Beranda Review Motor 10 Pilihan Motor Adventure Terbaik: Dari Pemula Sampai Kelas Sultan, Siap Gaspol!

10 Pilihan Motor Adventure Terbaik: Dari Pemula Sampai Kelas Sultan, Siap Gaspol!

222
0
motor adventure terbaik BMW R 1300 GS

Bicara soal motor di Indonesia, pilihannya memang makin gila-gilaan dari waktu ke waktu. Namun, ada satu segmen yang saat ini sedang naik daun banget. Pasalnya, bikers menganggap jenis ini paling pas dengan kondisi jalan di negara kita, yaitu motor adventure terbaik. Singkatnya, kita bisa menganggap motor jenis ini sebagai “SUV-nya dunia motor” yang siap melibas segala medan dengan gagah.

Kenapa Admin bilang gitu? Alasannya sederhana, pabrikan mendesain motor adventure ini agar tangguh dan nyaman buat perjalanan jarak jauh alias touring lintas kota. Selain itu, mereka juga nggak ciut nyali kalau kita ajak melewati jalanan non-aspal. Bahkan, motor ini mampu melibas “jalan rusak” yang jadi menu harian kita dengan sangat baik.

Sebenarnya, mencari motor adventure terbaik itu gampang-gampang susah buat para pemula yang baru terjun. Di satu sisi, gampang karena pilihannya banyak banget. Akan tetapi, susah karena saking banyaknya pilihan bikin bingung mau ambil yang mana. Ada pabrikan yang memfokuskan produknya 80% di aspal, namun ada juga yang 50-50, serta harganya pun bervariasi dari yang rasional sampai yang bikin istighfar.

Oleh karena itu, Exmotoride hadir buat jadi “Panduan Cerdas” kamu dalam memilih kuda besi yang tepat. Selanjutnya, Admin bakal mengupas tuntas 10 gacoan di segmen ini, mulai dari kelas 150cc buat pemula sampai kelas “sultan”. Yuk, simak panduan pembelian lengkap buat kamu yang lagi cari motor penjelajah serbaguna berikut ini!

Gerbang Masuk Dunia Petualangan (Kelas 150-250cc)

Motor Dual Purpose Adventure Kelas 150-250cc (Kawasaki Versys 250)

Padahal, kamu nggak perlu nunggu punya moge ratusan juta buat mulai berpetualang, Bro. Faktanya, kelas 150-250cc menjadi titik awal yang paling realistis dan paling laris di pasar Indonesia saat ini. Hal ini terjadi karena motor-motor di kelas tersebut menawarkan keseimbangan sempurna antara performa mesin dan bujet.

Selain harganya masih masuk akal, kamu juga akan mudah merawatnya karena sparepart melimpah. Tak hanya itu, bodinya masih bersahabat buat komuting harian di kemacetan. Jadi, buat Sobat yang baru mau nyicipin asyiknya touring, kelas ini menjadi gerbang pembuka yang paling pas. Sebelum gaspol jauh, sebaiknya pelajari dulu tips touring motor pemula biar perjalanan makin aman dan nyaman.

1. Honda CB150X: Sang Pembuka Jalan Rasional

Honda CB150X merah

Pertama, kita mulai dari opsi yang paling rasional dan ramah di kantong para bikers. Honda memposisikan CB150X sebagai pilihan paling terjangkau buat “nyicip” dunia adventure tanpa bikin dompet jebol. Apalagi Honda membekalinya dengan basis mesin 1-Silinder 150cc DOHC, identik dengan CB150R Streetfire. Artinya, mekanik bengkel mana saja bisa menanganinya dengan mudah.

Kemudian, dengan suspensi depan inverted (Upside Down) Showa yang travelnya panjang dan posisi duduk tegak, motor ini siap banget menemani kamu menjelajah. Kenyamanan menjadi nilai jual utama motor ini dibanding motor sport 150cc lainnya di pasaran. Akibatnya, motor ini cocok banget buat kamu yang pengen motor gagah tapi irit bbm buat harian.

  • Bobot Isi: 139 kg
  • Tenaga: 11.5 kW (15.6 PS / 15.4 HP) @ 9000 rpm
  • Torsi: 13.8 Nm @ 7000 rpm
  • Power-to-Weight Ratio: Sekitar 0.0827 kW/kg

2. Kawasaki Versys-X 250: Penjelajah Aspal Sejati

Kawasaki Versys-X 250

Selanjutnya, naik sedikit ke kelas 250cc, kita ketemu gacoan andalan Geng Hijau yang sudah melegenda. Kawasaki Versys-X 250 hadir sebagai “entry-level” sejati di dunia motor penjelajah yang punya aura motor besar yang kental. Adapun keunggulan utamanya terletak pada konfigurasi mesin 2-Silinder Paralel 250cc DOHC yang suaranya halus banget.

Berkat minim getaran dan bertenaga di putaran atas, Versys-X sangat nyaman buat touring jarak jauh di aspal mulus. Bahkan, Kawasaki sudah melengkapi versi Tourer-nya dengan panniers (boks samping), hand guard, dan pelindung mesin dari pabrikan. Nah, soal biaya perawatan, kamu bisa cek gambaran biaya kepemilikan motor 250cc biar ada persiapan matang.

  • Bobot Isi: 173 kg (Standard) / 175 kg (Tourer)
  • Tenaga: 25 kW (34 PS / 33.5 HP) @ 11500 rpm
  • Torsi: 21.7 Nm @ 10000 rpm
  • Power-to-Weight Ratio: Sekitar 0.1445 kW/kg (Standard)

3. Suzuki V-Strom 250 SX: Si Gesit Berorientasi Off-Road

Suzuki V-Strom 250 SX

Sementara itu, Suzuki nggak mau kalah dan langsung menggebrak pasar dengan V-Strom 250 SX yang tampil gagah. Berbeda dari Versys yang main di dua silinder, motor ini justru menggendong mesin 1-Silinder 250cc SOHC dengan pendingin oli (SOCS). Menariknya, karakternya beda total karena torsinya nendang banget di putaran bawah-menengah yang cocok buat tanjakan.

Oleh sebab itu, karakter mesin ini bikin V-Strom 250 SX terasa lebih gesit dan asyik buat main off-road ringan atau blusukan ke jalan desa. Ditambah lagi, bobotnya yang lebih ringan dari Versys dan penggunaan pelek 19 inci di depan membuatnya jadi pilihan menarik. Untungnya, Suzuki membanderolnya dengan harga yang cukup kompetitif di kelasnya.

  • Bobot Isi: 167 kg
  • Tenaga: 19.5 kW (26.5 PS / 26.1 HP) @ 9300 rpm
  • Torsi: 22.2 Nm @ 7300 rpm
  • Power-to-Weight Ratio: Sekitar 0.1167 kW/kg

4. KTM 250 Adventure: DNA Reli “Ready to Race”

KTM 250 Adventure

Di sisi lain, buat Sobat yang menginginkan DNA reli “Ready to Race” sejati, motor asal Austria ini jawabannya. KTM 250 Adventure menggunakan basis mesin 1-Silinder 250cc DOHC yang bertenaga (basis mesin KTM 250 Duke yang galak). Terlebih lagi, pabrikan menyematkan fitur paling mumpuni di kelasnya, salah satunya mode Off-road ABS.

Alhasil, karakternya paling sangar, bobotnya relatif ringan, dan suspensi WP Apex-nya jelas punya performa di atas rata-rata motor Jepang. Jika kamu memprioritaskan performa dan handling presisi, KTM sulit kamu tolak buat diajak nakal di tanah. Meskipun begitu, pastikan bengkel resminya terjangkau dari rumahmu ya, Bro, biar servisnya aman.

  • Bobot Kering: 156 kg (Bobot isi sekitar 170-172 kg)
  • Tenaga: 22 kW (30 PS / 29.5 HP) @ 9000 rpm
  • Torsi: 24 Nm @ 7500 rpm
  • Power-to-Weight Ratio: Sekitar 0.1294 kW/kg (estimasi bobot isi)

5. Benelli TRK 251: Tampilan Moge Harga Miring

Benelli TRK 251

Nah, kalau kamu suka tampilan ala BMW GS tapi dengan harga miring, Benelli TRK 251 bisa jadi alternatif menarik. Secara visual, TRK 251 menawarkan desain yang gagah, mesin 1-Silinder 250cc DOHC yang cukup mumpuni, dan harga yang sangat kompetitif. Motor ini memang lebih memfokuskan diri ke tampilan dan kenyamanan touring aspal jarak jauh.

Tak hanya itu, dengan bodi bongsor yang ngasih “look” moge sejati, kamu bakal jadi pusat perhatian di lampu merah saat berhenti. Selain itu, posisi duduknya juga sangat rileks, cocok buat perjalanan santai menikmati pemandangan tanpa bikin pinggang pegal. Saat ini, kita makin sering melihat brand Italia rasa Tiongkok ini di jalanan Indonesia.

  • Bobot Kering: 164 kg (Bobot isi sekitar 176 kg)
  • Tenaga: 19 kW (25.8 PS / 25.5 HP) @ 9250 rpm
  • Torsi: 21.1 Nm @ 8000 rpm
  • Power-to-Weight Ratio: Sekitar 0.1079 kW/kg (estimasi bobot isi)

Motor Adventure vs Motor Dual Sport, Apa Bedanya?

motor dual purpose Adventure Vs Motor Dual Sport

Ternyata, masih banyak bikers pemula yang bingung membedakan antara motor Adventure dan motor Dual Sport. Sederhananya begini: kita bisa sebut motor Adventure sebagai “SUV” (nyaman di aspal, bisa off-road ringan, tangki besar). Sebaliknya, motor dual-sport adalah “Jeep” yang lebih kasar dan fokus ke tanah.

Biasanya, pabrikan mendesain Dual sport sebagai motor trail murni yang dikasih lampu, spion, dan plat nomor biar legal di jalan raya. Oleh sebab itu, kalau fokus kamu adalah main lumpur atau trabas hutan ekstrem, lebih baik cek daftar motor trail terbaik untuk pemula ini. Jadi, jangan sampai salah beli jenis motor ya, Bro, nanti malah nggak nyaman dipakainya.

Naik Kelas: Petualangan Tanpa Kompromi (300cc ke Atas)

motor dual purpose adventure kelas moge (Suzuki V-Strom 650 XT)

Namun, kalau bujet bukan masalah dan kamu mencari performa lebih, kelas menengah dan atas menawarkan “mainan” yang jauh lebih serius. Intinya, ini adalah zona di mana petualangan benar-benar tak mengenal batas wilayah dan tenaga mesinnya melimpah. Mari simak pilihannya buat wawasan atau target menabung kamu di masa depan.

6. Royal Enfield Himalayan: Si Tangguh yang Simpel

Royal Enfield Himalayan

Uniknya, Royal Enfield merancang Himalayan sebagai motor petualang klasik yang punya filosofi berbeda: “Built for all roads, built for no roads”. Himalayan (versi 411) fokus pada kesederhanaan, ketangguhan, dan kemudahan perbaikan di mana saja, bahkan di bengkel pinggir jalan. Walaupun mesin 1-Silinder 411cc SOHC-nya memang nggak kencang buat ngebut di tol.

Akan tetapi, jangan salah sangka dulu, torsinya badak banget di RPM rendah, enak banget buat nanjak santai tanpa perlu sering oper gigi. Pasalnya, ini motor yang jujur, nggak neko-neko, dan siap kita ajak ke mana aja tanpa takut rewel soal elektronik yang rumit. Selain itu, desainnya yang retro juga punya daya tarik tersendiri buat yang suka gaya klasik.

  • Bobot Isi: 199 kg
  • Tenaga: 18.02 kW (24.3 PS / 24 HP) @ 6500 rpm
  • Torsi: 32 Nm @ 4000-4500 rpm
  • Power-to-Weight Ratio: Sekitar 0.0905 kW/kg

7. BMW G 310 GS: Gerbang Menuju Emblem Legendaris

BMW G 310 GS

Lantas, mau punya motor adventure BMW GS tapi bujet masih terbatas? Ini jawabannya, Brads. BMW G 310 GS adalah cara paling terjangkau untuk memiliki emblem “GS” yang legendaris di garasi rumah. Menariknya, mesin 1-Silinder 313cc DOHC-nya punya konfigurasi unik reverse cylinder yang intake-nya di depan.

Alhasil, desain mesin ini membuatnya lincah dan punya center of gravity yang baik untuk manuver. BMW mengembangkan motor ini bareng TVS di India, sehingga membuatnya punya harga yang “masuk akal” untuk ukuran brand Eropa yang prestisius. Pokoknya, prestisenya dapet, performanya juga cukup oke buat harian maupun touring tipis-tipis.

  • Bobot Isi: 175 kg
  • Tenaga: 25 kW (34 PS / 33.5 HP) @ 9250 rpm
  • Torsi: 28 Nm @ 7500 rpm
  • Power-to-Weight Ratio: Sekitar 0.1428 kW/kg

8. Honda CB500X: Moge Adventure Paling Rasional

Honda CB500X

Bisa dibilang, ini adalah pilihan “naik kelas” ke moge yang paling logis dan populer di Indonesia saat ini. Honda CB500X menawarkan mesin 2-Silinder Paralel 471cc DOHC yang sangat halus, bertenaga, dan super irit bbm. Pasalnya, poin plus utamanya adalah mesinnya yang terkenal bandel minta ampun dan jarang rewel.

Kesimpulannya, dia adalah paket “all-rounder” yang sempurna: nyaman buat harian di dalam kota, bertenaga buat touring lintas pulau, dan cukup mumpuni buat off-road ringan. Kalau kamu cari moge pertama yang nggak bikin kaget, ini rekomendasinya. Jangan lupa lengkapi diri dengan perlengkapan wajib touring biar tetap safety.

  • Bobot Isi: 199 kg
  • Tenaga: 37 kW (50.3 PS / 49.6 HP) @ 8600 rpm
  • Torsi: 43 Nm @ 6500 rpm
  • Power-to-Weight Ratio: Sekitar 0.1859 kW/kg

9. Suzuki V-Strom 650 XT: Legenda V-Twin yang Nyaman

Suzuki V-Strom 650 XT

Sementara itu, kalau kamu cari motor dengan karakter mesin yang “berjiwa”, V-Strom 650 XT adalah jawabannya. Motor ini mengusung mesin 2-Silinder V-Twin 645cc DOHC legendaris Suzuki yang torsinya nampol dan suaranya merdu banget. Sensasi mesin V-Twin emang beda, Bro, punya hentakan yang khas.

Bahkan, bikers di seluruh dunia mengenalnya sebagai salah satu motor adventure paling seimbang dan awet. Tenaganya pas, super nyaman joknya, tangguh mesinnya, dan sudah pakai pelek jari-jari (XT) yang tubeless. Singkatnya, banyak orang menyebut motor ini sebagai motor yang “bisa melakukan segalanya” dengan baik tanpa banyak drama.

  • Bobot Isi: 216 kg
  • Tenaga: 52 kW (71 PS / 70 HP) @ 8800 rpm
  • Torsi: 62 Nm @ 6500 rpm
  • Power-to-Weight Ratio: Sekitar 0.2407 kW/kg

10. BMW R 1300 GS: Raja dari Segala Raja Adventure

BMW R 1300 GS

Akhirnya, kita tutup daftar ini dengan sang “Raja” alias The King of Adventure yang jadi impian banyak orang. BMW GS adalah benchmark atau standar yang ingin dikalahkan semua pabrikan motor di dunia. Versi terbarunya, R 1300 GS, adalah puncak teknologi roda dua saat ini.

Apalagi mesin 2-Silinder Boxer 1300cc DOHC-nya yang ikonik kini lebih bertenaga, sasisnya lebih canggih, dan fitur elektroniknya sudah kayak mobil mewah. Jelas, ini adalah motor “final boss” buat para petualang sejati yang sudah mapan secara finansial. Meskipun harganya memang fantastis, tapi pengalaman berkendaranya tiada dua.

  • Bobot Isi: 237 kg (DIN)
  • Tenaga: 107 kW (145 PS / 143 HP) @ 7750 rpm
  • Torsi: 149 Nm @ 6500 rpm
  • Power-to-Weight Ratio: Sekitar 0.4514 kW/kg

Tabel Perbandingan Lengkap 10 Motor Adventure Terbaik

acara touring Honda CB150X

Biar nggak bingung milih, Admin Exmotoride sudah membuatkan tabel perbandingan lengkap dari 10 motor di atas. Data PWR (Power to Weight Ratio) sangat penting buat tahu seberapa responsif motor tersebut saat kamu menarik gasnya. Cek detailnya di bawah ini:

MotorKonfigurasi MesinTenaga PuncakTorsi PuncakBobot IsiPWR (kW/kg)Tinggi Jok
1. Honda CB150X1-Silinder, 150cc11.5 kW (15.4 HP)13.8 Nm139 kg0.0827817 mm
2. Kawasaki Versys-X 2502-Silinder Paralel, 250cc25 kW (33.5 HP)21.7 Nm173 kg0.1445815 mm
3. Suzuki V-Strom 250 SX1-Silinder, 250cc19.5 kW (26.1 HP)22.2 Nm167 kg0.1167835 mm
4. KTM 250 Adventure1-Silinder, 250cc22 kW (29.5 HP)24 Nm~170 kg0.1294855 mm
5. Benelli TRK 2511-Silinder, 250cc19 kW (25.5 HP)21.1 Nm~176 kg0.1079800 mm
6. Royal Enfield Himalayan1-Silinder, 411cc18.02 kW (24 HP)32 Nm199 kg0.0905800 mm
7. BMW G 310 GS1-Silinder (Reverse), 313cc25 kW (33.5 HP)28 Nm175 kg0.1428835 mm
8. Honda CB500X2-Silinder Paralel, 471cc37 kW (49.6 HP)43 Nm199 kg0.1859830 mm
9. Suzuki V-Strom 650 XT2-Silinder V-Twin, 645cc52 kW (70 HP)62 Nm216 kg0.2407835 mm
10. BMW R 1300 GS2-Silinder Boxer, 1300cc107 kW (143 HP)149 Nm237 kg0.4514850 mm

Motor Apa Yang Jadi Teman Petualanganmu?

Suzuki V-Strom 250 SX warna kuning solo rider

Pada akhirnya, petualangan itu soal mentalitas, bukan cuma soal kapasitas mesin. Sebagaimana yang kita lihat, pasar motor adventure terbaik sangat beragam dan punya kelebihan masing-masing. Di kelas pemula, Honda CB150X membuktikan bahwa “adventure” bisa kita mulai dengan bujet yang rasional, sementara di kelas 250cc pilihannya makin asyik.

Kalau kamu cari kenyamanan murni, cek juga rekomendasi motor touring paling nyaman yang pernah kita bahas. Oleh sebab itu, yang terpenting adalah memilih motor yang sesuai dengan kebutuhan, postur tubuh, dan kondisi kantong kamu. Jadi, jangan memaksakan beli yang mahal kalau akhirnya malah nyusahin biaya bulanannya.

Kesimpulannya, memilih motor penjelajah adalah soal menemukan “kuda besi” yang paling pas untuk membawa kamu melihat indahnya Indonesia. Nah, dari 10 motor di atas, kamu tim mana nih? Tulis destinasi impian yang ingin kamu jelajahi bareng motor barumu di kolom komentar ya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini