Sebenarnya, ngiler liat motor 250cc wara-wiri di jalan memang manusiawi banget. Apalagi kalau kamu sekarang masih pakai motor 150cc, tentu saja godaan buat upgrade biar “naik kelas” itu pasti kuat banget. Alasannya jelas, tampilannya yang gagah, suara mesin 2 silinder yang merdu (buat sebagian besar model), dan pastinya, status “ganteng” yang otomatis nempel saat kamu menunggangi motor sport fairing atau Naked Bike impian.
Akan tetapi, tahan dulu, Bos! Meminang motor 250cc itu bukan cuma soal bayar harga OTR (On The Road) di dealer. Faktanya, banyak yang kaget, bahkan sampai “jual rugi” dalam hitungan bulan, karena gak siap sama biaya operasionalnya yang membengkak. Percaya deh, biaya kepemilikan motor 250cc itu jauh lebih tinggi dari sekadar harga belinya yang puluhan juta.
Oleh karena itu, di artikel ini, kita dari Exmotoride bakal bedah tuntas semua biaya “tersembunyi” yang harus kamu siapkan. Tujuannya sederhana, agar kamu bisa berhitung dengan cermat sebelum memutuskan untuk membawa pulang motor impianmu. Jangan sampai gaya elit tapi ekonomi sulit gara-gara salah perhitungan!
Rincian Biaya Riil yang Bikin Kaget

Selanjutnya, mari kita anggap kamu udah punya uang buat beli motornya. Sekarang, mari kita hitung berapa uang “jajan” bulanan dan tahunan yang harus kamu siapkan buat si kuda besi baru. Berikut adalah rincian kasarnya yang bakal bikin kamu mikir dua kali sebelum tanda tangan SPK.
1. Pajak Motor 250cc: Gengsi yang Harus Dibayar Tahunan
Faktanya, ini adalah “tamparan” pertama yang bakal kamu rasakan setahun setelah membeli motor. Jangan samakan pajak motor 250cc dengan motor 150cc kamu yang mungkin cuma Rp 200.000 – Rp 300.000-an. Pasalnya, karena motor 250cc punya Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang tinggi, otomatis dasar pengenaan pajaknya juga melonjak drastis.
Biasanya, besaran Pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan untuk motor 250cc, apalagi yang 2 silinder seperti Ninja 250, CBR250RR, atau R25, ada di rentang Rp 500.000 hingga lebih dari Rp 1.000.000 per tahun. Tentu saja, angka ini bisa beda-beda tergantung wilayah (tarif BBNKB dan PKB tiap provinsi beda) dan tahun pembuatan motor. Itu pun belum termasuk kalau kamu kena pajak progresif! Jadi, siapin anggaran hampir sejutaan tiap tahun cuma buat bayar status kepemilikan.
2. Konsumsi Bahan Bakar: Siap ‘Minum’ Pertamax!
Apakah kamu berpikir motor 250cc bisa seirit Vario atau BeAT? Sebaiknya, buang jauh-jauh pikiran itu sekarang juga. Motor 250cc, terutama yang 2 silinder, punya “dahaga” yang lebih besar. Hal ini disebabkan mesinnya butuh asupan bensin lebih banyak untuk menghasilkan performa yang buas dan akselerasi instan.
Sebagai gambaran, rata-rata konsumsi bbm motor 250cc (seperti data konsumsi bbm cbr250rr atau rivalnya) ada di angka 20-25 km per liter. Itu kalau kamu pakai dengan cara normal, sebaliknya kalau kamu pakai agresif ya bisa lebih boros lagi. Bandingkan dengan motor 150cc yang bisa tembus 40-50 km per liter dengan mudah.
Selain itu, masalahnya gak cuma di situ. Motor 250cc modern punya rasio kompresi mesin yang tinggi, biasanya di atas 11:1. Artinya? Kamu wajib pakai bensin dengan oktan minimal 92, alias Pertamax, Shell Super, atau yang setara. Akibatnya, gak bisa lagi diisi Pertalite kalau mau mesin awet dan performa optimal. Jika maksa pakai oktan rendah, siap-siap aja mesin ngelitik (knocking) dan dalam jangka panjang bisa merusak jeroan mesin. Cek juga penyebab bensin motor boros lainnya agar kamu lebih waspada.
Untuk lebih jelasnya, mari kita buat simulasi kasar. Misalnya kamu pakai motor harian sejauh 40 km pergi-pulang kerja:
- Motor 150cc (irit): 40 km / 40 km/l = 1 liter/hari. Pakai Pertalite (misal Rp 10.000) = Rp 10.000/hari.
- Motor 250cc (boros): 40 km / 22 km/l = 1,8 liter/hari. Pakai Pertamax (misal Rp 13.000) = Rp 23.400/hari.
Lihat bedanya? Biaya bensin harian kamu bisa melonjak lebih dari dua kali lipat! Dalam sebulan (25 hari kerja), itu berarti Rp 585.000 hanya untuk bensin, bandingkan dengan Rp 250.000 di motor 150cc kamu. Setahun? Udah lebih dari 7 juta cuma buat bensin!
3. Biaya Servis Rutin: Jauh Beda Sama BeAT
Selanjutnya, ini dia pos pengeluaran yang sering bikin pemilik baru megap-megap saat jadwal servis tiba. Biaya perawatan motor 250cc jelas gak bisa disamain sama motor bebek atau matic kecil. Padahal, semua serba lebih mahal, lebih banyak, dan lebih berkualitas. Ini termasuk bagian penting dari total biaya kepemilikan yang wajib kamu alokasikan.
Oli Mesin (Butuh 2 Liter!)
Perlu diketahui, kalau motor 150cc kamu paling cuma butuh 0,8 – 1 liter oli tiap ganti, motor 250cc 2 silinder butuh jauh lebih banyak. Karena punya dua piston dan bak oli lebih besar, rata-rata, kamu perlu 1,8 sampai 2,2 liter oli sekali ganti (tergantung ganti filter atau tidak).
Di sisi lain, olinya gak bisa sembarangan. Mesin 250cc itu ‘high-revving’ alias suka “teriak” di RPM tinggi. Oleh sebab itu, kamu wajib pakai oli berkualitas tinggi, biasanya full synthetic, yang harganya bisa Rp 100.000 – Rp 150.000 per liter. Artinya, sekali ganti oli aja kamu bisa habis Rp 200.000 – Rp 300.000. Bandingkan dengan motor 150cc yang mungkin cuma Rp 60.000-an. Biaya olinya aja udah 3-4 kali lipat! Jangan lupa baca tips memilih oli motor yang tepat agar mesin awet.
Suku Cadang Fast Moving
Tak hanya oli, komponen fast moving (yang rutin diganti) juga punya harga yang “wah” dibanding motor kecil.
- Filter Oli: Wajib ganti tiap servis atau tiap dua kali ganti oli (tergantung anjuran pabrik). Harganya? Bisa Rp 60.000 sampai Rp 120.000, bandingkan dengan filter oli motor kecil yang gak sampai Rp 20.000.
- Busi: Motor 250cc 2 silinder butuh 2 busi. Seringkali tipenya iridium yang awet tapi mahal. Busi iridium bisa tahan 20.000 km, tapi sekali ganti kamu harus beli 2, siapin aja Rp 150.000 – Rp 300.000.
- Kampas Rem: Karena performanya kencang, butuh kampas rem berkualitas tinggi (seringkali tipe sintered) biar pakem. Harga sepasang kampas rem depan atau belakang bisa Rp 200.000 – Rp 350.000.
- Filter Udara: Harganya juga bisa 2-3 kali lipat dari filter udara motor 150cc. Ganti tiap 15.000 – 20.000 km, tapi harganya lumayan terasa di dompet.
Jasa Servis Bengkel Resmi
Tentu saja, jangan lupa biaya jasa servis di bengkel resmi (BeRes) untuk motor 250cc itu beda kasta. Biaya jasa servis ringan aja bisa Rp 150.000 – Rp 250.000, belum termasuk harga spare part. Total sekali servis rutin (jasa, ganti oli, filter oli) di bengkel resmi, kamu harus siapin minimal Rp 400.000 – Rp 600.000. Itu kalau gak ada penggantian part lain. Detail biaya servis ninja 250 misalnya, punya reputasi yang lumayan “terhormat” di kantong para bikers.
4. Biaya Suku Cadang Jangka Panjang (Siap Nabung)
Sebaliknya, ini adalah biaya yang mungkin gak keluar di tahun pertama, tapi pasti akan kamu temui di tahun kedua atau ketiga. Dan angkanya… lumayan bikin pusing kepala. Ini bagian dari biaya perawatan motor 250cc yang harus kamu antisipasi jauh-jauh hari.
Ganti Ban (Bisa Seharga HP Baru)
Pasalnya, motor 250cc pakai ban tapak lebar agar stabil. Ukuran standarnya aja bisa 110/70 di depan dan 140/70 atau 150/60 di belakang. Ban sekelas ini gak murah, Bos, karena pakai kompon khusus dan speed rating yang tinggi. Untuk sepasang ban (depan-belakang) dari merek yang lumayan bagus (kayak IRC, Zeneos, atau Aspira) kamu harus siapkan dana minimal Rp 1,5 juta. Kalau mau pakai merek premium impor (Bridgestone, Pirelli, Michelin), harganya bisa di atas Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta! Kamu bisa cek referensi jenis velg motor untuk memahami ukuran ban yang pas.
Gir Set dan Rantai
Selain itu, ukurannya lebih besar (biasanya pakai ukuran 520) dan harus kuat menahan tenaga besar dari mesin. Usia pakainya mungkin 1-2 tahun tergantung gaya berkendara dan perawatan. Harga satu set gir dan rantai orisinal atau merek aftermarket bagus (kayak SSS atau RK) bisa di angka Rp 700.000 sampai Rp 1 jutaan, bahkan untuk CBR250RR tembus hampir 2 jutaan.
5. Biaya “Kaget” Lainnya (Yang Sering Lupa)
Di samping empat pos di atas, ada biaya lain yang sering bikin kaget pemilik baru karena jarang terpikirkan.
Aki (Baterai)
Alasannya sederhana, motor 250cc modern itu penuh elektronik, sensor, dan butuh aki bertenaga besar (Amper besar) buat starter mesin 2 silindernya. Akibatnya, harga akinya pun jauh lebih mahal dari aki motor bebek. Siapkan dana Rp 400.000 – Rp 700.000 saat aki kamu mulai soak. Pahami cara merawat aki motor agar usianya lebih panjang.
Kampas & Per Kopling
Akibatnya, tenaga mesin yang besar bikin kerja kopling lebih berat, apalagi kalau kamu tipe pengendara yang suka mainin setengah kopling di kemacetan. Satu set kampas kopling dan per kopling orisinal bisa menguras kantong Rp 500.000 sampai Rp 800.000 belum termasuk ongkos pasang.
Air Radiator (Coolant)
Faktanya, mesin 250cc pakai pendingin cairan (radiator) yang wajib kamu rawat. Ganti atau kuras air radiator idealnya setahun sekali untuk mencegah karat dan penyumbatan. Kelihatannya sepele, tapi kalau sampai diabaikan dan mesin overheat, biayanya bisa puluhan juta buat turun mesin.
Studi Kasus: Simulasi Biaya Tahunan (150cc vs 250cc)

Oleh sebab itu, biar makin jelas gambaran angkanya, ayo kita bikin tabel perbandingan biaya kepemilikan selama satu tahun antara motor sport 150cc (misal CBR150R/R15) dengan motor sport 250cc (misal CBR250RR/Ninja 250). Kita asumsikan pemakaian sama, yaitu 12.000 km per tahun.
| Pos Pengeluaran | Motor Sport 150cc (Estimasi) | Motor Sport 250cc (Estimasi) |
|---|---|---|
| Pajak Tahunan (PKB) | Rp 300.000 | Rp 750.000 |
| Bensin (12.000 km/tahun) | (12.000 km / 40 km/l) = 300 L 300 L x Rp 10.000 (Pertalite) = Rp 3.000.000 | (12.000 km / 22 km/l) = 545 L 545 L x Rp 13.000 (Pertamax) = Rp 7.085.000 |
| Servis Rutin (4x setahun @ 3000 km) | (Jasa + Oli 1L) @ Rp 120.000 4 x Rp 120.000 = Rp 480.000 | (Jasa + Oli 2L + Filter Oli) @ Rp 450.000 4 x Rp 450.000 = Rp 1.800.000 |
| TOTAL TAHUNAN (Estimasi) | Rp 3.780.000 | Rp 9.635.000 |
Catatan: Tabel ini adalah simulasi kasar dan tidak termasuk biaya ganti ban, gir set, kampas rem, aki, atau servis besar. Ini murni biaya operasional paling dasar.
Tentu saja gila, kan? Perbedaannya bisa sampai 2,5 kali lipat lebih mahal hanya untuk biaya operasional dasarnya aja. Totalnya hampir 10 juta setahun, atau sekitar Rp 800.000 per bulan yang harus kamu sisihkan. Ingat, itu di luar cicilan (kalau kamu kredit) dan di luar biaya ganti ban atau part besar lainnya!
Jangan Sampai Motor Ganteng tapi Dompet Kering

Sebenarnya, bukan maksud kita di Exmotoride bikin kamu patah semangat. Punya motor 250cc itu emang sebuah pencapaian dan kebanggaan tersendiri bagi seorang bikers. Sensasi performa dan gengsinya jelas gak bisa didapat dari motor 150cc. Kamu bisa cek beberapa pilihan menarik di artikel Harga Motor Sport 250cc Terbaik ini.
Walaupun demikian, artikel ini kami buat sebagai “tamparan realita” agar kamu tidak menyesal di kemudian hari. Upgrade ke 250cc berarti kamu harus siap secara finansial, gak cuma buat beli, tapi juga buat “ngasih makan”-nya. Pastikan kamu sudah menghitung dengan matang semua potensi biaya kepemilikan motor 250cc ini sebelum mengambil keputusan.
Punya pengalaman unik soal biaya perawatan motor 250cc? Atau ada rincian biaya servis ninja 250 yang mau kamu tambahin? Langsung aja share di kolom komentar, Bos. Mari kita diskusi! Jangan lupa cek artikel bermanfaat lainnya dari Exmotoride biar motor kamu makin awet dan performanya terjaga.







