Beranda Motor listrik Panduan Lengkap Beli Motor Listrik Terbaik & Murah: Cek Subsidi Pemerintah

Panduan Lengkap Beli Motor Listrik Terbaik & Murah: Cek Subsidi Pemerintah

964
0
panduan dan tips sebelum membeli motor listrik

Tim Exmotoride menyajikan ulasan mengenai tips sebelum membeli motor listrik ini khusus buat Sobat yang sedang galau tingkat dewa. Mungkin kalian sedang mencari pencerahan soal motor setrum ini karena sangat ingin memboyong satu unit ke garasi rumah, kan?

Tenang saja Bro, Tim Exmotoride sudah merangkum informasi super lengkap buat kalian. Selanjutnya, kita akan mengupas tuntas semua hal tentang tips sebelum membeli motor listrik ini sebagai bahan pertimbangan. Harapannya, kalian makin mantap dan tidak salah pilih.

Sebelumnya, kami ingin mengingatkan bahwa tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekan motor listrik dibanding motor bensin. Akan tetapi, kami ingin memberikan antisipasi agar kalian gampang beradaptasi nantinya. Jadi saat motornya datang, kalian sudah paham betul karakter dan cara pakainya.

Faktanya, motor listrik memang sangat unggul banget soal irit biaya operasional dan perawatannya. Selain itu, motor ini juga tidak bikin sesak napas karena bebas emisi gas buang, polusi, dan pastinya ramah lingkungan. Soal kenyamanan juga tidak perlu kalian ragukan, suaranya senyap banget nyaris tak terdengar serta minim getaran.

Namun, ada beberapa hal krusial lain yang wajib kalian pikirkan selain cuma irit dan nyaman saja. Mulai dari performa, fitur, cara perawatan, keamanan, sampai layanan purna jualnya. Yuk, kita bedah satu per satu!

1. Apa Maksud dan Tujuan Membeli Motor Listrik

alasan dan tujuan membeli motor listrik

Tips sebelum membeli motor listrik yang paling dasar adalah bertanya dulu ke hati nurani, untuk apa sih membelinya? Tujuan setiap orang pasti berbeda-beda. Tapi kita sepakat dulu deh, tujuannya pasti buat membantu “mobilitas” harian kalian.

Coba deh Sobat pikirkan lebih spesifik lagi aktivitasnya seperti apa. Memilih unit ini bakal sangat berguna kalau kalian cuma berpindah dari titik A ke titik B dengan jarak pendek. Sebagai contoh, motor ini cocok buat sekolah, pergi ke kantor yang dekat, mengantar anak, belanja ke minimarket, atau sekadar apel ke rumah doi di komplek sebelah.

Sebaliknya, motor ini kurang cocok kalau kalian jadikan kuda beban buat perjalanan jauh alias touring lintas provinsi. Apalagi kalau kalian bekerjanya mobile banget seharian di jalanan tanpa henti, kayak ojol misalnya. Kalau memaksa, nanti kalian malah akan repot sendiri di jalan.

2. Utamakan Spesifikasi Kemudian Fitur Lalu Pertimbangkan Harga

spesifikasi dan fitur motor listrik

Selanjutnya, perhatikan spesifikasinya, Bro. Fitur dan spesifikasi tiap pabrikan pasti berbeda-beda. Spesifikasi itu urusannya sama performa dan rasa berkendara. Di sisi lain, fitur itu nilai plus yang bikin hidup kalian lebih mudah. Makin banyak fiturnya, jelas makin asik.

Tapi ingat hukum alamnya, makin canggih speknya, harganya juga pasti makin pedas. Tim Exmotoride menyarankan agar kalian mencari yang benar-benar pas sama kebutuhan. Jangan kurang, jangan berlebihan juga. Kalau fiturnya kebanyakan tapi tidak terpakai, tentu saja mubazir uangnya.

Manfaatkan Subsidi Pemerintah

Nah, ini hal yang paling penting buat kondisi saat ini. Pemerintah sedang gencar-gencarnya memberikan subsidi Rp 7 juta buat pembelian motor listrik baru. Oleh karena itu, kalian wajib banget mengecek apakah unit incaran kalian masuk dalam daftar penerima subsidi ini atau tidak. Lumayan banget kan potongannya buat beli helm atau aksesoris lain?

Kalian bisa melihat rekomendasi motor listrik murah berkualitas yang sudah Tim Exmotoride bahas sebelumnya. Di sana banyak opsi motor yang value for money-nya dapat banget dan ramah di kantong.

3. Pahami Nyawa Motor Listrik Adalah Baterai

spesifikasi dan harga baterai motor listrik

Poin ini wajib banget kalian catat tebal-tebal. Nyawa dari motor listrik itu ada di baterainya. Tanpa baterai, motor ini cuma onggokan besi dan plastik yang tidak ada gunanya. Makanya, fokus utama kalian harus tertuju ke komponen yang satu ini.

Kapasitas Isi Baterai dan Voltasenya

Kapasitas baterai itu ibarat tangki bensin. Makin besar kapasitasnya, makin banyak energi tersimpan, dan makin jauh jarak tempuhnya. Logikanya simpel, baterai besar membuat kalian jarang mengecas.

Perhatikan dua angka keramat: Ampere Hour (Ah) dan Voltase (V). Kalau mau tahu total dayanya (Watt Hour/WH), kalian tinggal mengalikan saja (P = V x I). Contoh, baterai 72 Volt 20 Ah itu punya daya 1440 WH. Makin besar angkanya, makin mantap!

Jenis Baterai: SLA vs Lithium

Jangan sampai salah pilih jenis baterai ya, Bro. Umumnya ada dua jenis: SLA (Sealed Lead Acid) alias aki kering, dan Lithium (Li-Ion/LiFePO4). Baterai SLA biasanya lebih murah, tapi berat dan umurnya pendek. Sedangkan Lithium jauh lebih enteng, awet, dan performanya stabil, tapi harganya memang lebih mahal.

Usia Pemakaian Baterai

Baterai itu tidak abadi, ada masa pakainya atau kita sebut “life cycle”. Ini hitungan berapa kali baterai bisa kalian cas dari kosong sampai penuh sebelum performanya drop. Kalau speknya bilang 1000 life cycle, berarti aman buat 1000 kali pengisian daya.

Kalau kalian memakai motornya secara wajar, misal mengecas sehari sekali, baterai bisa awet sampai 3 tahunan. Tapi kalau kalian memakai motornya geber-geberan sampai harus mengecas 3 kali sehari kayak minum obat, ya siap-siap saja mengganti baterai kurang dari setahun.

Harga Baterai Cukup Mahal

Rawat baterai kalian seperti merawat pacar, jangan sampai rusak. Soalnya harga baterai motor listrik itu tidak murah, Bro. Malah bisa kita bilang komponen termahal di motor ini. Ada yang harganya sampai 7-8 jutaan buat satu pack baterai doang!

4. Cari Tahu dan Bandingkan Performanya

performa torsi dan power top speed motor listrik untuk harian

Tips sebelum membeli motor listrik selanjutnya adalah mengecek kemampuannya berlari. Jangan sampai kalian membeli kucing dalam karung. Ada beberapa aspek performa yang wajib kalian perhatikan.

Power (Tenaga) Motor

Power itu menunjukan seberapa cepat motor bisa lari konstan. Satuannya Kilo Watt (KW) atau Horse Power (HP). Jujur saja, power motor listrik harian biasanya lebih kecil dibanding motor bensin di harga yang sama. Jadi jangan kaget kalau top speed-nya tidak setinggi motor sport.

Contohnya Gesits yang power puncaknya sekitar 6,7 HP. Kalau kita membandingkannya dengan Yamaha Aerox 155 yang tembus 13 HP lebih, jelas kalah di atas kertas. Tapi sensasi menyetirnya beda cerita, Bro.

Torsi (Torque) Motor

Nah, di sini letak keunggulan mutlak motor listrik. Torsi itu jambakan awal pas gas kalian tarik. Motor listrik punya torsi instan yang gila banget! Beda sama motor bensin yang butuh raungan mesin dulu.

Bayangkan saja, torsi Gesits bisa tembus 30 Nm. Bandingkan sama moge 4 silinder kayak Kawasaki ZX25R yang torsinya cuma 22,9 Nm. Padahal torsi dan tenaga itu beda fungsi. Buat menanjak atau membawa beban berat, motor listrik sangat mumpuni banget meski HP-nya kecil.

Kecepatan Puncak (Top Speed)

Buat motor listrik harian, jangan terlalu terobsesi sama top speed deh. Rata-rata motor listrik komuter cuma mentok di 60-100 km/jam. Itu sudah lebih dari cukup buat selap-selip di kemacetan kota.

Kalau memaksa ingin top speed tinggi, baterainya bakal boros banget. Ingat, kapasitas baterai terbatas. Kalau kalian menggeber terus di kecepatan tinggi, bisa-bisa kalian mendorong motor sebelum sampai tujuan.

5. Sesuaikan Beban Maksimal Yang Bisa Diangkut

beban maksimal dari motor listrik

Walaupun rangkanya kelihatan kokoh, setiap motor punya batas kemampuan angkut beban. Kalau kalian memaksa membawa beban berlebih alias overload, rangkanya bisa bengkok atau suspensinya cepat mati. Bahaya banget kan?

Selain merusak komponen, beban berlebih juga membuat baterai cepat habis. Akibatnya, jarak tempuh yang tadinya 60 km bisa drop jadi cuma 40 km kalau kalian boncengan sama teman yang badannya besar plus membawa barang segunung. Jadi, periksa dulu max load di brosurnya ya.

6. Performa Menurun Seiring Berkurangnya Isi Daya Baterai

tenaga-motor-listrik-berkurang-seiring-berkurangnya-isi-kapasitas-baterai

Ini fakta pahit yang harus kalian terima. Performa motor listrik itu tidak stabil seperti motor bensin. Saat baterai penuh (100%), larinya kencang banget. Akan tetapi, saat baterai tinggal sedikit, tenaganya bakal loyo.

Hal ini wajar karena voltase baterai turun seiring berkurangnya daya. Sebagai gambaran, berikut adalah data penurunan tenaga dari motor listrik kelas sultan Energica Ego saat baterainya berkurang:

Penurunan Performa Baterai
Kondisi Baterai 100%Tenaga 145 HP
Kondisi Baterai 80%Tenaga 123,4 HP
Kondisi Baterai 50%Tenaga 104,6 HP
Kondisi Baterai 20%Tenaga 84,5 HP

7. Jarak Tempuh dan Waktu Tempuh

waktu dan jarak tempuh motor listrik

Walaupun irit, kalian harus disiplin soal manajemen jarak. Jangan menggunakan motor listrik seenaknya seperti motor bensin yang pom bensinnya ada di mana-mana.

Jarak Tempuh Maksimal

Periksa spesifikasi jarak tempuh maksimalnya. Kalau pabrikan bilang bisa 70 km, anggap saja realitanya cuma 50-60 km buat jaga-jaga. Soalnya klaim pabrikan itu biasanya hasil tes di kondisi jalan datar dan kecepatan konstan yang pelan.

Bandingkan sama jarak kantor kalian. Kalau jarak bolak-balik masih aman tanpa mengecas, sikat Bro. Tapi kalau mepet, pastikan di kantor ada colokan listrik buat mengecas. Jangan sampai mogok di tengah jalan, soalnya mencari colokan listrik di pinggir jalan itu susah lho.

8. Perhatikan Keamanan Berkendara (Safety Riding) Karena Karakternya Berbeda

keamanan dan safety ridding motor listrik

Poin ini penting banget buat keselamatan nyawa kalian. Karakter motor listrik itu beda 180 derajat sama motor konvensional. Oleh sebab itu, kalian harus mengubah kebiasaan riding mulai dari sekarang.

Torsi Menjambak dan Akselerasi Spontan

Hati-hati saat membuka gas pertama kali. Motor listrik tidak ada jeda, tenaganya langsung keluar semua. Kalau kalian kaget dan tidak siap, bisa-bisa motornya loncat atau kalian yang terlempar ke belakang.

Mesin Mati Ketika Kontak Dihidupkan

Saat kunci kontak ON, motor listrik itu diam seribu bahasa. Tidak ada suara mesin sama sekali. Bahayanya, kalau kalian iseng memainkan gas karena mengira motor mati, motor bakal langsung menyelonong maju. Selalu tarik rem saat motor dalam posisi berhenti tapi kontak ON.

Suara Terlalu Senyap

Senyap itu nyaman, tapi juga bahaya di jalanan Indonesia yang semrawut. Pengendara lain atau penyeberang jalan sering tidak sadar kalau ada motor listrik lewat karena tidak ada suaranya. Biasakan memainkan klakson dikit buat memberi kode keberadaan kalian ya, Bro.

9. Layanan Purna Jual dan Aftersales Termasuk Garansi

layanan purna jual aftersales dan ketersediaan sparepart motor listrik

Jangan cuma tergiur harga murah, tapi cek juga layanan purna jualnya. Pilihlah merek yang sudah jelas punya bengkel resmi dan ketersediaan sparepart yang aman. Motor listrik memang minim perawatan dibanding motor bensin yang harus servis rutin ganti oli, tapi tetap saja butuh penanganan kalau ada trouble.

Pastikan juga kalian bertanya detail soal garansinya. Terutama garansi baterai dan dinamo motor, karena dua komponen ini harganya paling mahal. Kalau garansinya panjang, hati jadi lebih tenang.

10. Ketersediaan Fasilitas dan Infrastruktur Pendukung

fasilitas pendukung pengisian dan swap baterai motor listrik

Tips sebelum membeli motor listrik ke-10 adalah mengecek infrastrukturnya. Di kota kalian sudah banyak belum SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) atau tempat ganti baterai?

Sistem Swap Baterai vs Charging

Kalian juga harus memilih, mau motor yang sistemnya cas di rumah (charging) atau ganti baterai (swap). Kalau sistem swap, kalian tidak perlu menunggu lama buat mengecas. Tinggal datang ke stasiun swap, tukar baterai kosong sama yang penuh, langsung gas lagi dalam hitungan detik. Cek deh provider swap baterai sudah banyak belum di rute harian kalian?

11. Belum Teruji Ketahanannya

ketahanan motor listrik menghadapi cuaca ekstrim misalnya banjir

Cuaca di Indonesia itu ekstrim, kadang panas terik, kadang hujan badai sampai banjir. Jujur saja, ketahanan motor listrik di kondisi banjir parah masih jadi tanda tanya besar buat sebagian orang.

Meskipun demikian, pastikan motor yang kalian beli punya sertifikasi IP Rating (tahan air dan debu) yang jelas pada komponen baterai dan dinamonya. Biar tidak was-was kalau terpaksa harus menerobos genangan air saat musim hujan.

12. Harga jual kembali masih gelap dan samar-samar

harga jual kembali motor listrik bekas

Terakhir, kita bicara soal harga jual kembali alias resale value. Kalau kalian tipe orang yang suka gonta-ganti motor dan memikirkan untung rugi jual bekas, sebaiknya pikir ulang deh.

Pasar motor listrik bekas saat ini masih belum terbentuk sempurna. Harganya masih gelap dan cenderung turun drastis, terutama karena kekhawatiran calon pembeli soal kondisi kesehatan baterai bekas. Jadi, belilah motor listrik karena memang butuh efisiensinya, bukan buat investasi jual beli ya, Sobat!

Gimana, Udah Siap Beralih Bro?

Nah, itu dia ulasan lengkap dari tips sebelum membeli motor listrik yang bisa Tim Exmotoride bagikan. Intinya, motor listrik itu solusi masa depan yang irit dan keren, asal kalian paham cara pakainya. Jangan lupa mengurus surat-suratnya ya, biaya pajak motor listrik itu murah banget lho, beda jauh sama biaya perpanjang STNK motor bensin.

Semoga tips sebelum membeli motor listrik ini bikin kalian makin yakin buat mengambil keputusan. Gaspol (tapi pelan-pelan), hemat energi, dan selamat menikmati sensasi berkendara masa depan!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini