Beranda Matic Rahasia Racikan Shock Depan PCX 160: Anti Jedug & Auto Empuk Kayak...

Rahasia Racikan Shock Depan PCX 160: Anti Jedug & Auto Empuk Kayak Duduk di Sofa!

93
0
Takaran Oli Shock Depan PCX 160

Pernah gak sih, Bro, lagi asik-asik riding santai naik PCX 160, eh tiba-tiba stang rasanya kayak mukul tangan pake palu pas hajar polisi tidur? Jedug! Waduh, sakitnya tuh bukan cuma di pergelangan tangan, tapi nusuk sampe ke hati (dan dompet kalau keseringan). Memang sih, Honda PCX 160 ini punya reputasi sebagai matic gambot yang mewah. Namun, banyak user yang mengeluh soal karakter suspensi depan yang rasanya agak “sporty” alias keras.

Sebenernya, engineer pabrikan sudah menghitung karakter suspensi bawaan secara matang demi menjaga kestabilan di kecepatan tinggi. Akan tetapi, kondisi jalanan Indonesia kan beda cerita, Bro. Jalanan kita gak semulus aspal sirkuit Mandalika. Oleh karena itu, banyak banget sobat bikers yang mencari cara buat bikin ayunan shock depan PCX 160 jadi lebih ramah di badan. Kuncinya ada di mana? Yups, bener banget: Takaran Oli Shock.

Nah, di artikel kali ini, tim Exmotoride bakal membongkar habis rahasia setingan oli shock depan PCX 160. Kita akan bahas mulai dari volume standar pabrikan, trik mengurangi takaran biar empuk, tanda-tanda oli shock mulai basi, sampai mainan viskositas oli biar gak limbung. Siapin kopi dulu, Brads, kita bedah tuntas biar motor kalian senyaman sofa berjalan!

Standar Pabrikan vs Realita Jalanan: Berapa Sih Volume Aslinya?

realita shock depan honda pcx 160

Sebelum kita main oplos atau kuras-menguras, kalian wajib tahu dulu patokan dasarnya. Jangan asal main kira-kira pake perasaan, nanti shock malah pincang sebelah, Bro! Berdasarkan data teknis resmi dari Astra Honda Motor, takaran oli shock depan PCX 160 standar adalah 125 ml per tabung (toleransi +/- 2 ml).

Angka 125 ml ini sebenernya adalah angka “aman” buat segala kondisi. Pabrikan merancangnya supaya motor tetap stabil saat nikung, gak terlalu dive (nukik) saat ngerem mendadak, dan tetap oke saat kalian boncengan. Namun, buat single rider dengan bobot rata-rata orang Indonesia (sekitar 60-70 kg), volume segini memang membuat ruang udara (air gap) di dalam tabung shock jadi sempit. Akibatnya, kompresi udara jadi padat, dan shock terasa keras saat melibas jalanan rusak.

Jika kalian merasa settingan standar ini bikin tangan kesemutan, berarti saatnya memainkan “resep dokter” ala bengkel suspensi. Meskipun begitu, kalian harus ingat bahwa ubahan ini punya konsekuensi tersendiri. Ngomong-ngomong soal performa, menurut perhitungan kita, PCX 160 ini punya PWR (Power to Weight Ratio) riil sekitar 0,065 HP/kg (berdasarkan estimasi tenaga roda 12,6 HP setelah loss CVT dan bobot total motor+rider 194 kg). Jadi wajar kalau butuh suspensi stabil buat nahan tenaganya. Penasaran detail hitungannya? Cek artikel metode pengukuran Power to Weight Ratio biar makin paham teknis.

Resep Rahasia: Kurangi Volume Biar Empuk (Soft Setting)

solusi shock depan PCX agar empuk

Ini dia trik yang paling sering anak-anak komunitas pake. Kalau kalian ingin shock depan PCX 160 terasa lebih “membal” dan empuk, kuncinya adalah memperbanyak ruang udara di dalam tabung shock. Caranya gimana? Ya kurangi saja olinya, Bro!

Banyak mekanik suspensi menyarankan kalian untuk mengurangi volume oli sekitar 5 ml sampai 10 ml dari takaran standar. Jadi, rumusnya adalah sebagai berikut:

  • Volume Standar: 125 ml.
  • Target Empuk Harian: 115 ml – 120 ml per tabung.

Kenapa cara ini bisa bikin empuk? Logikanya sederhana. Saat kalian mengurangi oli, volume udara di dalam tabung jadi lebih banyak. Udara punya sifat kompresibel (bisa ditekan), beda sama cairan oli yang padat. Jadi saat shockbreaker tertekan (kompresi), udara yang lebih banyak tadi memberikan efek “pegas” tambahan yang lebih lembut sebelum oli bekerja menahan laju suling shock.

Tapi awas, jangan kurangi lebih dari 10 ml ya! Kalau olinya terlalu sedikit, shock bakal bunyi jedug saat rebound (balik ke atas) karena oli gak sempet nahan pergerakan as shock. Niat hati mau empuk, malah jadi kayak naik kuda lumping. Buat yang pengen tau cara naikin performa motor selain urusan suspensi, bisa mampir ke panduan cara meningkatkan performa motor harian dari kita.

Tanda-Tanda Oli Shock Depan Wajib Ganti

ciri dan tanda oli shock depan harus ganti

Kita sering lupa kalau oli shock itu juga punya masa pakai lho, Bro. Gak cuma oli mesin yang wajib kalian ganti secara rutin. Oli shock bekerja keras menahan panas akibat gesekan as dan tabung. Lama-kelamaan, viskositasnya bakal encer kayak air, atau malah mengental jadi lumpur kalau seal bocor.

Simak ciri-ciri fisik berikut ini yang menandakan oli shock PCX kalian udah minta “jajan”:

  • Rebound Liar: Motor terasa ngayun-ngayun gak jelas setelah ngelewatin polisi tidur.
  • Rembesan Oli: Kalian melihat jejak minyak di as shock yang mengkilap (tanda seal bocor).
  • Suara Jedug: Shock sering mentok (bottoming) padahal cuma lewat lubang kecil.
  • Stang Berat: Kalian merasa stang kaku saat manuver.

Idealnya, ganti oli shock setiap 20.000 km atau 2 tahun sekali. Jangan nunggu bocor baru ganti ya! Perawatan berkala itu investasi biar kerusakan gak ngerembet ke komstir. Kalau mau tau soal perawatan komponen vital lainnya kayak ECU, baca juga artikel pengertian dan fungsi ECU motor biar makin pinter ngerawat si kuda besi.

Solusi Anti Limbung: Mainkan Viskositas Oli (Stabilizer)

viskositas oli stabilizer pcx 160

Selain masalah keras, kalau kalian juga merasa motor ngayun-ngayun gak jelas (limbung) pas kecepatan tinggi atau nikung, berarti masalahnya ada di rebound yang terlalu cepat. Solusinya bukan cuma main takaran volume, tapi kalian harus ganti jenis olinya.

Oli shock bawaan pabrik biasanya punya viskositas (kekentalan) setara SAE 10W. Ini encer banget, Bro. Biar shock lebih “anteng” dan gak liar, kalian bisa ganti pake oli shock aftermarket dengan spek SAE 15W atau 20W. Mengacu pada prinsip kerja fork motor, oli yang lebih kental bakal memperlambat aliran fluida di lubang suling shock (damping). Hasilnya?

  • Kompresi: Sedikit lebih keras (tapi solid).
  • Rebound: Lebih lambat (smooth), gak nyentak balik.
  • Kestabilan: Meningkat drastis, terutama buat nikung.

Buat kalian yang sering touring jauh atau bawa beban berat, kita lebih merekomendasikan opsi ini daripada sekadar mengurangi volume oli. Jangan lupa juga buat ngecek kondisi oli mesin dan oli gardan ya, karena perawatan motor itu harus menyeluruh.

Persiapan Alat Tempur: Jangan Asal Bongkar!

peralatan untuk bongkar shock depan

Sebelum kita lanjut ke tabel perbandingan, ada baiknya kalian tau dulu apa aja yang perlu disiapkan kalau mau nekat bongkar sendiri (DIY). Oprek shock depan itu gak semudah ganti oli mesin, Bro. Butuh effort dan alat yang memadai biar baut gak slek atau as shock baret.

Daftar Alat Wajib:

  • Kunci L Bintang (biasanya T40 atau T50) buat membuka segitiga bawah.
  • Kunci Ring/Pas ukuran 14mm dan 17mm buat melepas as roda.
  • Kunci L 6mm atau 8mm buat membuka kaliper rem.
  • Gelas Ukur Presisi (Wajib! Jangan pake feeling).
  • Wadah penampung oli bekas.
  • Kain lap bersih yang banyak (Oli shock itu licin dan nyebelin).

Satu hal yang paling krusial adalah kebersihan. Pastikan kalian membersihkan area kerja dari pasir atau debu. Sedikit aja butiran pasir masuk ke tabung shock, seal shock bisa bocor dalam hitungan hari. Kalau gak yakin punya alat lengkap, bawa saja motor kalian ke bengkel spesialis suspensi, Bro.

Tujuan SettingVolume Oli (Per Tabung)Jenis Oli (Viskositas)Efek yang Dirasakan
Standar Pabrik125 mlSAE 10W (Std)Stabil, agak keras di jalan rusak
Harian Empuk115 – 120 mlSAE 10W (Std)Lembut, nyaman buat jalan santai
Touring / Berat125 – 130 mlSAE 15W / 20WSolid, anteng, rebound lambat
Balap / Cornering130 ml+SAE 20W+Keras, presisi, minim limbung

Kenapa Shock Depan Sering Bunyi “Jedug”?

penyebab shock depan bunyi jedug

Masalah klasik PCX 160 nih, bunyi “jedug” pas lewat polisi tidur. Banyak orang salah kaprah, mereka mengira shock-nya mentok bawah (bottoming). Padahal, seringkali itu bunyi Top Out alias mentok atas!

Bunyi ini terjadi karena rebound terlalu cepat. Per shock menendang balik as shock ke atas dengan kencang, dan oli shock yang terlalu encer atau volumenya kurang gak sanggup menahan tendangan itu. Akhirnya, jeroan shock saling beradu pas posisi memanjang maksimal.

Solusinya apa? Jangan kurangi olinya lagi, Bro! Justru kalian harus pasang volume pas (125 ml) atau ganti oli yang lebih kental (SAE 15W/20W) tadi. Atau kalau mau lebih advance, kalian bisa menambah preload per (ganjal per) sedikit biar gak terlalu amblas.

Daftar Kapasitas Oli Shock Motor Honda Lainnya

daftar kapasitas oli shock depan motor honda

Buat referensi tambahan atau kali aja kalian punya motor Honda lain di garasi, kita kasih bocoran data kapasitas oli shock depan motor Honda lainnya biar kalian gak salah takar:

  • Honda Beat (Karbu/FI/ESP): 75 ml per tabung.
  • Honda Vario 125/150: 75 ml per tabung (sama kayak Beat, tapi per-nya beda).
  • Honda Vario 160: 135 ml – 140 ml (Lebih banyak dari PCX lho!).
  • Honda ADV 150/160: 135 ml – 145 ml (Travel shock lebih panjang).
  • Honda Scoopy: 70 ml per tabung.
  • Honda Genio: 65 ml per tabung.

Penting banget buat pake gelas ukur yang presisi ya. Beda 5 ml aja di shock motor kecil kerasa banget bedanya. Jangan pake takaran tutup botol air mineral, gak akurat itu mah! Dan pastikan kalian memilih oli shock khusus, jangan mencampurnya dengan minyak goreng atau oli hidrolik bekas traktor ya. Cek panduan cara memilih oli motor yang benar biar gak zonk pas milih spek oli.

Jadi Bro, Kapan Mau Oprek Shock Breaker?

setingan shock depan tepat bikin riding jadi lebih nyaman

Nah, setelah tau seluk-beluk takaran oli shock depan PCX 160, sekarang kalian yang memegang kendali keputusannya, Bro. Kalau rute harian kalian banyak jalan rusak dan kalian pusing sama getaran stang, resep kurangi oli jadi 115-120 ml adalah jalan ninjanya. Cara ini murah, mudah, dan kalian bakal langsung merasakan bedanya.

Di sisi lain, kalau kalian tipe speed freak yang suka miring-miring atau sering boncengan bawa beban berat, mending tetap pertahankan volume standar atau ganti oli ke viskositas yang lebih kental (SAE 20W). Shock yang terlalu empuk itu bahaya lho kalau kalian pake ngebut, bisa bikin motor ngayun dan hilang kendali.

Gimana menurut kalian, sobat PCX Owner? Udah ada yang pernah coba racikan oli shock ini? Atau punya resep rahasia lain yang lebih maknyus? Yuk, share pengalaman kalian di kolom komentar bawah! Siapa tau bisa jadi inspirasi buat bikers lain yang lagi galau shock depannya keras kayak batu. Keep safety riding dan salam satu aspal!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini