Hai Sobat bikers, pastinya kalian penasaran dan sedang mencari info tentang motor 150cc terbaik saat ini. Pada artikel ini Tim Exmotoride akan mengupas tuntas peringkat motor 150 cc yang paling kami rekomendasikan.
Karena banyak motor yang cc-nya “offsite”, Kita menetapkan kriteria objek hanya pada motor dengan kubikasi mesin di rentang 140cc hingga 160cc. Dari sekian banyak kuda besi yang sering kalian lihat di jalanan, manakah yang mampu berlari menjadi motor tercepat dan terkencang?
Wajar saja jika banyak dari Bro sekalian yang ingin mengetahuinya. Pasalnya, kubikasi 150cc ini adalah kelas dimana rider mulai berorientasi ke kecepatan.
Faktor Penentu Penilaian Peringkat Motor 150cc Terbaik

Banyak faktor mempengaruhi penilaian sebuah motor cepat atau tidak. Tapi penilaian ini di luar faktor joki ya, karena kita meranking motornya secara objektif, bukan yang lain-lain. Jadi jangan pernah langsung berpikir “tergantung jokinya”. 😛 😛
Faktor Tenaga Mesin dan Bobotnya (Power to Weight Ratio)
Faktor tenaga (power) mesin dan torsi memegang peran terbesar. Kemudian, berat (bobot) dari motor itu sendiri mengikuti sebagai faktor penentu. Tenaga motor akan berhadapan dengan bobotnya, kita menyebutnya power to weight ratio (PWR). Ya kan? Pabrikan menciptakan mesin untuk apa sih? Kalau bukan untuk menggerakan beban.
Sobat perlu mencatat satu hal, motor yang punya tenaga (power) lebih besar akan lebih sedikit terpengaruh ketika beratnya bertambah. Misalnya berat motor total di jalanan, berarti bobot motor tambah segala macam termasuk ridernya.
Contohnya, motor A punya power 10 hp bobotnya 100kg, sedangkan motor B powernya 20 hp dengan bobot 210 kg. Pada nilai PWR pastinya motor A lebih baik di angka 10 (100 kg : 10 hp), sedangkan motor B di 10,5 (210 kg : 20 hp).
Kemudian coba kalian tambahkan keduanya 62 kg (berat rata-rata manusia), maka PWR motor A menjadi 16,2 (162 kg : 10 hp) dan motor B menjadi 13,6 (272 kg : 20 hp). Keadaannya malah berbalik, motor B jadi lebih baik. Kesimpulannya, jangan abaikan besarnya tenaga jika misalnya nilai PWR lebih baik tapi powernya signifikan lebih kecil.
Faktor “Power Loss” Komponen Penggerak Roda
Motor punya kaki, namanya roda yang terbalut ban karet. Tapi mesin tidak menggerakan roda secara langsung. Mesin butuh perantara bernama komponen sistem penggerak roda. Rantai, CVT dan gardan adalah jenis penggerak roda umum. Ketiganya punya fungsi sama sebagai perantara penyalur tenaga dari mesin ke roda.
Keberadaannya sangat penting, tapi juga punya efek negatif. Rantai akan memangkas tenaga mesin sebelum sampai ke roda sebesar 5% – 10%. CVT lebih parah lagi, memangkas hingga 20% lebih. Kalo gardan? Paling jeblok, hilang hingga 30% lebih.
Faktor Kecepatan Puncak (Top Speed)
Jenis mesin SOHC dan DOHC atau bahkan OHV itu berpengaruh. Konfigurasi mesin bore x stroke (diameter x langkah) piston juga ikut andil. Setidaknya pada kemampuan mesin berputar di RPM lebih tinggi. Limit RPM ini sangat mempengaruhi top speed motor kalian. Semakin kencang mesin berputar, maka kecepatan puncak akan semakin baik.
Selain RPM mesin, rasio gigi dan semakin besar diameter roda juga mempengaruhi top speed. Tapi camkan ini ya, top speed itu hanya batas kecepatan, sedangkan kemampuan motor kalian berlari terlihat dari performa mesinnya (power dan torsi). Jadi jangan sampai Sobat mencari cara menaikan top speed jika niatnya meningkatkan tenaga.
Faktor Aerodinamika
Faktor desain juga menentukan gelar motor 150cc terbaik, tercepat, terkencang, terganas. Hal ini berkaitan dengan aerodinamika motor kalian. Terutama pada kemampuannya membelah hambatan angin.
Semakin cepat motor kalian berlari, maka semakin besar hambatan anginnya. Angin ini akan semakin membebani kinerja mesin selain bobot motor dan jokinya. Jadi angin bukan masalah sepele yang bisa kita abaikan begitu saja.
Faktor Perbedaan Jenis Motor
Kita susah membandingkan setiap jenis (kelas) motor secara objektif. Alasannya banyak, mulai dari perbedaan karakter, komponen hingga sistem kerjanya.
Misalnya motor matic punya power loss (tenaga hilang) lebih besar akibat venbelt CVT-nya. Ukuran diameter rodanya yang kecil juga berpengaruh. Handling gear dan pengereman yang kurang baik. Jika harus berhadapan dengan motor manual “head to head”, ya wasalam.
Motor sport merugi karena punya bobot lebih berat dari motor naked, akibat adanya full fairing. Secara timbangan iya betul, pada perhitungan power to weight ratio hasilnya pasti lebih jeblok sport bike. Tapi ketika berlari di kecepatan tinggi malah sebaliknya. Motor naked yang susah, karena aerodinamikanya tidak sebaik motor sport.
Faktor Eksistensi
Pertimbangan terakhir adalah keberadaannya. Banyak motor di luar negeri sana punya kubikasi mesin 150cc. Tapi, buat apa membahas motor yang kalian saja belum pernah melihatnya di jalanan. Hanya tau dari dongeng, gambar dan video saja. 😉 Kami menentukan peringkat motor 150cc terbaik, terkencang dan tercepat berdasarkan PWR pada uraian di atas.
Misalnya power mesin kita kurangi power loss sistem penggerak rodanya. Sedangkan bobot motor kita tambahkan berat rata-rata manusia. Kemudian di akhir, bobot total dibagi hasil pengurangan tenaga oleh power lossnya. Semakin kecil nilainya maka semakin baik. Karena ada faktor yang tidak mungkin kita hitung, misalnya aerodinamika, maka Tim Exmotoride membaginya ke berbagai versi tergantung jenis motor berdasarkan kelasnya.
3 Peringkat Motor 150cc Terbaik dan Tercepat Versi Sportbike

Sportbike atau motorsport adalah jenis motor yang punya full fairing. Pabrikan menciptakan motor ini untuk berlari di kecepatan tinggi. Motor jenis ini sering dianggap “flagship” atau motor andalan dari setiap pabrikan di kelasnya masing-masing.
Sebenarnya lumayan banyak jumlah motor sport 150cc ini, misalnya Aprilia GPR150, Suzuki Gixxer SF 150, Taro GP 1 150, GPX DEMON 150 GR, Taro GP2 150, Taro GP1 V3 dan lainnya.
Bahkan sempat ada isu bahwa Aprilia akan menjual sportbike 150cc-nya Aprilia RS150 di Indonesia. Tapi hingga saat ini belum terlaksana, dan Aprilia RS150 baru dijual di India.
Selain itu ada juga sportbike jadul yang secara power tidak kalah dan bahkan lebih baik dari motor yang ada saat ini, misalnya Suzuki FXR 150. Tapi karena eksistensinya sudah jarang sekali terlihat, jadinya Kita tidak memasukannya ke hitungan peringkat.
Untuk Indonesia hanya ada 3 saja yang masuk jenis sportbike 150cc generasi terbaru. Sisi baiknya, ketiga motor sport di Indonesia adalah yang terbaik dari motor sport yang beredar di negara lain. Jika kita lihat dari speknya.
1. Suzuki GSXR-150

Motor ini menggendong mesin berkubikasi sebesar 147,3cc DOHC 4 valve. Suzuki menerapkan bore x stroke piston 62.0 x 48.8 mm (overbore). Sedangkan rasio kompresi ruang bakarnya mencapai 11.5 : 1.
Mesin DOHC yang berkombinasi dengan overbore akan menghasilkan tenaga melimpah di putaran RPM atas, juga batas dari top speed yang pastinya sangat baik.
GSXR 150 ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 18,9 HP di 10500 RPM dan torsi 14.0 Nm di 9000 rpm. Berikut adalah hasil perhitungan Real PWR-nya:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Suzuki GSXR-150
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 18.9 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 17.01 HP (Loss 10%)
Berat Total: 193 kg (Bobot motor 131kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0881 HP/kg
2. Yamaha YZF-R15

Motor sport andalan Yamaha ini memakai mesin 155,1cc SOHC 4 katup + VVA. Punya bore x stroke piston 58 x 58,7 mm (near square) dan rasio kompresi 11.6 : 1.
Mesin SOHC berkombinasi dengan nearsquare, berarti baik di putaran bawah hingga menengah. Sedangkan pada putaran menengah ke atas, kem pada noken as akan otomatis berganti. Sehingga suplay BBM menjadi lebih besar.
Hal ini menyebabkan tenaga dari mesin jadi besar juga. Kita mengenal teknologi ini dengan nama VVA. R15 mampu memuntahkan tenaga sebesar 19 HP pada 10000 RPM dan torsi 14,7 NM di 8500 RPM.
Secara power memang R15 ini melebihi GSXR150, tapi bobotnya lebih berat mencapai 137kg. Maka dengan begitu PWR yang dihasilkan adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha YZF-R15
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 19 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 17.1 HP (Loss 10%)
Berat Total: 199 kg (Bobot motor 137kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0859 HP/kg
Pada batasan kecepatan atau top speed, karakter mesin SOHC akan terhalang limit RPM yang rendah, sehingga kemampuan berlari R15 ini akan tertahan.
3. Honda CBR150R

Sportbike 150cc Honda ini mengandalkan kubikasi mesin 149,16cc DOHC 4 valve. Punya bore x stroke piston 57,3 x 57,8 mm (near square) dan rasio kompresi 11,3 : 1.
Secara mesin CBR ini sudah benar pakai DOHC, tapi diameter x langkah pistonnya bukan overbore. Hal ini bisa kita dimengerti karena berpatokan pada keinginan pasar, hasil riset pabrikan Honda.
Selain itu, Honda bercermin dari kegagalan penjualan mereka ketika menerapkan mesin overbore pada generasi k45a dan sebelumnya.
Mesin CBR ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 16,9 HP di 9000 rpm dan torsi 14,4 Nm di 7000 rpm. Berikut hasil analisis PWR-nya:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda CBR150R
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 16.9 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 15.21 HP (Loss 10%)
Berat Total: 199 kg (Bobot motor 137kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0764 HP/kg
Jika kita lihat dari selisihnya, motor ini memang akan tertinggal jauh dengan 2 pesaingnya. Tapi, motor ini punya potensi paling besar jika bore up, mengingat mesinnya sudah DOHC dengan kubikasi yang sedikit lebih besar dari GSX.
10 Peringkat Motor 150cc Terbaik dan Tercepat Versi Nakedbike

Nakedbike atau bisa juga kita sebut motor standard adalah yang paling banyak jumlahnya. Di Indonesia sendiri setiap pabrikan umumnya tidak hanya mengeluarkan satu tipe saja.
Tujuannya sangat beragam, karena jenis dari nakedbike ini memang bervariasi. Ada yang bernuansa retro hingga untuk kenyamanan sebagai motor harian.
Ada juga nakedbike yang punya spesifikasi setara motor sport. Dari mesin dan performa ada yang mirip. Tapi tetap saja pada kecepatan tinggi performanya tidak sebaik sportbike, karena faktor aerodinamika, salah satunya.
1. Suzuki GSXS-150

Tidak mengherankan jika GSXS-150 ini menjadi motor terbaik pada kecepatannya versi naked bike. Motor ini punya spesifikasi identik dengan saudaranya GSXR-150. Mesinnya berkubikasi sebesar 147,3cc DOHC 4 valve. Bore x stroke pistonnya 62.0 x 48.8 mm (overbore). Pada rasio kompresi ruang bakarnya mencapai 11.5 : 1.
Mesinnya memuntahkan tenaga sebesar 18,9 HP di 10500 rpm dan torsi 14.0 Nm di 9000 rpm. Yang membedakannya dengan GSXR adalah bobotnya yang lebih ringan sebesar 130kg, 1 kg lebih ringan dari GSXR.
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Suzuki GSXS-150
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 18.9 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 17.01 HP (Loss 10%)
Berat Total: 192 kg (Bobot motor 130kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0886 HP/kg
Sebenarnya Tim Exmotoride sedikit bingung dengan Suzuki ini. Motor harian kok DOHC overbore. Mau heran tapi ini Suzuki, terserah mereka lah. 😆 😆
2. Yamaha Vixion-R

Menyematkan huruf R di belakangnya, menegaskan bahwa motor ini adalah versi “racing” dari Yamaha Vixion yang melegenda.
Yamaha membekalinya mesin 155,1cc SOHC 4 katup + VVA. Juga bore x stroke piston 58 x 58,7 mm (near square) dan rasio kompresi 11.6 : 1. Menggambarkan Vixion-R menggunakan mesin yang identik dengan motor flagship Yamaha, siapa lagi kalau bukan R15.
Vixion-R ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 19 HP di 10000 rpm dan torsi 14,7 Nm di 8500 rpm. Dengan bobot mencapai 131kg, maka nilai PWR yang dihasilkan adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha Vixion-R
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 19 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 17.1 HP (Loss 10%)
Berat Total: 193 kg (Bobot motor 131kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0886 HP/kg
Nilai PWR dari Yamaha Vixion-R ini sangat seimbang jika kita bandingkan GSXS150. Tapi akan terkena limit lebih cepat karena mesinnya SOHC. Hal ini berpengaruh pada pencapaian top speed, pastinya akan tertinggal dari GSXS150 yang nafasnya lebih panjang.
Konfigurasi mesin SOHC nearsquare menjadikan motor ini mumpuni untuk stop and go, irit pada konsumsi harian jika Sobat pakai dengan wajar. Jika kalian ingin menggunakannya untuk kebut-kebutan, fitur VVA dari Yamaha bisa kalian andalkan.
3. Yamaha MT-15

Yamaha MT-15 adalah anggota dari nakedbike flagship Yamaha, Master of Torque. Motor ini punya fitur terbaik untuk kelas nakedbike 155cc dari Yamaha.
Pada sektor dapur pacu tidak berbeda jika kita bandingkan R15, atau Vixion-R sekalipun. Pada bobot, motor bertampang kalem tapi bengis ini mencapai 133kg.
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha MT-15
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 19 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 17.1 HP (Loss 10%)
Berat Total: 195 kg (Bobot motor 133kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0877 HP/kg
Punya karakter yang identik dengan Vixion-R, tapi dengan tampilan sangar dan terlihat premium. Motor ini akan menjadi pusat perhatian di jalanan.
4. Yamaha XSR 155

Motor naked Yamaha yang satu ini bisa kita artikan sebagai MT-15 yang berganti baju. Tapi sebenarnya tidak juga, karena Yamaha XSR punya keluarga (clan) tersendiri dari Yamaha.
Untuk mesin tentunya identik dengan MT15, R15 dan Vixion-R. Bobot dari Yamaha XSR mencapai 134kg. Dengan begitu nilai PWR dari Yamaha XSR 155 ini adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha XSR 155
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 19 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 17.1 HP (Loss 10%)
Berat Total: 196 kg (Bobot motor 134kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0872 HP/kg
Dengan kehadiran motor ini, setidaknya menjawab kebutuhan kalian akan motor neo-classic yang performanya cukup baik.
5. Suzuki GSXS 150 Bandit

Spesifikasi mesin dan fiturnya identik dengan GSXS-150. Sehingga pada muntahan power (tenaga) dan torsi mesinnya ya sama saja. Tapi ada yang membedakannya. Bobotnya lebih berat mencapai 135kg.
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Suzuki GSXS 150 Bandit
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 18.9 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 17.01 HP (Loss 10%)
Berat Total: 197 kg (Bobot motor 135kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0863 HP/kg
Motor Suzuki memang rata-rata kencang. Tapi ada banyak hal yang mengganjal penjualan mereka. Faktor aftersales ketersediaan bengkel resmi hingga suku cadang. Faktor mesin dan konfigurasinya yang dipukul rata seperti motor balap, sehingga kurang greget untuk stop and go juga keiritan BBM harian. Selain itu bentuk desainnya yang hanya masuk selera “prindavan” saja. 😥
6. Honda CB150R

CB150R adalah motor naked sport andalan Honda dari sekian banyaknya motor naked Honda di kelas 150cc. Motor ini memakai kubikasi mesin 149,16cc DOHC 4 katup. Punya bore x stroke piston 57,3 x 57,8 mm (near square) dan rasio kompresi 11,3 : 1.
Mesin CB150R mampu memuntahkan tenaga sebesar 16,6 HP di 9000 rpm dan torsi 13,8 Nm di 7000 rpm, sedikit di bawah sepupunya CBR150R.
Dengan bobot 134 kg, maka nilai PWR yang didapatkan adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda CB150R
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 16.6 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 14.94 HP (Loss 10%)
Berat Total: 196 kg (Bobot motor 134kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0762 HP/kg
7. Yamaha V-Ixion

Motor naked Yamaha “melegenda” yang satu ini terkenal sebagai pelopor motor injeksi. Pada sektor dapur pacu masih menggunakan mesin 150cc Yamaha generasi lama, 149,88cc SOHC 4 valve.
Punya bore x stroke piston 57,0 x 58,7 mm (oversrokes) dan rasio kompresi 10.4 : 1. Mesin Yamaha Vixion mampu memuntahkan tenaga sebesar 16.4 HP di 8500 rpm dan torsi 14.5 Nm di 7500 rpm.
Dengan bobot yang mencapai 132kg, Yamaha Vixion ini punya nilai PWR sebagai berikut:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha V-Ixion
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 16.4 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 14.76 HP (Loss 10%)
Berat Total: 194 kg (Bobot motor 132kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0761 HP/kg
Meskipun belum ada teknologi VVA, mesin SOHC 4 katup tanpa VVA ini mulai bisa bersaing dengan mesin DOHC.
8. Yamaha Xabre

Yamaha Xabre adalah motor naked bike bergenre minor fighter. Motor ini pakai kubikasi mesin 149,88cc SOHC 4 valve. Punya bore x stroke piston 57,0 x 58,7 mm (oversrokes) dan rasio kompresi 10.4 : 1.
Xabre mampu memuntahkan tenaga sebesar 16.1 HP di 8500 rpm dan torsi 14.3 Nm di 7500 rpm. Dengan bobot yang mencapai 135kg, Yamaha Xabre punya nilai PWR:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha Xabre
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 16.1 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 14.49 HP (Loss 10%)
Berat Total: 197 kg (Bobot motor 135kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0735 HP/kg
Xabre berasal dari clan sendiri, TFX (The Fierce Experience). Bukan berasal dari clan MT (MT-15) maupun clan FZ (Vixion dan Byson). Motor ini juga sebagai pionir shock USD di kelas 150cc yang ada di Indonesia.
9. Honda CB150 Verza

Honda Verza adalah motor naked Honda yang benar-benar tercipta untuk harian. Motor yang masih anggota keluarga besar CB ini bermesin 149,2cc SOHC 2 valve.
Perbandingan diameter x langkah pistonnya berada di 57.3 x 57.8 mm (near square) dan rasio kompresi 9.5:1. Mesin Verza menghasilkan power (tenaga) sebesar 12,9 HP di 8500 rpm dan torsi 12,73 Nm pada 6000 rpm.
Motor ini punya bobot 128kg, sehingga PWR-nya dicapai pada angka:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda CB150 Verza
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 12.9 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 11.61 HP (Loss 10%)
Berat Total: 190 kg (Bobot motor 128kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0611 HP/kg
Karena mesinnya menggunakan mesin SOHC paling “basic”, 2 katup (valve). Sudah sewajarnya pada kecepatan, Verza ini akan tertinggal jauh dari kebanyakan motor 150cc. Tapi, bukannya tanpa keunggulan.
Mesin SOHC 2 valve ini punya kelebihan pada keiritan BBM serta torsi puncaknya yang lebih enteng tercapai. Makanya Honda memutuskan bahwa mesin Verza ini lebih cocok mereka terapkan pada motor terabas CRF150L, daripada menerapkan mesin CB150R.
10. Yamaha Byson

Motor naked yang punya body gambot ini cukup menjadi incaran bikers tanah air pada awal kemunculannya. Mesinnya mirip-mirip dengan Honda Verza dengan kubikasi sedikit lebih kecil. Yaitu 146,5cc SOHC 2 valve.
Pada bore x strokes pistonnya punya perbandingan 57,3 x 57,9 mm (near square). Begitu juga dengan rasio kompresinya, mirip dengan Verza di 9,5 : 1.
Mesin Yamaha Byson menghasilkan output power sebesar 12,9 HP di 8000 rpm dan torsi 12.98 Nm di 6000 rpm. Bobot motor ini lebih berat dari Verza, mencapai 135kg. Dengan begitu nilai PWR yang dihasilkan adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha Byson
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 12.9 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 11.61 HP (Loss 10%)
Berat Total: 197 kg (Bobot motor 135kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0589 HP/kg
4 Peringkat Motor 150cc Terbaik dan Tercepat Versi Bebek (Underbone)

Motor bebek atau underbone merupakan jenis motor yang sangat populer pada era tahun 2000-an. Tentunya, sebelum dominasinya tergeser oleh skutik. Pada masa itu kalian akan melihat bahwa jenis motor inilah yang menguasai jalanan.
Sebenarnya banyak sekali bebek-bebek yang berkubikasi 150cc di luar sana. Bahkan jika kita lihat dari spek, pastinya lebih tinggi dibanding yang beredar di tanah air.
Lihat saja Yamaha Exciter yang sudah menggunakan mesin 155cc VVA. Sedangkan kembarannya MX King masih menggunakan mesin 150cc. Contoh lainnya, silakan bandingkan Honda Supra GTR dengan kembarannya Honda Winner.
Motor “moped” ini umumnya punya bobot yang ringan. Hal ini akan berdampak pada PWR-nya. Karena dengan mesin yang identik dengan sportbike, maka hasilnya akan lebih baik.
Tapi ada permasalahan dari kestabilan dan kemampuannya untuk melawan angin di kecepatan tinggi. Misalnya kalian lemparkan bola kecil yang seukuran, satunya dari kertas dan satunya dari besi. Manakah yang akan lebih cepat dan akurat? Pastinya bola besi, karena hambatan udara lebih kecil pengaruhnya.
1. Suzuki Satria 150 FU Fi

Motor bebek ayago andalan Suzuki ini hadir sebagai pengganti motor Satria 2 tak. Motor ini menjadi yang tercepat pada kategori underbone, karena mengadopsi mesin DOHC overbore.
Besar kubikasi mesinnya identik dengan GSXR150 yaitu 147,3cc DOHC 4 valve. Bore x stroke pistonnya 62.0 x 48.8 mm (overbore). Pada rasio kompresi ruang bakarnya mencapai 11.5 : 1.
Mesin Satria FU mampu memuntahkan tenaga sebesar 18,2 HP di 10000 RPM dan torsi 13.8 Nm di 8500 rpm. Dengan bobot yang hanya 109kg saja, maka nilai PWR Satria FU bisa mencapai:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Suzuki Satria 150 FU Fi
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 18.2 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 16.38 HP (Loss 10%)
Berat Total: 171 kg (Bobot motor 109kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0958 HP/kg
Melihat power (tenaga) mesin dengan perbandingan bobotnya. Motor Satria 150 FU ini bisa kita katakan yang terbaik untuk kelas 150cc 4 tak saat ini.
Tapi, bobot yang ringan akan menyebabkan ketidakstabilan yang sangat membahayakan jokinya pada kecepatan tinggi. Tidak heran motor ini sempat jadi kontroversi pelarangan di beberapa negara. Karena ketidakseimbangan antara bobot dan tenaganya.
2. Honda Sonic 150R

Selain Supra GTR 150, Honda juga mengandalkan Sonic 150R pada kategori bebek sport. Berbeda dengan Supra GTR, bentuk Sonic ini berupa ayago (ayam jago) mirip Suzuki Satria FU.
Untuk dapur pacu, Sonic ini tidak berbeda dengan Supra GTR, CB150R atau bahkan CBR150R. Mesin Honda Sonic 150R mampu menghasilkan tenaga sebesar 15,8 HP di 9000 RPM dan torsi 13,5 NM di 6500 RPM.
Bobot Honda Sonic adalah 114kg, sehingga PWR-nya adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda Sonic 150R
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 15.8 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 14.22 HP (Loss 10%)
Berat Total: 176 kg (Bobot motor 114kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0808 HP/kg
3. Honda Supra GTR

Berbeda dengan Supra-Supra lainnya yang SOHC 2 valve, Supra GTR ini mengusung mesin 149,16cc DOHC 4 valve. Konfigurasi bore x stroke pistonnya 57,3 x 57,8 mm (near square) dan rasio kompresi 11,3 : 1.
Mesinnya mampu menghasilkan tenaga sebesar 16,1 HP pada 9000 rpm dan torsi 14,2 Nm di 6500 rpm. Bobotnya hanya 119kg, sehingga PWR-nya mencapai:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda Supra GTR
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 16.1 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 14.49 HP (Loss 10%)
Berat Total: 181 kg (Bobot motor 119kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0800 HP/kg
Honda sangat menghargai motor Supra yang melegenda. Supra terkenal dengan image ketangguhan mesin dan keiritannya. Maka Honda melahirkan motor bebek yang bernama Supra GTR 150.
4. Yamaha MX King

Pada kelas 150cc underbone, Yamaha saat ini hanya mengandalkan MX King. Motor ini bermesin 149,7cc SOHC 4 valve, dengan konfigurasi diameter x langkah piston 57,0 x 58,7 mm (oversrokes), serta rasio kompresi mesin 10,4 : 1.
Yamaha MX King mampu memuntahkan tenaga (power) sebesar 15,2 HP di 8500 rpm dan torsi 13,8 Nm di 7000 rpm. Motor ini punya bobot 118kg, dengan begitu PWR yang dicapai adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha MX King
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 15.2 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 13.68 HP (Loss 10%)
Berat Total: 180 kg (Bobot motor 118kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0760 HP/kg
Sebenarnya di luar negeri sana kembarannya (Yamaha Exciter 155) sudah melakukan upgrade pada mesinnya. Yamaha masih enggan memboyongnya ke Indonesia karena penjualan bebek yang semakin menurun trennya. Iyakah? Sepertinya begitu. 😉
8 Peringkat Motor 150cc Terbaik Terkencang Versi Trail dan Motard

Sebenarnya jenis motor ini tidak terlalu mementingkan kecepatan. Sehingga sedikit tidak cocok jika peringkat motor 150cc terbaik kita asumsikan pada kecepatan.
Tapi berhubung tema nya tentang terbaik dan terkencang, maka selama bisa turun ke jalan aspal akan kita perhitungkan. Motor kategori ini sebenarnya terdiri dari 4 klasifikasi. Motorcross untuk kompetisi balapan di medan offroad.
Enduro untuk kompetisi ketahanan di medan offroad. Dual sport (trail) bisa Sobat pakai di jalan offroad dan aspal. Yang terakhir adalah supermoto (motard) yang hanya bisa digunakan di jalan aspal saja.
Karena yang berjenis motocross dan enduro jarang terlihat dan umumnya tidak dijual secara resmi. Dengan begitu hanya jenis dual sport dan motard saja yang masuk kriteria. Karena hanya dua itu saja yang punya standar kelengkapan jalan raya.
1. Yamaha WR155R

Motor trail buatan Yamaha ini punya power terbesar di kelasnya. Yamaha WR155R ini memakai mesin 155,1cc SOHC 4 valve + VVA. Pada konfigurasi mesinnya punya diameter x langkah piston 58 x 58,7 mm (near square), serta rasio kompresi mesin 11.6 : 1 .
Mesin motor trail andalan Yamaha ini mampu memuntahkan tenaga (power) sebesar 16,5 HP di 10000 rpm dan torsi 14,3 Nm di 6500 rpm.
Dengan bobot yang mencapai 134kg, maka PWR yang dicapai adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha WR155R
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 16.5 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 14.85 HP (Loss 10%)
Berat Total: 196 kg (Bobot motor 134kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0758 HP/kg
Untuk kategori motor terabas pemula, motor WR155R ini cukup berat bobotnya (meskipun bukan yang terberat). Untuk keadaan offroad, rider pasti sering menahan motor dengan kakinya. Hal ini pastinya akan sedikit merepotkan.
Meskipun demikian, kelebihan dari powernya menjadikan motor dual sport ini bisa mengimbangi motor sport pada kecepatannya. Sehingga motor ini adalah yang paling kami rekomendasikan jika kalian berniat menjadikannya supermoto (motard).
2. Honda CRF150L

Jika Honda punya andalan CRF150R di motocross dan CRF150F di enduro. Maka andalan Honda pada kategori dual sport adalah CRF150L.
Mesin motor ini identik dengan Honda CB150 Verza dengan spesifikasi 149,2cc SOHC 2 valve. Perbandingan diameter x langkah pistonnya berada di 57.3 x 57.8 mm (near square) dan rasio kompresi 9.5:1.
Mesin CRF150L mampu memuntahkan power (tenaga) sebesar 12,8 HP di 8000 rpm dan torsi 12,43 Nm pada 6500 rpm. Motor ini punya bobot 122kg, sehingga PWR-nya dicapai pada angka:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda CRF150L
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 12.8 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 11.52 HP (Loss 10%)
Berat Total: 184 kg (Bobot motor 122kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0626 HP/kg
3. Gazgas Hummer 150

Mungkin kalian tidak menyangka bahwa motor produksi lokal asal Surabaya ini mampu bersaing dengan pabrikan Jepang. Nama motornya adalah Gazgas Hummer 150. Motor ini bermesin 149cc SOHC 2 valve sistem karburator.
Perbandingan bore x stroke piston-nya adalah 62 x 49,5 mm (overbore) serta punya rasio kompresi mesin 9,6 : 1. Mesin Hummer 150 mampu memuntahkan tenaga sebesar 11,5 hp di 8500 rpm dan torsi 10 Nm di 7500 rpm.
Bobot motor ini hanya mencapai 115kg. Dengan begitu, nilai PWR yang dicapai adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Gazgas Hummer 150
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 11.5 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 10.35 HP (Loss 10%)
Berat Total: 177 kg (Bobot motor 115kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0585 HP/kg
4. Kawasaki KLX150

Tidak seperti kebiasaan Kawasaki. Biasanya mereka enggan bersaing di kelas 150cc untuk pasar Indonesia. Pada kenyataannya, untuk kategori trail mereka menurunkan jagoannya KLX150.
Kawasaki membekali motor ini spesifikasi mesin 144cc SOHC 2 valve. Perbandingan diameter x langkah pistonnya berada di 58.0 x 54.4 mm (overbore) dan rasio kompresi 9.5:1.
Mesin Kawasaki KLX150 menghasilkan power sebesar 11,5 HP di 8,000 rpm dan torsi puncak 11.3 Nm di 6,500 rpm. Bobot motor ini bisa dibilang cukup ringan mencapai hanya 116kg saja.
Dengan begitu, nilai PWR dari motor ini adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Kawasaki KLX150
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 11.5 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 10.35 HP (Loss 10%)
Berat Total: 178 kg (Bobot motor 116kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0581 HP/kg
Berbeda dengan pesaingnya yang sudah menggunakan sistem injeksi. Kawasaki KLX150 ini masih menggunakan karburator.
5. Kawasaki D-Tracker 150
![]()
Jika pada kategori dual sport Kawasaki mengandalkan KLX150, maka pada kategori motard mereka mengandalkan motor ini. Karena D-tracker adalah versi KLX150 yang diproduksi khusus untuk jalan aspal, maka pada sektor mesin tidak ada perbedaannya.
Untuk performa mesinnya tidak berbeda dengan KLX, yaitu power 11,5 HP di 8,000 rpm dan torsi puncak 11.3 Nm di 6,500 rpm. Tapi tidak semuanya sama, pada bobot Kawasaki D-tracker ini lebih berat 2kg sehingga mencapai 118kg.
Dengan begitu nilai PWR-nya otomatis akan berbeda, mencapai:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Kawasaki D-Tracker 150
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 11.5 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 10.35 HP (Loss 10%)
Berat Total: 180 kg (Bobot motor 118kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0575 HP/kg
6. Viar Cross-X 150

Cross-X 150 adalah andalan dari Viar motor Indonesia asal Semarang di kategori trail 150cc. Motor ini punya spesifikasi mesin 149cc SOHC 2 valve sistem karburator.
Pada perbandingan diameter x langkah pistonnya adalah sebesar 62 x 49.5 mm (overbore) dan rasio kompresi 10.5:1.
Mesin Viar Cross-X 150 menghasilkan tenaga (power) sebesar 10,1 hp di 7500 rpm dan torsi maksimalnya 9,8 Nm di 7000 rpm. Bobot motor ini adalah yang teringan dari para pesaingnya, mencapai 104kg.
Meskipun begitu, powernya kurang greget, sehingga hanya mampu mencapai nilai PWR sebesar:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Viar Cross-X 150
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 10.1 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 9.09 HP (Loss 10%)
Berat Total: 166 kg (Bobot motor 104kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0547 HP/kg
7. Power Trek GTX 150

Motor ini datang dari China oleh PT ASEAN Motor International KTM (APPKTM). Power Trek GTX 150 ini berbekal spesifikasi mesin 149cc SOHC 2 valve.
Rasio bore x stroke pistonnya 61 x 49,5 mm (overbore) dan rasio kompresi mesinnya 9,1 : 1. Tenaga (power) yang dihasilkan mesin Power Trek GTX 150 adalah 11,9 hp di 8.500 rpm dan torsi 9,8 nm di 7.500 rpm.
Bobot motor ini sangat berat untuk kelas trail pemula, mencapai 140kg. Nilai PWR dari motor ini mencapai:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Power Trek GTX 150
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 11.9 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 10.71 HP (Loss 10%)
Berat Total: 202 kg (Bobot motor 140kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0530 HP/kg
8. SM Sport GY Aries 150

Motor ini aslinya dari Malaysia dengan nama brand SM Sport yang dibawa oleh PT MForce Indonesia. SM Sport GY 150 ini bersenjatakan mesin 149,4cc SOHC 2 valve.
Perbandingan bore x stroke pistonnya 62 x 49,5 mm (overbore) dan rasio kompresi mesinnya 9,2 : 1. Mesin Sport Gy 150 ini menghasilkan tenaga sebesar 11,4 hp di 8000 rpm dan torsi di 10 nm pada 7500 rpm.
Bobotnya 132kg, dan nilai PWR-nya mencapai:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: SM Sport GY Aries 150
Jenis Penggerak: Rantai (Standar)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 11.4 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 10.26 HP (Loss 10%)
Berat Total: 194 kg (Bobot motor 132kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0528 HP/kg
12 Peringkat Motor 150cc Terbaik Terkencang Versi Skuter dan Skutik Matic

Skuter atau skutik adalah jenis motor yang sistem transmisinya otomatis. Motor jenis ini sangat populer sejak tahun 2000-an ke atas. Keberadaannya sukses menggeser eksistensi motor bebek (underbone) yang sebelumnya menguasai pasar motor tanah air.
Pada awalnya memang skuter tidak tercipta untuk kecepatan. Karena tujuan keberadaan skutik adalah untuk mempermudah pengendaranya. Namun, seiring perkembangannya skutik ini mulai berorientasi pada kecepatan.
Hal ini bisa kalian perhatikan, bahwa banyak skutik yang punya spesifikasi mesin sama persis dengan motor sport. Tapi meskipun begitu, skuter ini punya kekurangan pada sistem penggerak rodanya yang mengurangi tenaga mesinnya hingga 20% lebih.
Pada ukuran roda juga umumnya berdiameter lebih kecil jika kita bandingkan motor lainnya. Tentunya hal ini berpengaruh pada kemampuannya dalam meraih top speed yang tidak setinggi jenis motor lainnya.
Selain itu kepraktisan dari motor jenis ini malah mempersulit ketika kalian membesutnya di kecepatan tinggi. Kurangnya kontrol pada sistem transmisi, menjadikan rider tidak bisa mengontrol penuh pada penambahan percepatan dan pengurangannya.
1. Honda Vario 160

Honda Vario 160 sempat menjadi perbincangan rider tanah air. Karena banyak hasil uji langsung menunjukan bahwa motor ini sukses mengungguli rival-rivalnya.
Motor ini adalah versi pengganti dari generasi sebelumnya yang bermesin 150cc. Motor yang menjadi line-up ketiga medium skutik Honda ini punya spesifikasi mesin 156,9cc SOHC 4 valve.
Rasio bore x stroke pistonnya 60 x 55,5 mm (oversbore) dan rasio kompresi dari mesinnya adalah 12,0 : 1. Power mesin Vario memuntahkan tenaga sebesar 15,2 HP di 8500 rpm dan torsi 14,7 Nm di 6500 rpm.
Pada bobot, motor ini bisa dibilang cukup ringan jika dibandingkan pesaingnya, hanya 115kg saja. Dengan begitu, nilai PWR yang dicapai Honda Vario 160 ini adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda Vario 160
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 15.2 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 12.16 HP (Loss 20%)
Berat Total: 177 kg (Bobot motor 115kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0687 HP/kg
Dan menjadi jawara motor 150cc terbaik versi skuter (skutik) atau matic.
2. Honda Stylo 160

Honda meluncurkan Stylo 160 baru-baru ini. Motor transmisi otomatis ini adalah line up ke 4 dari deretan medium skutik 160cc pabrikan Honda.
Selain itu, Honda menempatkan motor ini sebagai line up skuter modern retro yang sebelumnya ada Genio di 110 cc dan Scoopy di 125 cc.
Pada sektor permesinan, Honda membekali Stylo 160 ini spek yang sama persis dengan spesifikasi Honda Vario 160. Mesinnya mampu memuntahkan tenaga sebesar 15,2 HP di 8500 rpm dan torsi 14,7 Nm di 6500 rpm. Bobot Stylo 160 juga identik dengan Vario 160 yaitu 115 kg saja.
Dengan begitu PWR yang dihasilkan pastinya akan sama persis:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda Stylo 160
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 15.2 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 12.16 HP (Loss 20%)
Berat Total: 177 kg (Bobot motor 115kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0687 HP/kg
Namun ada beberapa faktor yang menyebabkan motor ini posisinya di bawah Vario 160. Pada desain body Vario lebih aerodinamis, dengan begitu kemampuannya untuk menahan hambatan angin pastinya lebih baik dari Stylo.
Hal lainnya ada pada diameter ukuran roda, dimana Stylo 12 inci dan Vario 14 inci. Tentunya semakin besar ukuran diameter roda dan ban akan mempengaruhi pencapaian top speed (kecepatan puncak) yang lebih baik.
Tapi perlu Sobat catat bahwa diameter roda yang lebih kecil menandakan Stylo lebih baik untuk berakselerasi.
3. Yamaha Lexi LX 155

Pada awal tahun ini, Yamaha meluncurkan medium skutik Lexi LX 155. Berbeda dengan Honda yang memposisikan Vario 160 sebagai “kakak” dari Vario 125, Lexi LX ini hadir sebagai upgrade generasi Lexi sebelumnya yang bermain di kelas 125cc.
Dengan begitu hanya ada satu Lexi yang Yamaha produksi dan jual. Motor ini sejak awal selalu kita sandingkan dengan Vario, karena adanya kemiripan dari bentuk decknya yang rata.
Dengan begitu ketika Yamaha menyematkan mesin 155cc pada Lexi LX maka siapapun bisa menebaknya bahwa Yamaha memang menantang Honda Vario 160.
Yamaha Lexi LX 155 berbekal spek mesin yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 15,2 hp di 8000 rpm dan torsi 13.9 Nm di 6500 rpm. Bobot dari sport skutik ini mencapai 116 kg lebih ringan dari Aerox 155, sehingga PWR-nya mencapai:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha Lexi LX 155
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 15.2 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 12.16 HP (Loss 20%)
Berat Total: 178 kg (Bobot motor 116kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0683 HP/kg
4. Honda SH150i

Biar Tim Exmotoride tebak, pasti kebanyakan dari kalian tidak mengetahui jika sebenarnya Honda punya skutik di kelas 150cc selain Vario, PCX dan ADV.
Memang, jika kita bandingkan saudara-saudaranya penjualan matic ini tidak mulus. Mungkin karena harganya yang lebih mahal karena dijual secara CBU, hampir menembus 42 jutaan OTR.
Sebenarnya Honda SH150i ini satu angkatan dengan generasi sebelumnya dari ADV, PCX dan Vario ketika masih mengusung mesin SOHC 2 valve 150cc. Bahkan meskipun ketiganya sudah upgrade ke mesin baru ke 160cc, secara power skutik ini masih belum bisa terkalahkan.
Skutik ini bermesin 153cc SOHC 2 valve. Rasio bore x stroke pistonnya 58 x 57.9 mm (near square) dan rasio kompresi dari mesinnya adalah 10,6:1. Mesinnya menghasilkan tenaga sebesar 16,4 hp di 8250rpm dan torsi 13,9 Nm di 6500rpm.
Bobotnya mencapai 136kg, dengan nilai PWR mencapai:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda SH150i
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 16.4 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 13.12 HP (Loss 20%)
Berat Total: 198 kg (Bobot motor 136kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0662 HP/kg
Sebenarnya generasi terbaru dari skutik ini sudah rilis di luar negeri sana. Pada sektor mesin berubah menjadi 156,9cc SOHC 4 valve. Bisa kalian bayangkan lah ya, sebelum upgrade saja tenaganya masih lebih besar dari Vario, PCX dan ADV 160.
Hanya kalah bobot saja dari Vario 160. Menurut kabar si tenaganya tembus hingga 16,7 hp, lebih besar dari semua matic 155cc dan 160cc yang ada di Indonesia saat ini. Tapi sayangnya AHM masih belum mau menjualnya di Indonesia hingga saat ini.
5. Yamaha Aerox 155

Desain medium skutik Yamaha ini paling sporty jika kita bandingkan yang lainnya. Yamaha Aerox 155 mengusung mesin 155,1cc SOHC 4 valve + VVA.
Diameter x langkah pistonnya 58 x 58,7 mm (near square) dan rasio kompresinya 11,6 : 1. Mesin Aerox mampu memuntahkan tenaga sebesar 15,2 hp di 8000 rpm dan torsi 13.9 Nm di 6500 rpm.
Bobot dari sport skutik ini mencapai 122 kg, sehingga PWR-nya mencapai:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha Aerox 155
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 15.2 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 12.16 HP (Loss 20%)
Berat Total: 184 kg (Bobot motor 122kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0660 HP/kg
6. Honda PCX 160

Honda PCX 160 seperti kepanjangannya Personal Comfort Xaloon adalah skutik line-up Honda yang berfokus pada kenyamanan. Skutik ini bersenjatakan mesin yang sama dengan Vario 160, yaitu 156,9cc SOHC 4 valve.
Rasio bore x stroke pistonnya 60 x 55,5 mm (oversbore) dan rasio kompresi dari mesinnya adalah 12,0 : 1. Jika kita bandingkan Vario, power dari PCX lebih besar.
Putaran mesinnya mampu menghasilkan tenaga sebesar 15,8 HP di 8500 rpm, sedangkan torsinya berada di 14,7 Nm pada 6000 rpm. Meskipun power mesinnya lebih besar, tapi bobot dari PCX ini lebih berat dari Vario, mencapai 131kg.
Sehingga nilai PWR-nya dicapai pada angka:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda PCX 160
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 15.8 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 12.64 HP (Loss 20%)
Berat Total: 193 kg (Bobot motor 131kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0654 HP/kg
7. Honda ADV 160

Honda ADV 160 merupakan skutik bergenre adventure. ADV ini merupakan flagship andalan Honda di kelas 150cc.
Pada sektor dapur pacunya identik dengan 2 medium skutik Honda lainnya di kelas 150cc. Pada kinerja mesinnya, baik tenaga dan torsinya tidak berbeda dari Honda PCX 160. Yaitu 15,8 HP di 8500 rpm, sedangkan torsinya berada di 14,7 Nm pada 6000 rpm.
Akan tetapi, pada bobot lebih berat, mencapai 133kg (lebih berat 2kg). Sehingga nilai PWR dari Honda ADV 160 ini adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Honda ADV 160
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 15.8 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 12.64 HP (Loss 20%)
Berat Total: 195 kg (Bobot motor 133kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0648 HP/kg
8. Yamaha NMAX 155

Yamaha NMAX adalah skutik medium di kelas 150cc yang paling laris dari pabrikan Yamaha. Di era modern ini, gema teknologi “Turbo” dengan YECVT semakin kencang, namun basis mesin 155cc VVA Blue Core tetap menjadi fondasi utamanya.
Pada dapur pacunya tidak berbeda jauh dengan Yamaha Aerox 155, yaitu 155,1cc SOHC 4 valve + VVA. Diameter x langkah pistonnya 58 x 58,7 mm (near square) dan rasio kompresinya 11,6 : 1.
Mesinnya mampu memuntahkan tenaga sebesar 15,6 HP di 8500 rpm, sedangkan torsinya berada di 13,9 Nm pada 6500 rpm. Bobot NMAX lebih berat dari Aerox, yaitu 132kg. Dengan begitu nilai PWR yang dicapai adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Yamaha NMAX 155
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 15.6 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 12.48 HP (Loss 20%)
Berat Total: 194 kg (Bobot motor 132kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0643 HP/kg
9. Kymco King Racing F1 150

Sesuai namanya, Kymco menyematkan racing pada motor ini. Kymco King Racing F1 150 merupakan skutik andalan pabrikan asal Taiwan Kwang Yang Motor Co, Ltd (Kymco).
Motor ini punya spek mesin 149cc SOHC 4 valve. Pada bore x strokenya memiliki perbandingan 59 × 54,5 mm (overbore) dan rasio kompresi 11 : 1.
Mesinnya mampu memuntahkan tenaga sebesar 13,8 hp di 8500 rpm dan torsi maksimalnya 11.7 Nm di 6500 rpm. Dengan bobot yang hanya 115kg (setara Vario 160), nilai PWR yang dicapai adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Kymco King Racing F1 150
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 13.8 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 11.04 HP (Loss 20%)
Berat Total: 177 kg (Bobot motor 115kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0623 HP/kg
10. Kymco Like 150i

Kymco Like 150i adalah skutik di kelas 150cc lainnya dari Kymco. Untuk spek mesinnya masih bisa kita katakan identik jika membandingkannya dengan Kymco King Racing 150, sebesar 149cc SOHC 4 valve.
Pada bore x strokenya memiliki perbandingan 59 × 54,5 mm (overbore) dan rasio kompresi 10,9 : 1. Untuk performa mesinnya, Kymco Like mampu menghasilkan tenaga sebesar 13,3 hp di 8500 rpm dan torsi maksimalnya 10,2 Nm di 6500 rpm.
Bobot motor ini mencapai 129kg, sehinga nilai PWR didapatkan sebesar:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Kymco Like 150i
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 13.3 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 10.64 HP (Loss 20%)
Berat Total: 191 kg (Bobot motor 129kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0557 HP/kg
11. Vespa GTS Super Sport 150 I-GET

Pabrikan motor asal Italia ini sudah melegenda dengan brand Vespa-nya. Mengikuti perkembangan teknologi dan pasar, Vespa yang tadinya mengusung mesin 2 tak bertransformasi menjadi mesin i-get (Italian Green Experience Technology) 4 tak.
Salah satunya skuter andalan mereka di kelas 150cc, Vespa GTS Super Sport 150. Motor ini berbekal mesin 154,8cc i-get 4 valve, bore x stroke piston 58 x 58,7 mm (near square) dan rasio kompresi 10,5:1.
Mesinnya mampu menghasilkan tenaga sebesar 14,5 hp di 8250 rpm dan torsi maksimalnya 13,5 Nm di 6750 rpm. Bobot dari Vespa GTS 150 sangat berat mencapai 160kg. Sehingga nilai PWR yang didapat adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Vespa GTS Super Sport 150
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 14.5 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 11.60 HP (Loss 20%)
Berat Total: 222 kg (Bobot motor 160kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0522 HP/kg
12. Vespa Sprint 150

Vespa Sprint 150 adalah varian lainnya dari Vespa. Spesifikasi mesinnya berada di bawah Vespa GTS 150, yaitu 154,8cc i-get 3 valve.
Diameter x langkah pistonnya adalah 58 x 58.6 mm (near square), sedangkan rasio kompresinya 10,5 : 1. Mesin Vespa Sprint ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 11,7 hp di 7500 rpm dan torsi maksimalnya 12 Nm di 5000 rpm.
Bobotnya mencapai 147kg, sehingga nilai PWR yang didapatkan adalah:
— Analisis Real PWR —
Model Motor: Vespa Sprint 150
Jenis Penggerak: CVT (Matic)
Tenaga Pabrikan (Power on Crank): 11.7 HP
Tenaga Roda (Power on Wheel): 9.36 HP (Loss 20%)
Berat Total: 209 kg (Bobot motor 147kg + Rider 62kg)
SCORE REAL PWR: 0.0447 HP/kg
Siapa Raja Jalanan 150cc Sebenarnya?

Nah, itu dia deretan motor 150cc terbaik, tercepat, dan paling menjambak saat ini. Kalau kita bicara data di atas kertas (PWR), Suzuki memang masih jadi rajanya ‘raw power’ lewat mesin DOHC overbore mereka di Satria dan GSX series.
Tapi, Honda Vario 160 sukses mencuri perhatian di kelas matic dengan bobotnya yang enteng banget. Sementara Yamaha tetap solid dengan teknologi VVA-nya yang bikin napas mesin lebih panjang.
Intinya, angka PWR itu penting buat yang gila akselerasi. Tapi buat harian, pertimbangkan juga kenyamanan, fitur, dan style yang paling gue banget. Jadi, motor mana nih yang bakal Sobat pinang?
Sebagai penutup, Tim Exmotoride rangkum lagi 5 motor dengan jambakan paling kuat berdasarkan rasio tenaga vs bobot (PWR) terbaru:
| Peringkat | Model Motor | Jenis | Nilai Real PWR (HP/Kg) |
|---|---|---|---|
| 1 | Suzuki Satria F150 | Underbone | 0.0958 (Terbaik) |
| 2 | Suzuki GSX-S150 | Naked | 0.0886 |
| 3 | Yamaha Vixion-R | Naked | 0.0886 |
| 4 | Suzuki GSX-R150 | Sportbike | 0.0881 |
| 5 | Yamaha MT-15 | Naked | 0.0877 |
Catatan : Faktor aerodinamis yang sangat berpengaruh belum diperhitungkan. Untuk hal ini motor berfairing mendapatkan keuntungan tambahan dari aerodinamis.







