Rasanya ada yang kurang kalau kita nggak bahas New Ninja 250 Fi dari Kawasaki untuk kalian, Sobat. Imej motor ini sangat kuat sebagai ikon motor full fairing 2 silinder di Indonesia.
Sejak awal kemunculannya, motor ini selalu sukses mencuri perhatian. Kawasaki melahirkan motor ini pada tahun 2017 sebagai pembaharuan total dari generasi sebelumnya, dan kini memiliki 3 varian utama yang beredar di pasaran.
Untuk harganya, Kawasaki membanderol Ninja 250 Fi mulai dari kisaran Rp 66.500.000,- (OTR Jakarta) untuk varian standarnya. Harga ini tentu bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pabrikan di setiap tahunnya.
Sedangkan untuk varian Ninja 250 ABS SE, Kawasaki memasang harga sekitar Rp 78.500.000,-. Varian ABS SE memiliki harga berbeda karena Kawasaki menambahkan fitur ABS braking system, Pillion seat cover, DC outlet, Large smoked windshield, Frame sliders, grafis Special Edition, dan KIPASS master key system.
Kemudian untuk varian tertingginya, Ninja 250 ABS SE MDP hadir dengan harga Rp 78.900.000,-. Varian ini memakai sistem pengecatan MDP (Magnetic Design Paint). Ya itu saja bedanya jika kita bandingkan dengan Ninja 250 ABS SE, sedangkan fitur lainnya sama saja, Bro.
Cerita Perjalanan dan Sejarah New Ninja 250 Fi

Pada kenyataannya, Kawasaki sudah menciptakan motor berkode EX250 ini sejak tahun 1983 silam. Memang motor ini sempat tertidur atau “berhibernasi” lama sekali. Pasalnya, sejak tahun 1991 Kawasaki tidak mengembangkan motor 2 silinder ini lagi secara signifikan.
Hingga akhirnya, pada tahun 2008 Kawasaki membangkitkan sang legenda dari tidur panjangnya. Jadi, Admin sangat memaklumi jika sebagian dari kalian hanya mengetahui bahwa motor ini lahir di tahun 2008.
Saat itu kita mengenalnya dengan nama Kawasaki Ninja 250 R (karbu). Generasi ini membawa banyak sekali perubahan jika kita bandingkan dengan versi pendahulunya. Terutama pada desain tampilannya yang lebih futuristik, macho, dan kekar.
Fase Pertama Evolusi Ninja 250 2 Silinder

Fase ini ada di rentang tahun 1983 hingga 1991. Ya, Kawasaki melahirkan generasi pertama pada tahun 1983. Dan 1991 adalah tahun dimana EX250 bersiap untuk memulai tidur panjangnya.
Pada masa ini, secara umum tampilan dan desainnya berbentuk sport fairing jadul. Jok rider dan boncenger-nya menyatu, tidak seperti sportbike kebanyakan saat ini yang bentuknya terpisah (split-seat).
1. Kawasaki GPZ250 (EX250C) Tahun 1983 – 1985

Motor ini merupakan cikal bakal dari New Ninja 250 Fi terbaru saat ini. Jika kita melihat secara fisik, memang motor ini belum menggunakan full fairing. Selain itu, kita bisa menemukan beberapa perbedaan lainnya jika membandingkannya dengan generasi-generasi sesudahnya.
Misalnya mesinnya 4 tak paralel twin SOHC. Ya, mesin GPZ250 ini SOHC, berbeda dengan ciri khas dari Ninja 2 silinder modern yang bermesin DOHC. Perbedaan lainnya ada di sistem penggerak rodanya (final drive) yang menggunakan belt, bukan rantai.
Meskipun begitu, Kawasaki menyematkan kode EX250C padanya. Dengan begitu kita tidak bisa memungkiri bahwa gen Kawasaki Ninja 2 silinder mengalir padanya. Adapun pada spesifikasinya adalah sebagai berikut:
| Mesin | 249 cc, 2 silinder, SOHC 4 valve |
| Bore x Stroke | 55 Ñ… 52.4 mm (overbore) |
| Rasio kompresi | 10.0:1 |
| Power | 16,9 HP @ 8.000 rpm |
| Bobot & Tipe | 165 kg, Sport Half Fairing |
| SCORE REAL PWR | 0.063 HP/kg (Net: 14.3 HP / Tot: 227 kg) |
2. Kawasaki GPZ250R (EX250E) Tahun 1986

Pada generasi kedua ini Kawasaki memberikan kode EX250E. Jika kita melihat bentuk, spesifikasi, dan performanya, motor ini sudah mulai mengarah ke Ninja 250 saat ini. Jok pengendara dan boncenger sudah mulai terpisah meskipun pisahannya masih menempel.
Mesinnya sudah DOHC 8 katup (4 katup per silindernya). Sistem penggerak rodanya sudah menggunakan rantai. Dan yang paling penting, Kawasaki sudah memasang full fairing yang merupakan identitas kental dari Ninja 250 2 silinder.
Tapi sayangnya ukuran rodanya sedikit mungil, 100/80-16 untuk ban depan dan 120/80-16 untuk belakang. Kalian lihat saja ban Yamaha Nouvo dan Suzuki Skywave, kurang lebih segede gitu, Bro. Selain itu bentuknya juga masih kurus dan kerempeng, belum gambot dan bohay.
| Mesin | 248 cc, 2 silinder, DOHC 8 valve |
| Bore x Stroke | 62 Ñ… 41.2 mm (overbore) |
| Rasio kompresi | 12.4:1 |
| Power | 37,4 hp @ 11.000 rpm |
| Torsi | 24,5 Nm @ 10.000 rpm |
| Bobot & Tipe | 156 kg, Sport Full Fairing |
| SCORE REAL PWR | 0.154 HP/kg (Net: 33.6 HP / Tot: 218 kg) |
3. Kawasaki GPX250R (EX250F) Tahun 1987

Pada generasi ketiga, Kawasaki menyematkan kode EX250F. Kawasaki melakukan banyak perubahan pada generasi ini, terutama pada bagian desain dan tampilannya. Wujud GPX250R generasi ini sudah mulai terlihat gambot, sesuai ciri khas Ninja 2 silinder.
Tapi sayangnya Kawasaki masih memasang roda diameter 16 inci dengan spesifikasi 100/80×16 depan dan 130/80×16 belakang. Mereka juga mengubah jok split-seat menjadi menyatu kembali. Tapi tidak mengapa lah ya karena masih terlihat sporty, apalagi pada zamannya.
| Mesin | 248 cc, 2 silinder, DOHC 8 valve |
| Bore x Stroke | 62 Ñ… 41.2 mm (overbore) |
| Rasio kompresi | 12.4:1 |
| Power | 37,4 hp @ 12.500 rpm |
| Torsi | 24,5 Nm @ 10.000 rpm |
| Bobot & Tipe | 161 kg, Sport Full Fairing |
| SCORE REAL PWR | 0.151 HP/kg (Net: 33.6 HP / Tot: 223 kg) |
4. Kawasaki GPX250R-II (EX250G) Tahun 1988

Pada tahun 1988 Kawasaki meluncurkan GPX250R-II dengan kode EX250G. Kawasaki hanya menjual motor ini di Jepang yang merupakan negara asalnya. Secara tampilan sangat mirip dengan GPX250R 1987, tapi bobotnya lebih berat sedikit menjadi 163 kg.
Pada generasi ini sebenarnya tidak banyak berubah dari sebelumnya. Perubahan hanya meliputi penyematan dual disk brake (rem depan ganda). Selain itu, Kawasaki memperlebar ukuran tapak bannya (110/80-16). Ciri lainnya yang membedakan dari GPX250R (EX250F) adalah warna knalpotnya yang hitam.
| Mesin | 248 cc, 2 silinder, DOHC 8 valve |
| Bore x Stroke | 62 Ñ… 41.2 mm (overbore) |
| Rasio kompresi | 12.4:1 |
| Power | 37,4 hp @ 12.500 rpm |
| Torsi | 24,5 Nm @ 10.000 rpm |
| Bobot & Tipe | 163 kg, Sport Full Fairing |
| SCORE REAL PWR | 0.150 HP/kg (Net: 33.6 HP / Tot: 225 kg) |
5. Kawasaki ZZR-250 (EX250H) Tahun 1991 – 2005

Pada generasi ke-5 di tahun 1991, Kawasaki kembali meluncurkan motor 250cc 2 silinder andalannya. Berbeda dengan generasi sebelum-sebelumnya yang semuanya diberi nama depan GP, baik Z maupun X. Kali ini Kawasaki memilih nama ZZR-250 sebagai penegas identitas EX250H yang merupakan gen penerus sah EX250 “series”.
Bahkan Kawasaki Kanada sempat memberinya nama Ninja 250R. Meskipun mesinnya sama saja, pada generasi ini Kawasaki sudah menggunakan velg diameter 17 inci, 100/80-17 depan dan 140/70-17 belakang.
Selain itu ada penambahan fitur seperti shock belakang yang bisa disesuaikan, lever (tuas) rem dan kopling yang bisa disesuaikan, hingga revisi sistem kelistrikan. Tapi akibatnya bobot bertambah sekitar 5 – 6 kg.
Meskipun tidak ada lagi perubahan desain sesudahnya, namun Kawasaki tetap menjualnya hingga tahun 2005. Karena pada tahun-tahun berikutnya adalah fase ke-2 “evolusi” dari Ninja 250R ini.
| Mesin | 248 cc, 2 silinder, DOHC 8 valve |
| Bore x Stroke | 62 Ñ… 41.2 mm (overbore) |
| Rasio kompresi | 12.4:1 |
| Power | 37,4 hp @ 12.500 rpm |
| Torsi | 24,5 Nm @ 10.000 rpm |
| Bobot & Tipe | 168 kg, Sport Full Fairing |
| SCORE REAL PWR | 0.146 HP/kg (Net: 33.6 HP / Tot: 230 kg) |
Fase Kedua Evolusi Ninja 250 2 Silinder

Fase kedua evolusi Ninja 250 2 silinder ini bermula pada tahun 2007 – 2008. Tepat dimana pada waktu itu Kawasaki melahirkan Ninja 250 R. Bikers lebih mengenalnya dengan julukan Ninja 250 Karbu. Kemunculan Ninja 2 silinder karbu ini menunjukan kebangkitan EX250 dari tidur panjangnya.
Desain kekinian dan futuristik benar-benar berbeda dengan seri-seri sebelumnya. Kawasaki kembali membuat joknya terpisah (split-seat). Pada desain keseluruhan terlihat jauh lebih kekar dari semua versi jadulnya. Ya, menyesuaikan dengan selera masa sekarang.
1. Kawasaki Ninja 250R – Karbu (EX250J) Tahun 2008

Bukan Kawasaki namanya jika tidak menggebrak pasar yang tidak dilirik pesaingnya. Pada awal kemunculannya motor ini sukses mendapatkan tempat spesial di hati bikers. Bukan hanya di Indonesia saja, bahkan hingga ke Eropa sana.
Tampilannya benar-benar gambot dan sudah mirip moge sekali. Sebenarnya motor yang masih menggunakan sistem karburator ini tidak sebaik pendahulunya pada performa mesinnya. Tapi tidak mengapa lah ya, kita harus mengacungkan jempol pada Kawasaki atas kemauan mereka untuk menawarkan sesuatu yang baru dan selanjutnya menjadi trend.
| Mesin | 249 cc, 2 silinder, DOHC 8 valve |
| Bore x Stroke | 62,0 X 41,2 mm (overbore) |
| Rasio kompresi | 11,6 : 1 |
| Power | 31,4 HP @ 11.000 rpm |
| Torsi | 20 Nm @ 9.500 rpm |
| Bobot & Tipe | 169 kg, Sport Full Fairing |
| SCORE REAL PWR | 0.122 HP/kg (Net: 28.2 HP / Tot: 231 kg) |
2. Kawasaki Ninja 250 Fi (EX250L – EX250M) Tahun 2013

Pada tahun 2013 Kawasaki meluncurkan Ninja 250 Fi. Kawasaki melahirkan unit ini sebagai pengganti generasi sebelumnya yang masih menggunakan karburator. Dengan begitu, mulai di generasi ini Ninja 250 (sesuai namanya Fuel Injection) sudah menggunakan sistem injeksi.
Pada generasi ini Kawasaki membedakan nama kode dari dua variannya. EX250L untuk Ninja 250 Fi versi standard dan EX250M yang menggunakan fitur pengereman ABS (Anti Lock Braking System).
Pada generasi ini juga sebenarnya user mengeluhkan banyak kendala. Misalnya handlingnya terasa berat, terlebih untuk menikung dan bermanuver. Selain itu pada periodenya, Ninja 250 Fi ini paling inferior jika kita bandingkan pesaing-pesaingnya di kelas 250cc 2 silinder. Muntahan tenaga mesinnya ada dibawah CBR250RR (38,2 HP), bahkan Yamaha R25 (35,5 HP) sekalipun.
| Mesin | 249 cc, 2 silinder, DOHC 8 valve |
| Bore x Stroke | 62,0 X 41,2 mm (overbore) |
| Rasio kompresi | 11,3 : 1 |
| Power | 31,5 HP @ 11.000 rpm |
| Torsi | 21 Nm @ 10.000 rpm |
| Bobot & Tipe | 172 kg, Sport Full Fairing |
| SCORE REAL PWR | 0.121 HP/kg (Net: 28.3 HP / Tot: 234 kg) |
3. Kawasaki New Ninja 250 Fi (EX250) Tahun 2017

Kawasaki menciptakan generasi terakhir dari Ninja 250 2 silinder ini untuk memberikan perlawanan kepada pesaing-pesaingnya. Pada sektor muntahan tenaga mesinnya naik sangat drastis mencapai 28,5 KW (38,2 HP) setara CBR250RR K64A generasi pertama.
Selain itu Kawasaki juga memangkas bobotnya menjadi 163 kg saja. Dengan begitu Ninja generasi ini menempati peringkat 3 besar benchmarking motor 250cc terkencang versi Exmotoride. Di atasnya hanya ada Honda CBR250RR pada posisi 2 dan saudaranya ZX25R sang jawaranya.
Pada unit ini, entah kenapa Kawasaki memberikan kode EX250 saja, tanpa embel-embel huruf di belakangnya. Seharusnya, atau biasanya mereka menyematkan huruf R jika L dan M sudah digunakan. Atau mungkin Kawasaki ingin menegaskan bahwa inilah Ninja 250 2 silinder sesungguhnya. Atau bisa saja versi R-nya akan lebih powerfull dari yang ada saat ini. Who knows, hanya Kawasaki yang tau.
| Mesin | 249 cc, 2 silinder, DOHC 8 valve |
| Bore x Stroke | 62.0 x 41.2 mm (overbore) |
| Rasio kompresi | 11.6 : 1 |
| Power | 38,2 HP @ 12.500 rpm |
| Torsi | 23.5 Nm @ 10.000 rpm |
| Bobot & Tipe | 163 kg, Sport Full Fairing |
| SCORE REAL PWR | 0.152 HP/kg (Net: 34.3 HP / Tot: 225 kg) |
Spesifikasi Lengkap Kawasaki New Ninja 250 Fi 2017 – 2025

POWER
| Power Maksimum | 28.5 kW {39 PS} / 12,500 rpm |
| Torsi Maksimum | 23.5 Nm {2.4 kgfm} / 10,000 rpm |
| Jenis Mesin | Liquid-cooled, 4-stroke Parallel Twin |
| Volume Silinder | 249 cc |
| Diameter x Langkah | 62.0 x 41.2 mm |
| Perbandingan Kompresi | 11.6:1 |
| Sistem Katup | DOHC, 8 valves |
| Sistem Suplai Bahan Bakar | Fuel injection: ø32 mm x 2 |
| Sistem Pengapian | Digital |
| Start | Electric |
| Transmission | 6-speed, return |
| Primary Reduction Ratio | 3.069 (89/29) |
| Final Reduction Ratio | 2.929 (41/14) |
| Kopling | Wet multi-disc, manual |
| System Final Drive Type | Chain |
PERFORMANCE
| Tipe Rangka | Trellis, high-tensile steel |
| Suspensi Depan | ø41 mm telescopic fork |
| Suspensi Belakang | Bottom-link Uni Trak, gas-charged shock with adjustable spring preload |
| Wheel Travel Depan | 120 mm |
| Wheel Travel Belakang | 130 mm |
| Sudut Putar / Trail | 24.3° / 90 mm |
| Roda Depan | 110/70-17M/C 54H |
| Roda Belakang | 140/70-17M/C 66H |
| Rem Depan | Single semi-floating ø310 mm petal disc |
| Kaliper Depan | Single balanced-actuation dual-piston |
| Rem Belakang | ø220 mm petal disc |
| Kaliper Belakang | Dual-piston |
DETAILS
| Panjang x Lebar x Tinggi | 1,990 x 710 x 1,125 mm |
| Jarak poros roda | 1,370 mm |
| Jarak ke Tanah | 145 mm |
| Tinggi Tempat Duduk | 795 mm |
| Berat** | 163 kg |
| Kapasitas Bensin | 14 litres |
Gimana menurut Sobat? Perjalanan panjang Ninja 250 ini membuktikan kalau Kawasaki nggak pernah main-main soal inovasi. Kalau kamu lagi cari motor sport 250cc yang punya sejarah kuat dan performa stabil, Ninja 250 Fi jelas jadi pilihan yang nggak bakal salah!







