodi bongsor, langsung saja naik kelas ke 250cc. XMAX 250 dan Forza 250 adalah puncak kemewahan skuter saat ini. Faktanya, keduanya menawarkan performa dan fitur yang bikin perjalanan jauh terasa seperti di atas sofa. Pada akhirnya, menemukan motor matic besar paling nyaman adalah soal seberapa jauh kalian mau berkompromi antara kenyamanan, kepraktisan, dan harga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini