Sobat tentu pernah mengalami momen menyebalkan ini. Saat lagi semangat mau trabasan di akhir pekan, eh motor malah ngadat. Kemudian, saat kalian menekan tombol starter, mesin tidak menyalak gahar. Sebaliknya, kalian hanya mendengar bunyi “cetek-cetek” yang bikin kepala pusing. Bahkan, terkadang dinamo malah diam seribu bahasa. Apa sebenarnya Penyebab Starter KLX 150 Cuma Bunyi Cetek?
Kondisi ini tentu saja bikin emosi jiwa. Apalagi, kalau kejadian apes ini menimpa kalian di tengah hutan belantara. Pasalnya, masalah starter ngadat memang sudah jadi “penyakit langganan”. Faktanya, hampir semua penunggang Kawasaki KLX 150 pernah mengalaminya. Masalah ini kerap menyerang seri lawas (S/L) maupun generasi baru (BF/G).
Meski begitu, jangan buru-buru memvonis produk ini gagal ya, Bro. Sebab, komponen kelistrikan motor trail memang bekerja lebih keras. Nantinya, Tim Exmotoride akan bantu bedah tuntas semua biang keroknya di sini. Sebenarnya, bunyi “cetek-cetek” itu adalah kode keras dari motor. Ngomongin soal kerja keras mesin, menurut perhitungan kita, KLX 150 ini punya PWR (Power to Weight Ratio) sekitar 0,059 HP/kg (tenaga roda efektif 10,6 HP dibagi bobot total 180 kg). Tenaga segitu butuh kelistrikan prima biar sekali stater langsung jreng. Cek detail soal performa di artikel Power to Weight Ratio.
Artinya, motor sedang memberi tahu ada komponen yang minta jajan. Bisa jadi, masalahnya sangat sepele, seperti aki yang mulai lelah. Akan tetapi, bisa juga ada komponen teknis yang butuh oprekan. Oleh karena itu, yuk kita telusuri satu per satu solusinya!
1. Diagnosa Awal: Cek Aki Lemah atau Drop

Pertama-tama, kalian wajib melakukan langkah krusial ini. Segera cek sumber listrik utamanya, yaitu aki atau baterai. Seringkali, kita panik duluan memikirkan kerusakan dinamo starter. Padahal, setrum aki mungkin sudah lemah. Akibatnya, aki tidak kuat lagi mengangkat beban kerja dinamo starter.
Perlu diingat, dinamo starter memakan daya listrik paling besar. Untungnya, kalian bisa mengenali gejala khas aki lemah pada KLX 150 dengan mudah. Contohnya, coba perhatikan nyala lampu netral di spidometer. Selain itu, kalian juga bisa membunyikan klakson.
Selanjutnya, tekan tombol starter sekarang. Jika lampu netral meredup drastis, maka aki pasti tekor. Sementara itu, suara klakson sember juga menjadi tanda kuat. Idealnya, tegangan aki sehat harus berada di angka 12,4 Volt hingga 12,8 Volt.
Oleh sebab itu, Relay Starter (bendik) hanya akan berbunyi “cetek-cetek” jika tegangan turun di bawah 12 Volt. Alhasil, arus listrik tidak cukup kuat untuk memutar dinamo. Jadi, rawatlah komponen penyimpan daya ini secara rutin. Untuk itu, baca panduan kita tentang cara merawat aki motor agar awet. Tujuannya, agar kalian tidak salah vonis dan buang uang.
2. Masalah Klasik: Relay Starter (Bendik) Kotor

Lantas, bagaimana jika aki dalam kondisi sehat? Tegangan stabil di 12.4V ke atas, tapi starter masih cuma bunyi “cetek”. Maka, tersangka utamanya pindah ke Relay Starter. Biasanya, mekanik lokal menyebutnya “Bendik”. Padahal, komponen ini punya fungsi sangat vital.
Secara teknis, Bendik bekerja sebagai saklar elektromagnetik. Artinya, alat ini menyambungkan arus super besar dari aki ke dinamo starter. Akan tetapi, seringkali kita menemukan masalah yang sangat sepele. Misalnya, konektor atau soket di bendik kotor terkena lumpur.
Hal ini wajar karena motor trail tempur sering main tanah. Akibatnya, kotoran menumpuk dan menghambat arus listrik. Dampaknya, solenoid di dalam bendik gagal menghubungkan plat kontak. Oleh karena itu, kalian bisa pelajari cara kerjanya di Wikipedia tentang Solenoida agar lebih paham.
Untungnya, solusinya cukup sederhana. Pertama, lepas soket bendik di balik cover bodi samping kiri. Selanjutnya, bersihkan terminalnya menggunakan cairan contact cleaner. Alternatifnya, kalian juga bisa memakai amplas halus. Namun, jika masih tetap nihil, berarti kumparan di dalamnya sudah putus. Akhirnya, kalian harus mengganti komponen ini dengan yang baru.
3. Carbon Brush (Arang) Dinamo Habis

Selanjutnya, ini dia penyakit yang sering bikin dompet boncos. Meskipun bendik bunyi “cetek” kencang dan aki normal. Namun, dinamo starter diam seribu bahasa. Oleh sebab itu, besar kemungkinan Carbon Brush atau arang starternya sudah habis. Pasalnya, arang ini terus bergesekan dengan komutator saat kalian menekan starter.
Memang, harga part original brush set di Kawasaki Indonesia lumayan mahal. Bahkan, kadang kalian harus membeli satu set dengan dudukannya. Tapi tenang, kita punya tips hemat ala anak bengkel. Ternyata, kalian bisa mensubstitusi arang starter KLX 150 ini.
Caranya, gunakan arang milik motor bebek sejuta umat, Honda Grand atau Supra X lama! Sebab, dimensinya sangat mirip. Cukup dengan mengamplas sedikit bagian pinggirnya. Kemudian, pasang arang tersebut jika terasa seret masuk ke rumah dinamo.
Tentu saja, harganya jauh lebih bersahabat di kantong pelajar. Bahkan, mungkin cuma seperempat dari harga part original. Akhirnya, kalian tinggal pasang dan solder sedikit kabelnya. Seketika, motor langsung nyala lagi!
4. Periksa Kabel Massa (Ground)

Di sisi lain, kita sering melewatkan penyebab satu ini. Segera cek kabel massa atau grounding motor. Sebab, baut-baut kelistrikan bisa kendor karena guncangan ekstrem di jalur offroad. Biasanya, kabel massa menempel ke bodi mesin atau rangka.
Akibatnya, arus listrik tidak akan berputar sempurna jika kabel ini kendor. Selain itu, dinamo starter akan terasa berat memutar mesin. Bahkan, rasanya seperti aki tekor, padahal aki masih bagus. Oleh karena itu, cek jalur kabel hitam (negatif) di mesin.
Segera kencangkan bautnya dan bersihkan karat yang menghalangi. Ingat, masalah sepele ini juga bisa memicu kerusakan lain. Contohnya, lampu bisa sering putus karena arus tidak stabil. Sebelumnya, kita pernah membahasnya dalam artikel penyebab lampu motor sering putus.
5. One Way Starter Loss: Dinamo Muter, Mesin Diam

Selain itu, ada satu lagi kasus unik. Ketika kalian menekan tombol starter. Maka, suara dinamo terdengar berputar kencang (“whirrr”). Akan tetapi, mesin motor diam saja. Bahkan, suaranya mirip kipas angin yang menyala.
Sebenarnya, masalah ini bukan berasal dari kelistrikan. Melainkan, masalah ada di mekanikal One Way Starter. Biasanya, komponen pelor di dalamnya sudah aus. Akibatnya, per komponen tersebut melemah dan gagal “menggigit” kruk as.
Umumnya, penyakit ini sering menyerang KLX berusia tua. Selain itu, rider yang sering memaksa starter panjang juga bisa memicu kerusakan ini. Oleh sebab itu, kalian harus membongkar bak magnet sebelah kiri. Selanjutnya, ganti komponen one way tersebut segera. Ingat, jangan paksa starter terus, sebab serpihan logam bisa masuk ke mesin.
6. Solusi Darurat Saat Trabas di Hutan

Lalu, bagaimana jika motor ngadat jauh dari bengkel? Atau, kalian sedang persiapan touring di tengah hutan? Maka, jangan menyerah dan mendorong motor, Bro! Sebaliknya, coba dua trik darurat ini:
Siap Gaspol Lagi Tanpa Drama, Bro?

Memang, masalah starter di KLX 150 menguji kesabaran. Namun, kalian bisa memperbaikinya sendiri jika paham diagnosanya. Sebab, kuncinya adalah ketelitian. Oleh karena itu, dengarkan suara dan gejala awalnya dengan seksama.
Misalnya, kalian bisa membersihkan soket dengan modal bensin. Atau, kalian juga bisa mengganti arang pakai punya Supra. Selain itu, trik jumper darurat juga sangat membantu. Jadi, lakukan semuanya sendiri atau minta bantuan bengkel.
Akhirnya, jangan malas mengecek kondisi kelistrikan ya, Bro. Oleh sebab itu, luangkan waktu 10 menit sebelum gaspol. Kemudian, cek aki dan kabel-kabel motor kalian. Tentu, langkah kecil ini akan menyelamatkanmu dari dorong motor di hutan. Nah, punya pengalaman serupa? Tulis di kolom komentar ya!







