Beranda Wawasan Roda 2 Kupas Tuntas Perbedaan Torsi dan Tenaga (Power) Motor Biar Nggak Salah Kaprah

Kupas Tuntas Perbedaan Torsi dan Tenaga (Power) Motor Biar Nggak Salah Kaprah

1658
4
perbedaan torsi dan tenaga HP mesin motor

Halo para biker dan rider setanah air, kali ini Tim Exmotoride bakal kupas tuntas tentang perbedaan torsi dan tenaga pada mesin motor dan kendaraan lainnya. Pembahasan ini sangat penting untuk kita pahami, Bro. Pasalnya, kedua variabel ini jadi patokan utama buat mengukur kinerja dan performa mesin kuda besi kesayangan kamu. Tanpa memahami keduanya, kamu bakal kesulitan menentukan karakter motor yang pas buat kebutuhan harian.

Selama ini, kalau kita perhatikan, banyak banget di antara sobat bikers yang masih salah kaprah mengenai tenaga motor. Seringkali, banyak yang menganggap torsi dan tenaga motor adalah hal yang sama, padahal faktanya beda jauh, Bro! Supaya kamu punya gambaran yang lebih jelas dan visual, coba tonton dulu video penjelasannya lewat link di bawah ini:

Nah, sebelum masuk ke pembahasan teknis, Kita punya tebak-tebakan menarik nih buat menguji pemahamanmu. Sebenarnya, kamu pasti bisa menjawabnya dengan mudah kalau sudah memahami konsep dasar perbedaan torsi dan tenaga motor dengan baik. Coba perhatikan pertanyaannya berikut ini:

  • Kenapa motor trail tidak membutuhkan tenaga yang besar, tapi membutuhkan torsi yang jambak?
  • Kenapa motor sport tidak terlalu membutuhkan torsi, tapi sangat membutuhkan tenaga (power) yang besar?
  • Kenapa motor harian membutuhkan keseimbangan (balance) antara torsi dan tenaga?

Tenang aja, kita akan menjelaskan semuanya tentang torsi dan tenaga, mulai dari pengertian sampai perbedaannya secara mendetail di artikel ini.

Perbedaan Torsi dan Tenaga (HP) Dari Pengertian dan Definisinya

pengertian dan definisi torsi dan tenaga motor

Sebenarnya, kedua istilah ini, baik torsi maupun tenaga motor, bisa kita bedakan dari pengertian dan satuannya. Singkatnya, yang satu berhubungan dengan akselerasi (tarikan), sedangkan satunya lagi berhubungan dengan kecepatan puncak (top speed). Biar nggak bingung, mari kita bedah satu per satu menggunakan analogi sederhana sehari-hari.

Torsi Motor Adalah Sesuatu yang Berhubungan Dengan Akselerasi

Pada kehidupan sehari-hari, kamu pasti pernah kesulitan saat mau memutar dan membuka tutup botol obat atau minuman, kan? Misalnya, ketika adik kamu mencobanya, tutup obat itu nggak bergerak sama sekali karena kurang kuat. Akhirnya, si adik meminta bantuan kamu untuk membukanya.

Nah, dengan kekuatan “tenaga dalam” penuh, akhirnya kamu bisa memutar dan membuka tutup botol obat itu. Kejadian sederhana itu menunjukkan bahwa torsi kamu lebih besar daripada torsi adik kamu. Lanjut ke pengertian teknisnya, arti “Torsi” (torque) adalah suatu gerakan dorongan yang terjadi antara piston dan poros engkol.

Gerakan inilah yang kemudian akan menghasilkan suatu perputaran yang kuat. Torsi ini juga bisa kita artikan sebagai gaya yang mesin miliki untuk memutar crankshaft (kruk as) pada setiap RPM (Revolution Per Minute). Sederhananya begini saja agar mudah dipahami: Torsi adalah seberapa besar kemampuan mesin untuk “mendorong” motor dari posisi diam agar bergerak.

Jadi, seharusnya kamu sudah paham bahwa torsi itu erat kaitannya dengan akselerasi awal. Makanya, torsi adalah seberapa besar daya yang mesin hasilkan untuk mencapai pergerakan tertentu dari posisi diam. Selain itu, kemampuan sebuah sepeda motor untuk mengangkut bebannya juga dipengaruhi oleh besar torsinya. Itu sebabnya, motor yang punya torsi besar lebih bisa kita andalkan untuk “disiksa” sebagai pengangkut barang atau nanjak gunung.

Tenaga (power) Motor Adalah Sesuatu yang Berhubungan Dengan Kecepatan

Kita lanjut dengan cerita tutup botol obat tadi ya, Sobat. Setelah tutupnya berhasil tergeser (karena torsi), terus kamu perlu usaha untuk memutarnya lagi agar tutup botol benar-benar terlepas. Kamu pasti paham, untuk memutarnya saat sudah longgar tidak butuh tenaga sekeras di awal tadi. Nah, usaha untuk memutar dengan cepat itulah yang kita namakan tenaga atau power.

Kecepatan membuka dan memutar tutup botol antara kamu dan adik kamu pasti tidak sama, kan? Biar tambah paham, kita ambil contoh pertarungan 2 petinju legendaris yang (sayangnya) belum pernah terjadi: Mike Tyson melawan Chris John.

Pukulan Mike Tyson itu kerasnya minta ampun, tapi dalam satu menit mungkin dia hanya mampu memukul 4 kali. Sebaliknya, pukulan Chris John mungkin tidak sekeras Tyson, tapi dalam satu menit dia bisa melayangkan pukulan hingga 30 kali. Berarti, bisa kita simpulkan torsi Mike Tyson lebih besar dari Chris John. Sedangkan Chris John mempunyai tenaga (power/speed) lebih baik.

Kenapa bisa begitu? Alasannya karena kecepatan pukulannya 30 pukulan per menit, sementara Tyson hanya 4, meskipun kekuatan pukulannya (torsi) lebih mematikan. Mungkin analogi ini terdengar unik, tapi kita berusaha membuat kamu mengerti konsep dasarnya.

Jadi, jangan heran jika menemukan kasus motor 250cc 1 silinder unggul di torsi, sedangkan motor 250cc 2 silinder unggul di power. Motor 250 cc 1 silinder punya daya tekan piston lebih besar (Tyson), jadi lebih mantap untuk “meninju” di putaran bawah. Sedangkan 250 cc 2 silinder pistonnya lebih kecil dan enteng, tapi jumlahnya “keroyokan” 2 buah (Chris John).

Akibatnya, “bak buk bak buk” hantamannya lebih banyak dan cepat. Patokannya simpel, Bro. Semakin banyak jumlah silinder, biasanya torsi bawahnya makin loyo, tapi power puncaknya makin gila. Coba perhatikan ZX25R, 250 cc 4 silinder. Kita sudah bisa prediksi motor ini bakal lemot di putaran bawah tapi “over power” banget di putaran atas.

Memahami Peran Tenaga (Power)

Jadi, pengertian dari “Tenaga” (power) pada motor adalah daya yang berkelanjutan selama jangka waktu tertentu. Bisa juga kita artikan sebagai ukuran seberapa cepat mesin dapat mengerahkan torsi yang sama dari waktu ke waktu.

Sebagai gambaran, torsi berguna untuk membawa motor berakselerasi dari posisi diam (Jambakan awal). Tapi, untuk membuatnya terus bergerak maju makin kencang, yang kita butuhkan adalah tenaga. Tenaga inilah yang sangat berkaitan dengan kecepatan puncak (top speed) motor.

Intinya, torsi dan tenaga adalah gerakan dorong akibat pembakaran di mesin yang kemudian tersalur ke roda hingga bergerak. Torsi lebih dahulu mesin hasilkan daripada tenaga, karena torsi berperan saat motor masih diam. Setelah motor bergerak, kamu harus menarik tuas gas agar motor melaju kencang. Dalam hal ini, tenagalah yang mengambil alih peran penting.

Oleh karena itu, jika kamu melihat motor berlari kencang di trek lurus, berarti tenaganya yang besar. Tapi, jika kamu melihat motor Honda GL Pro di Bromo sanggup mengangkut motor sport di tanjakan curam, berarti torsinya yang besar. Namun, jangan pernah beranggapan Honda GL Pro itu akan menang jika balapan di sirkuit Sentul melawan motor sport, hanya karena ia mampu menggendong motor sport di tanjakan.

Camkan ini, Brads: Tenaga dan torsi adalah hal berbeda, meskipun orang awam sering mengartikannya sama.

Hubungan Serta Perbedaan Torsi dan Tenaga (HP) Pada Satuan Hitungnya

perbedaan satuan torsi dan power tenaga motor

Sebenarnya, torsi dan tenaga mempunyai hubungan yang sangat erat. Secara teori, mesin dengan torsi lebih besar akan memiliki potensi tenaga lebih besar. Hal ini mengingat rumus perhitungan tenaga (hp) adalah: hp = torsi x rpm x 5.252.

Satuan dari Torsi Mesin Motor

Satuan untuk mengukur torsi ini cukup beragam, yang berbeda biasanya cuma standar besarannya. Di antaranya ada Mikronewton meter (µN·m), Milinewton meter (mN·M), Newton meter (Nm), Kilonewton meter (kN·m), dan lainnya. Ada juga satuan seperti Pound-gaya kaki (lbf·ft), Ons-gaya inci (ozf·in), Kilogram-gaya meter (kgf·m), Kilopond meter (kp·m), Gram-gaya sentimeter (gf·cm), Kaki-pound gaya (ft·lb), dan Dine sentimeter (dyn cm).

Sebenarnya, kamu tidak perlu pusing mencari tahu semuanya. Kenapa? Karena umumnya sepeda motor di Indonesia pakai satuan Newton Meter (Nm). Selain Newton Meter, banyak pabrikan pakai satuan Kilogram-gaya meter (kgf·m). Satuan ini kebanyakan ada pada spesifikasi motor-motor lawas. Untuk memudahkan kamu, kita sertakan kalkulator konversi satuan torsi di bawah ini:

Kalkulator Konversi Satuan Torsi

Satuan dari Tenaga (Power) Mesin Motor

Sama halnya dengan torsi, tenaga (power) juga punya satuan hitung yang beragam. Satuan power di antaranya adalah Horse Power atau Daya Kuda (HP, DK, tk), Kilo Watt (KW), Pferdestarke (PS), Paardenkracht (PK), Brake Horse Power (BHP), dan lain sebagainya.

Umumnya, satuan yang sering pabrikan motor pakai adalah Kilo Watt (KW) atau Pferdestarke (PS). Tapi, satuan familiar yang mudah kamu pahami biasanya Horse Power (HP). Seperti halnya torsi, kita juga menyertakan kalkulator untuk satuan daya (power) motor buat kamu coba-coba.

Kalkulator Konversi Satuan Daya (Power / Tenaga)

Perbedaan Torsi dan Tenaga (Power) yang Bisa Dimanipulasi

torsi dan tenaga motor bisa dimanipulasi

Pernah nggak sih kamu memperhatikan ada motor yang torsinya besar tapi powernya kecil, atau sebaliknya? Padahal, kondisi ini agak aneh, karena seharusnya torsi dan power itu berbanding lurus. Ternyata, hal ini bisa terjadi karena adanya manipulasi mekanis. Benar banget, torsi dan power yang mesin hasilkan sebenarnya bisa kita “akal-akalan” untuk tujuan tertentu.

Manipulasi Torsi Motor

Tahukah kamu, nilai dari sebuah putaran atau torsi itu bisa kita ubah pakai alat bernama girboks (rasio)? Ya, nilai torsi bisa bertambah atau naik drastis jika terpengaruh oleh gigi rasio.

Misalnya begini hitungannya: Ada motor dengan torsi 15 Newton Meter (NM) dan rasio gigi 2 (biar gampang hitungnya). Maka, torsi yang dihasilkan cukup kita kalikan dua saja, menjadi 30 NM. Bahkan, angka 30 Nm ini masih bisa kita manipulasi lagi, misalnya jadi 60 Nm. Mungkin tujuannya agar motor itu bisa naik gunung dengan kemiringan 75 derajat tanpa ngeden.

Manipulasi Tenaga (Power) Motor

Terus, bagaimana dengan tenaga, apakah ada manipulasi juga? Jawabannya, bisa saja. Kamu mungkin heran, jika torsi dan power berbanding lurus, kenapa ada motor torsi besar tapi tenaganya tidak ikut besar? Jawaban tepatnya begini, Sobat.

Bagaimanapun, motor kamu adalah motor harian, bukan motor balap yang butuh tenaga melimpah ruah. Ini sangat berkaitan dengan durabilitas atau daya tahan mesin. Biasanya, pabrikan akan menerapkan Limit RPM (Limiter). Tujuannya agar putaran mesin tidak melewati batas kemampuannya. Jika dibiarkan bablas, mesin bisa jebol atau rontok.

Hal ini tentu akan berdampak pada tenaga yang tidak maksimal. Tapi, motor harian memang lebih butuh torsi yang baik untuk “stop and go” di kemacetan, dan power hanya untuk sesekali “ngebut”. Sebaliknya, motor balap akan terus-menerus butuh tenaga besar, sedangkan motor harian hanya sesekali.

Jadi, bisa kita simpulkan, motor harian butuh torsi dan power yang cukup, tidak berlebihan. Pada intinya, jangan pernah membandingkan motor kesayangan kamu dengan motor balap, misalnya MotoGP. Part mesin MotoGP sudah pabrikan hitung sedemikian rupa dan materialnya kelas wahid. Imbasnya, harga dan biaya perawatannya akan sangat mahal.

Hubungan Putaran Mesin (RPM) dengan Torsi dan Power

hubungan putaran mesin RPM dengan torsi dan tenaga hp

Di ruang pembakaran, gas hasil pembakaran akan menekan piston yang terhubung dengan poros engkol (cranksaft) via setang piston (connecting rod). Gaya tekan gas tersebut menghasilkan torsi pada poros engkol dan membuatnya berputar. Hal itulah yang kita namakan RPM mesin.

Terus, apa hubungannya tenaga dan torsi motor dengan RPM-nya? Semisalnya, kita ambil contoh motor A dan B. Motor A punya torsi 15 Nm di 4500 RPM dan power 24 HP di 8000 RPM. Kemudian, motor B punya torsi 15 NM di 8000 RPM dan Power 25 HP di 11000 RPM.

Melihat spesifikasi di atas, ternyata ada persamaan besar torsi, tapi RPM-nya berbeda jauh. Kita bisa simpulkan bahwa motor A lebih mudah mencapai torsi puncaknya (cuma butuh 4500 RPM). Sedangkan motor B perlu tarik gas lebih dalam sampai teriak.

Nah, coba lihat mesin Honda CRF150L yang sering orang bully sebagai mesin Verza. Apakah Honda tepat menggunakan mesin SOHC milik Verza (torsi 12,73 Nm @ 6.000 rpm) dibanding mesin DOHC milik CB150R (13,8 Nm @ 7.000 rpm)?

Secara angka di atas kertas, torsi CB150R memang lebih besar. Tapi, torsi puncak Verza lebih cepat diraih (RPM lebih rendah). Jadi, pastilah mesin Verza lebih cocok untuk karakter CRF. Lagipula, CRF150L ini motor terabas hutan. Motor ini tidak butuh power besar. Memangnya kamu mau gas 150 km/jam di dalam hutan?

Yang motor ini butuhkan adalah torsi yang cepat tercapai buat nanjak. Selain itu, mesin SOHC dari Verza lebih mudah dan murah jika kamu ingin upgrade untuk meningkatkan performa motor. Ini beda dengan mesin DOHC milik CBR150R atau CB150R yang lebih rumit, paham kan?

Nah, dengan penjelasan di atas, mudah-mudahan wawasan kamu makin bertambah, Bro. Dengan begitu, sekarang kamu pasti sudah bisa menjawab pertanyaan tebak-tebakan yang kita tanyakan di awal tadi. Gaspol!

4 KOMENTAR

    • Torsi puncak yang lebih mudah dicapai pastinya… karena torsi besar jika diraihnya di RPM sangat tinggi juga termasuk boros… yg irit itu torsi puncak mudah dicapai di RPM yang tidak terlalu tinggi….semakin rendah rpm nya untuk mencapai torsi maksimum semakin bagus keiritannya…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini