Duel abadi di pasar skuter matic premium Indonesia kembali memanas nih, Bro. Ini bukan sekadar persaingan biasa antar pabrikan Jepang. Sebaliknya, ini adalah “El Clasico” roda dua yang selalu kita tunggu-tunggu setiap tahunnya. Situasinya sekarang adalah yang paling sengit sekaligus paling teknologikal hingga saat ini.
Ya, apalagi kalo bukan perbandingan nmax vs pcx edisi 2026 yang selalu seru untuk dibahas di tongkrongan. Di satu sudut, kita punya sang penantang dengan teknologi gres, Yamaha NMAX, yang hadir dengan gebrakan “NMAX Turbo”. Di sudut lain, sang juara bertahan yang tenang, Honda PCX 160, mengandalkan kemewahan yang telah teruji dan mesin eSP+ 4-katup yang super halus.
Bagi kalian yang sedang bingung di tahap akhir keputusan pembelian, Tim Exmotoride bakal bedah tuntas duel ini. Siapa yang benar-benar layak menguasai garasi kalian? Mari kita selami lebih dalam data dan faktanya.
Sektor Mesin & Performa: YECVT vs eSP+

Ini adalah inti pertarungan sebenarnya. Sebab, dapur pacu adalah pembeda paling signifikan antara kedua model ini, lebih dari sebelumnya. Yuk, kita bedah satu per satu teknologinya.
Apa Sebenarnya “Turbo” di Yamaha NMAX?

Pertama dan terpenting, kita luruskan dulu persepsinya biar gak salah kaprah. Istilah “Turbo” pada NMAX adalah murni strategi marketing yang cerdas dari Yamaha. Ini bukan turbocharger seperti di mobil yang menggunakan induksi paksa untuk memampatkan udara ke ruang bakar.
Teknologi sebenarnya bernama YECVT (Yamaha Electric CVT). Sederhananya, Yamaha membuang sistem roller CVT konvensional yang biasa kita temui. Sebagai gantinya, mereka menggunakan motor elektrik kecil (ECU terpisah) yang bertugas mendorong dan menarik puli depan. Karena motor elektrik menggerakkannya, perpindahan rasio CVT bisa terjadi secara instan dan sangat presisi.
Inilah yang memberikan sensasi jambakan instan ala “Turbo”. YECVT ini memberikan dua mode berkendara utama:
- T-Mode (Town/Touring): Ini adalah mode standar untuk berkendara santai di dalam kota atau touring jarak jauh. Hasilnya, akselerasinya terasa lebih halus dan konsumsi bahan bakar lebih optimal.
- S-Mode (Sport): Nah, ini mode “galak”-nya. Saat kalian aktifkan, motor elektrik YECVT langsung menyesuaikan rasio ke setelan paling agresif. Mode ini sangat cocok untuk menyalip kendaraan di depan atau saat butuh tenaga instan.
Selain itu, ada tombol “Y-Shift” yang memberikan sensasi perpindahan gigi manual virtual sebanyak tiga tingkat. Fitur ini tidak hanya untuk gaya-gayaan semata. Y-Shift sangat berguna untuk memberikan sensasi deselerasi (engine brake) yang lebih kuat saat turunan atau akselerasi instan saat keluar tikungan. Kalau kalian penasaran soal hitungan tenaga mesin, coba cek artikel Perbedaan Torsi dan Tenaga biar makin paham konsepnya.
Lawan Tangguh: Kehalusan Mesin PCX 160 eSP+

Jika NMAX berfokus pada sensasi akselerasi baru, Honda PCX 160 tetap setia pada resep andalannya: kehalusan absolut. Mesin eSP+ (enhanced Smart Power Plus) berkapasitas 156.9cc (dibulatkan 160) ini sudah menggunakan 4 katup.
Alhasil, penggunaan 4 katup membuat asupan bahan bakar dan proses pembuangan sisa pembakaran menjadi jauh lebih efisien. Hasilnya adalah karakter mesin yang sangat linear, bertenaga di putaran tengah, dan yang terpenting, getaran yang sangat minim nyaris tak terasa.
Oleh karena itu, bagi banyak komuter mapan, kehalusan mesin ini adalah sebuah kemewahan yang tidak bisa ditukar. Meskipun begitu, walau tidak memiliki “gimmick” mode berkendara seperti NMAX Turbo, PCX 160 menawarkan performa solid yang konsisten.
Komparasi Data Mesin & Real PWR (Siapa Lebih Kencang?)

Angka tidak pernah bohong, Brads. Mari kita lihat data teknis kedua motor ini untuk melihat siapa yang unggul di atas kertas. Menurut perhitungan kami menggunakan metode Real Power-to-Weight Ratio (simulasi bobot rider 62 kg + Power Loss CVT 20%), inilah hasil duel efisiensi tenaganya:
- Honda PCX 160 (ABS):
- Mesin: 156.9cc, 4-tak, 4-katup, eSP+
- Tenaga Puncak: 15.8 HP @ 8,500 RPM
- Bobot Isi: 132 kg
- Real PWR (On Wheel): 0.065 HP/kg (Unggul Tipis)
- Yamaha NMAX Turbo (Tech Max):
- Mesin: 155cc, VVA, YECVT, Blue Core
- Tenaga Puncak: 15.1 HP @ 8,000 RPM
- Bobot Isi: 135 kg
- Real PWR (On Wheel): 0.061 HP/kg
Secara mengejutkan, di atas kertas, PCX 160 unggul dalam hal Power-to-Weight Ratio murni karena bobotnya yang lebih ringan dan tenaga puncak sedikit lebih besar. Kalian bisa pelajari lebih lanjut soal metode hitung ini di artikel Metode Pengukuran PWR. Namun, jangan sampai kalian tertipu angka semata. NMAX Turbo membalas kekalahan statistik ini dengan teknologi YECVT yang membuat akselerasi awal dan tengah (0-80 km/jam) terasa jauh lebih instan dan responsif di jalan raya.
Adu Irit NMAX vs PCX 160: Siapa Lebih Hemat?

Ini adalah faktor krusial bagi komuter harian. Mesin eSP+ Honda sudah terkenal sangat irit berkat teknologi CVT konvensional yang matang dan fitur ISS.
Di sisi lain, Yamaha mengklaim mode ‘T’ pada YECVT dirancang untuk efisiensi yang setara, bahkan lebih baik. Tentu saja, godaan menggunakan mode ‘S’ dan Y-Shift yang “menyenangkan” itu pasti akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar jadi lebih boros. Secara umum, PCX 160 memiliki reputasi yang sedikit lebih irit untuk pemakaian santai.
Duel Fitur & Teknologi: Adu Canggih Panel Instrumen

Pertarungan tidak hanya di mesin, tapi juga fitur. Kedua motor ini menawarkan paket teknologi yang memanjakan penggunanya, namun dengan filosofi yang sangat berbeda.
Panel Instrumen & Konektivitas

NMAX Turbo mengambil langkah besar dengan layar TFT berwarna yang canggih di varian tertinggi. Selanjutnya, tampilannya modern, informatif, dan memiliki kemampuan menampilkan sistem navigasi (Garmin StreetCross). Ini jelas memberikan kesan paling premium. Kalau mau tau detail fitur NMAX lainnya, bisa cek di Ulasan Yamaha NMAX Terbaru.
Honda PCX 160, sementara itu, menggunakan panel digital negatif display yang elegan. Memang, desainnya mewah, informasinya jelas dan mudah dibaca. Meskipun tidak secanggih layar TFT, tampilannya sangat berkelas.
Soal konektivitas, NMAX punya Y-Connect yang fokus pada data motor (servis, bensin, lokasi). Sebaliknya, Honda PCX 160 (varian tertinggi) mengandalkan Honda RoadSync yang fokus pada interaksi berkendara (navigasi suara, musik, telepon) lewat headset helm.
Ergonomi, Kenyamanan, dan Kualitas Rakitan

Bagaimana rasanya saat diduduki dan diajak jalan? Ini seringkali menjadi faktor penentu yang tidak bisa diukur dengan angka statistik.
Kualitas Rakitan: Keluhan Klasik vs Build Solid
Ini adalah area sensitif yang harus kita bahas jujur. Selama bertahun-tahun, beberapa pengguna NMAX (generasi sebelumnya) mengeluhkan kualitas panel bodi plastik yang terkadang terasa “reyot” atau mudah bergetar.
Di sinilah banyak orang menganggap PCX 160 menang mutlak. Kualitas rakitan PCX terasa sangat ‘padat’ dan solid. Sebagai contoh, celah antar panel bodinya rapat, finishing catnya terkenal jempolan, dan saat diketuk, materialnya terasa lebih tebal.
Karakter Suspensi Harian
Karakter suspensi keduanya juga berbeda. NMAX memiliki karakter yang cenderung sportif dan sedikit kaku (firm), sangat enak buat nikung.
PCX 160, di sisi lain, menawarkan karakter suspensi ganda yang lebih empuk dan mewah. Motor ini terasa sangat nyaman saat melibas polisi tidur atau jalanan kota yang tidak rata. Gak heran kalau PCX sering masuk daftar Motor Matic Besar Paling Nyaman pilihan keluarga.
Tabel Spesifikasi Perbandingan NMAX vs PCX 2026

Untuk memudahkan kalian membandingkan data mentah, berikut adalah tabel komparasi NMAX vs PCX terbaru secara head-to-head.
Putusan Akhir: Tim Agresif atau Tim Nyaman?

Setelah melihat semua perbandingan tadi, kita sampai pada pertanyaan utama: pilih mana NMAX atau PCX? Jawabannya, seperti biasa, ada pada prioritas dan gaya berkendara kalian.
Pilih Yamaha NMAX Turbo jika kalian mencari sensasi. Kalau akselerasi instan, teknologi layar canggih, dan manuver lincah adalah menu harianmu, maka NMAX adalah rajanya. Sebaliknya, pilih Honda PCX 160 jika kalian mencari ketenangan. Kalau kehalusan mesin, kualitas bodi yang solid, dan kenyamanan suspensi yang empuk buat harian adalah prioritasmu, PCX gak bakal salah.
Jadi, kalian tim mana nih, Bro? Tim “Turbo” yang agresif atau Tim “eSP+” yang elegan? Coba share pilihan dan alasan kalian di kolom komentar ya, siapa tau bisa bantu temen lain yang lagi galau!







