Beranda Sport Bike Apa Saja 6 Motor 2 Tak (2 Stroke) 250cc Bermesin 2 Silinder...

Apa Saja 6 Motor 2 Tak (2 Stroke) 250cc Bermesin 2 Silinder Terkencang & Legendaris

2203
0
motor 2 tak 250cc 2 silinder terbaik terkencang

Halo Sobat Exmotoride! Siapa di sini yang kalau dengar suara “tring-tring-tring” langsung merinding dan nostalgia? Nah, kali ini kita bakal ngobrolin soal topik panas, yaitu motor 2 tak 250cc. Pasalnya, pabrikan Jepang hingga Eropa pernah memproduksi massal mesin 2 stroke berkapasitas seperempat liter ini sebagai raja jalanan dan sirkuit. Sayangnya, keberadaan motor ini sekarang sudah sangat langka dan jadi barang koleksi yang harganya “gelap”.

Sebenarnya, jangankan di era sekarang, pada masa jayanya dulu pun, orang jarang memiliki motor-motor ini (ang umumnya adalah replika teknologi MotoGP). Alasannya, cuma segelintir “Sultan” atau speed freak sejati yang sanggup membelinya karena harganya selangit. Akan tetapi, harga mahal itu berbanding lurus dengan sensasi jambakan setan yang rider rasakan.

Meskipun kubikasinya cuma 250cc, jangan pernah remehkan kemampuan larinya, Bro. Faktanya, akselerasinya jelas beda level kalau kita bandingkan dengan motor 250cc 4 tak zaman now, entah itu yang 1 silinder, 2 silinder, atau bahkan 4 silinder sekalipun. Selain itu, sensasi ledakan tenaganya itu lho, khas banget! Tim Exmotoride sendiri mengakui, sekali tarik gas motor jenis ini, adrenalin langsung memuncak seketika.

Catatan Penting: Sesuai standar analisis teknis kami, seluruh data performa di bawah ini menggunakan metode perhitungan Real Power to Weight Ratio (PWR). Kami menghitung Power on Wheel (Tenaga Roda) dibagi Berat Total (Berat Isi Motor + Rider 62kg). Satuan yang digunakan adalah HP/kg. Semakin TINGGI angkanya, semakin BUAS tenaganya!

Rahasia Performa: Bedanya Mesin 2 Tak dan 4 Tak

eksistensi motor 2 stroke kubikasi 250cc

Selanjutnya, buat kalian yang masih bingung, perbedaan mesin 2 tak dan 4 tak yang paling mendasar ada pada siklus pembakarannya. Walaupun sama-sama internal combustion engine yang butuh 4 tahapan (hisap, kompresi, bakar, buang), cara kerjanya beda total:

  • Mesin 4 Tak: Butuh 4 langkah piston (2 kali naik, 2 kali turun) untuk satu tenaga.
  • Mesin 2 Tak: Sesuai namanya, cuma butuh 2 langkah (1 turun, 1 naik) untuk menghasilkan satu tenaga.

Akibatnya, secara teori mesin 2 tak bisa menghasilkan tenaga dua kali lebih cepat dibanding 4 tak dalam putaran mesin yang sama. Oleh karena itu, enggak heran kalau motor 2 tak terbaik dan terkencang selalu punya tempat spesial di hati para biker, apalagi buat kalian yang doyan kecepatan instan.

Namun, banyak orang sering menganggap motor “ngebul” ini sebagai biang kerok polusi udara di jalanan. Memang, emisi gas buangnya enggak seramah mesin 4 tak, sehingga akhirnya regulasi lingkungan Euro yang makin ketat membenturkan eksistensi mereka. Alhasil, sejak awal tahun 2000-an, aturan pemerintah mulai menjegal penjualan dan pengembangannya, yang bikin populasi mereka makin punah. Tapi jangan sedih dulu, mari kita bernostalgia dengan daftar motor 2 tak 250cc yang pernah merajai aspal berikut ini.

1. Vins Duecinquanta Strada

motor 2 stroke mesin 250cc Vins Duecinquanta

Kalau sobat pikir motor 2 tak sudah mati total, kalian salah besar. Buktinya, ada Vins Motor, pabrikan “gila” asal Italia yang kembali menghidupkan eksistensi mesin ini. Kemudian, mereka menciptakan mahakarya bernama Vins Duecinquanta Strada.

Vins Duecinquanta Strada
Vins Duecinquanta Strada

Namanya emang agak ribet disebut, tapi artinya simpel. Duecinquanta berarti “dua lima puluh” (250cc), Strada artinya jalanan, dan satu lagi variannya adalah Competizione untuk trek balap. Motor ini pertama kali nongol di EICMA Milan 2017 dan ternyata sudah pakai teknologi injeksi modern, lho! Selain itu, mesinnya pakai konfigurasi 90° V-twin dengan crankshaft yang berputar berlawanan arah.

Di sisi lain, bobot motor inilah yang bikin kita geleng-geleng kepala. Hampir semua komponen menggunakan serat karbon (carbon fiber), mulai dari rangka monokok, suspensi depan, sampai swing arm. Hasilnya? Enteng banget, Bro! Versi Strada cuma 105 kg (kering), dan Competizione cuma 102 kg. Kebayang kan gimana jambakannya dengan Power to Weight Ratio segitu? Jelas, ini bukan mainan anak kecil.

Spesifikasi Vins Duecinquanta Strada
Kapasitas Mesin249,5 cc, 2 Silinder V-Twin, 2 Stroke
Bore x Stroke54 x 54,5 mm (Near Square)
Power Maksimum75,0 HP @ 11.700 RPM
Torsi Maksimum45,0 Nm @ 11.700 RPM
Bobot Isi (Est)115 kg (Siap Jalan)
SCORE REAL PWR*0,38 HP/kg

*Analisis PWR Tim Exmotoride: Menggunakan estimasi berat isi 115kg + rider 62kg, dibagi 67,5 WHP (Power on Crank 75 HP x 0.9 Loss Rantai). Rasio tenaganya mengerikan!

2. Aprilia RS 250

Aprilia RS 250 2 tak

Ini dia idola anak motor 90-an. Sebagai brand Eropa yang kental dengan aura balap, Aprilia melahirkan RS 250 pada tahun 1994. Pasalnya, motor ini lahir dari DNA juara dunia MotoGP kelas 250cc saat itu, Max Biaggi. Kita bisa bilang ini adalah motor balap yang “nyasar” ke jalan raya.

Awalnya, Aprilia cuma bikin 500 unit replika untuk fans di tahun 1994, namun karena laku keras, mereka melanjutkan produksinya. Kemudian, Aprilia melakukan update desain dan fitur di tahun 1998 sebelum akhirnya menyuntik mati motor ini pada 2004. Uniknya, desain membulat (model “telur”) di versi awal dan menajam di versi akhir (model “Batman”) selalu jadi incaran kolektor.

Aprilia RS 250 2 stroke
Aprilia RS 250 2 stroke

Secara teknis, Aprilia RS 250 menggendong mesin V-Twin (yang basisnya dari Suzuki RGV250 tapi Aprilia sudah mengopreknya total) dengan transmisi 6 percepatan. Selain itu, rangkanya menggunakan campuran aluminium dan magnesium yang rigid banget. Swing arm model pisang (banana) berbahan aluminium juga jadi ciri khas yang ikonik. Jadi, kalau kalian ketemu motor ini di jalan, mending minggir dulu deh, Bro, suaranya garing banget!

Spesifikasi Aprilia RS 250
Kapasitas Mesin249 cc, 2 Silinder V-Twin, 2 Stroke
Bore x Stroke56 x 50,6 mm (Overbore)
Rasio Kompresi12,0 : 1
Power Maksimum72,5 HP @ 11.900 RPM
Torsi Maksimum40,0 Nm @ 10.750 RPM
Bobot Isi (Curb)167 kg
SCORE REAL PWR*0,28 HP/kg

*Standar Perhitungan Exmotoride: Tenaga Roda 65,25 HP (Loss 10%) dibagi Berat Total 229 kg (Motor + Rider 62kg).

3. Kawasaki KR-1S

kawasaki 250 cc 2 stroke KR-1S

Jauh sebelum Ninja 250 4 tak merajalela, Geng Ijo Kawasaki punya monster bernama KR-1S. Kawasaki melahirkannya tahun 1988, umur motor ini pendek banget, karena cuma bertahan 4 tahun sampai 1992. Biarpun begitu, dalam waktu singkat itu, dia mencatatkan sejarah sebagai motor produksi massal 250cc tercepat di zamannya.

Faktanya, Aprilia RS 250 baru bisa mematahkan rekor kecepatan Kawasaki KR-1S beberapa tahun setelah KR-1S “wafat”. Bahkan, Suzuki RGV250 pun harus pakai racing kit buat nyaingin top speed standar motor ini. Gila nggak tuh? Hal ini membuktikan kalau Kawasaki emang dari dulu fokusnya di performa.

Kawasaki KR-1S
Kawasaki KR-1S

Uniknya, di saat kompetitor ramai-ramai pakai mesin V-Twin, Kawasaki KR-1S malah pede pakai konfigurasi Parallel Inline-Twin. Padahal awalnya banyak orang meremehkan, tapi Kawasaki membungkam kritik dengan bukti top speed yang tembus 225 KPJ! Walaupun bentuknya boleh terlihat klasik, tapi larinya kayak setan.

Spesifikasi Kawasaki KR-1S
Kapasitas Mesin249 cc, 2 Silinder Inline, 2 Stroke
Bore x Stroke56 × 50,6 mm (Overbore)
Rasio Kompresi7,4 : 1
Power Maksimum65,6 HP @ 10.500 RPM
Torsi Maksimum37,5 Nm @ 8.500 RPM
Bobot Isi (Curb)153 kg
SCORE REAL PWR*0,27 HP/kg

*Analisis PWR Tim Exmotoride: Tenaga Roda 59,04 HP dibagi Berat Total 215 kg (Motor + Rider).

4. Suzuki RGV 250SP VJ23

Suzuki RGV 250SP VJ23

Jangan samakan Suzuki zaman dulu dengan sekarang, Bro. Pasalnya, di era 2 tak, Suzuki itu rajanya inovasi. Salah satu buktinya adalah RGV250SP VJ23. Motor ini adalah “turunan” langsung dari legenda sejarah MotoGP Suzuki RGV 500 Gamma yang fenomenal. Jadi, kalau kalian fans Kevin Schwantz, pasti paham betapa ikoniknya seri RGV ini.

Sebagai informasi, evolusinya panjang, mulai dari VJ21 (1988), VJ22 (1990), sampai puncaknya di VJ23. Khusus di seri terakhir ini, Suzuki merombak total sudut kemiringan mesin V-twin dari 90° menjadi 70° agar sasis bisa lebih kompak. Ditambah lagi, Suzuki menggunakan Twinspar Aluminium Alloy yang kokoh banget pada rangkanya, bikin handling-nya anteng pas diajak rebah di tikungan.

Suzuki RGV 250SP VJ23
Suzuki RGV 250SP VJ23

Fiturnya juga sadis. Ada swing arm banana ala Honda NSR, suspensi depan Upside Down 41mm, dan monoshock belakang yang fully adjustable. Yang paling canggih, Suzuki menanamkan SAPC (Suzuki Advanced Power Controller), semacam ECU pintar yang mengatur power valve dan pengapian sesuai bukaan gas. Hasilnya? Tenaga ngisi terus di setiap putaran!

Spesifikasi Suzuki RGV 250SP VJ23
Kapasitas Mesin249 cc, 2 Silinder V-Twin 70°, 2 Stroke
Bore x Stroke54 x 54,5 mm (Near Square)
Power Maksimum48 HP @ 10.000 RPM (Standar)
Torsi Maksimum34,3 Nm @ 8.000 RPM
Bobot Isi (Curb)156 kg
SCORE REAL PWR*0,19 HP/kg

*Catatan: Angka ini untuk versi standar (limiter Jepang). Kalau di-unlock (zeeltronic/sugaya), performanya bisa melonjak drastis.

5. Yamaha TZR250SP 3XV

Yamaha TZR250SP 3XV 2 tak 250cc

Pabrikan Garpu Tala Yamaha jelas enggak mau kalah. Mereka punya TZR250SP dengan kode keramat 3XV yang lahir tahun 1991. Ternyata, Yamaha menyempurnakan generasi ini dari seri sebelumnya yang sempat pakai inovasi aneh-aneh. Ingat TZR 3MA yang knalpotnya keluar dari buntut (reverse cylinder)? Nah, di 3XV ini Yamaha balik ke jalan yang benar dengan konfigurasi V-Twin 90°.

Boleh dibilang, TZR250SP 3XV adalah bentuk “final” dan paling sempurna dari keluarga TZR. Desainnya ramping, handling-nya tajam, dan bobotnya super ringan berkat sasis Deltabox aluminium. Inilah yang bikin dia lincah banget buat nyalip-nyalip.

Yamaha TZR250SP 3XV
Yamaha TZR250SP 3XV

Akan tetapi, ada satu rahasia umum soal motor ini. Di atas kertas, tenaganya tertulis “cuma” 45 HP. Padahal, ini bohong, Sobat. Pabrikan memasang angka itu cuma buat menuruti regulasi pembatasan tenaga di Jepang saat itu. Aslinya? Kalau kita melepas limiternya (unrestricted), mesin ini enteng banget muntahin tenaga di atas 60 HP. Jadi, jangan ketipu sama data kertasnya ya.

Spesifikasi Yamaha TZR250SP 3XV
Kapasitas Mesin249,7 cc, 2 Silinder V-Twin, 2 Stroke
Bore x Stroke56 x 50,7 mm (Overbore)
Rasio Kompresi7,5 : 1
Power Maksimum45 HP @ 9.500 RPM (Restricted)
Torsi Maksimum38 Nm @ 8.000 RPM
Bobot Isi (Curb)148 kg
SCORE REAL PWR*0,19 HP/kg

*Real PWR dihitung dengan Berat Isi 148kg + rider 62kg, Tenaga Roda 40,5 HP. Meski dibatasi regulasi, bobotnya yang ringan banget jadi penyelamat.

6. Honda NSR250SP MC28

Honda NSR250SP MC28 2 tak 250cc

Last but not least, sang legenda hidup: Honda NSR250SP MC28. Lahir tahun 1994, motor ini adalah penerus dari MC21 yang sangat populer. Pada saat itu, Honda merilisnya dalam 3 varian: NSR250R (Standar), SE (Super Edition), dan SP (Sport Production) yang pakai kopling kering (dry clutch) dengan suara “kering-kering” yang khas. Tak bisa dipungkiri, suara koplingnya itu lho, musik paling indah buat telinga bikers.

Secara performa, regulasi Jepang memang “menyunat” performa MC28, turun jadi 40 HP dari pendahulunya yang 45 HP. Namun tenang saja, potensi aslinya jauh lebih ngeri kalau kita buka restriction-nya. Selain itu, yang bikin MC28 spesial adalah tampilannya yang futuristik dengan Single Sided Swing Arm (Pro-Arm) ala moge Eropa. Ganteng maksimal!

Honda NSR250SP MC28
Honda NSR250SP MC28

Luar biasanya lagi, teknologinya juga paling “alien” di zamannya. NSR250SP MC28 adalah motor pertama yang pakai sistem Smart Card Key (PGM-IV). Artinya, kalian enggak butuh kunci kontak konvensional buat nyalain mesin, cukup colok kartu memori. Canggih banget kan buat motor tahun 90-an? Sistem ini juga yang mengatur manajemen mesin agar tetap efisien tapi bertenaga.

Spesifikasi Honda NSR250SP MC28
Kapasitas Mesin249 cc, 2 Silinder V-Twin, 2 Stroke
Bore x Stroke54 x 54,5 mm (Near Square)
Rasio Kompresi7,4 : 1
Power Maksimum40 HP @ 9.000 RPM (Restricted)
Torsi Maksimum32,4 Nm @ 8.000 RPM
Bobot Isi (Curb)157 kg
SCORE REAL PWR*0,16 HP/kg

*Analisis PWR: Tenaga Roda 36 HP dibagi Berat Total 219 kg. Angka ini terlihat “santuy” karena limiter pabrikan (JDM Spec). Kalau di-unlimiter, beda cerita!

Tips Merawat Motor 2 Tak Agar Tetap Gahar

merawat motor 2 tak

Punya motor 2 tak langka seperti di atas emang jadi kebanggaan, tapi perawatannya juga butuh perhatian ekstra, Bro. Alasannya, motor-motor ini umurnya sudah tidak muda lagi. Oleh sebab itu, biar performanya tetap joss dan enggak rewel, ada beberapa tips dasar yang wajib kalian tahu.

Pertama dan yang paling vital adalah oli samping. Jangan pelit beli oli samping berkualitas bagus, karena ini adalah nyawa dari mesin 2 tak. Pastikan pompa oli samping berfungsi normal. Jika ragu, lebih baik campur langsung ke tangki bensin (premix) daripada mesin ngejim (macet) di jalan. Ingat, piston dan dinding silinder motor ini harganya bisa bikin dompet jebol kalau sampai baret.

Kedua, perhatikan sistem pendinginan. Mengingat mesin 2 tak kerjanya dua kali lebih cepat dari 4 tak, suhunya juga cepat naik. Cek air radiator secara berkala dan pastikan kipas atau jalur pendingin tidak tersumbat. Overheat sedikit saja bisa fatal akibatnya buat komponen mesin.

Ketiga, rajin-rajinlah membersihkan kerak sisa pembakaran. Terutama di bagian lubang buang (exhaust port) dan mekanisme katup tenaga seperti KIPS (Kawasaki), RC Valve (Honda), atau YPVS (Yamaha). Sebab, kalau mekanisme ini macet karena tumpukan kerak, tenaga motor bakal “ngempos” di putaran atas dan sensasi jambakannya bakal hilang.

Terakhir, panaskan mesin dengan benar sebelum dipakai. Jangan langsung geber motor saat mesin masih dingin. Sebaiknya, biarkan oli samping bersirkulasi dulu melumasi semua celah mesin. Sabar sedikit demi keawetan motor kesayangan, kan? Dengan perawatan yang tepat, motor 2 tak legendaris ini bakal tetap setia menemani kalian ngebut di akhir pekan.

Mana Motor 2 Tak Impian Kalian?

Itulah deretan motor 2 tak 250cc yang pernah mengguncang dunia roda dua. Dari teknologi Vins yang modern, keganasan Aprilia dan Kawasaki, inovasi Suzuki, hingga kecanggihan Honda dan Yamaha. Semuanya punya karakter unik yang bikin kangen dan selalu jadi topik hangat di tongkrongan bikers.

Kalau kalian dikasih kesempatan milih satu buat dibawa pulang (dan tentu saja bensinnya dibayarin), kalian bakal pilih yang mana nih, Bro? NSR dengan kartu saktinya atau Ninja R 2 tak versi dewa (KR-1S)? Share pendapat kalian di kolom komentar ya! Kita pengen tahu selera kalian para pecinta asap wangi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini